Main Cast : Kwon Yuri~Lee Donghae~Kim Junsu
Other Cast : Nichkhun ~Im Yoona~Park Sunyoung (Hyomin)
Aku memandang pemandangan gunung didepanku yang sangat indah. Udara begitu segar dan sejuk hari ini. Daun daun berjatuhan dengan indahnya , dan tak jarang aku mendengar suara kicauan burung yang merdu ditelingaku.
Yuri. Itulah namaku. Terkadang aku benci mempunyai nama itu. Tapi seseorang mengubah hatiku, orang itu mengatakan bahwa namaku indah dan penuh arti. Dan orang itu juga yang telah mengubah seluruh hidupku. Ya, hidupku yang dahulu kelam karena cinta, kini dia ubah seperti Indahnya pemandangan ini.
“Yuri….” seseorang menepuk bahuku. Dan aku tersenyum ketika tahu siapa orang itu.
“Oppa…. lama sekali membeli bunganya..” kataku kepada lelaki itu.
“Dijalan aku kebelet.. jadi aku mampir ke toilet dulu…hehe kau lama menunggu, ya?” senyum lelaki itu kepadaku. Aku hanya menggeleng dan tersenyum sebagai jawabannya.
Kim Junsu. Itulah nama lelaki itu. Dia adalah kekasihku. Sudah 2 tahun kami menjalin hubungan ini. Tapi, hubungan kami berdua bisa dibilang menyakitkan, bukan dalam artian menyakitkna bagi kami berdua, melainkan menyakitkan bagi perasaan seseorang. Dan hubungan kami berdua juga telah menelan korban jiwa. Dan itu semua karena keputusan bodoh yang keluar dari diriku……
5 Tahun yang lalu…..
“Hey Kwon Yuri… dari tadi makananmu tidak dimakan juga. Kau kenapa? sakit?” Tanya Yoona yang duduk dihadapanku bersama pacarnya yang bernama Nichkhun.
“Badanmu panas.. sebaiknya kau ke dokter..” kata Hyomin sambil meraba keningku
“Sudahlah.. aku tak apa-apa… sekarang aku sedang tak nafsu makan, dan panasku ini mungkin besok juga sembuh..” aku mencoba tersenyum ke arah mereka
“Jadi kau tak mau memakan makananmu? kalu begitu untukku saja ya?” Nichkun mau mengambil sepiring chiken steak milikku namun Yoona memukul tangan Nichkun.
“Aw…. sakit” keluh Nichkun lalu mengurungkan niat awalnya.
“Sekarang bukan waktunya bersikap rakus!!” marah Yoona pada kekasihnya itu.
“Ok ok.. aku mengerti..” sedih Nichkun.
“Lebih baik kau lupakan Junsu… kau seperti ini karena kau belum melupakan lelaki itu!!!” ucap Hyomin mebuatku kaget.
“Sudahlah… kami tahu kau jadi seperti ini karena kau terus memikirkan mantanmu itu, iya kan?” kali ini Yoona yang angkat bicara
“Mungkin….” kini aku merasakan air mata membasahi pipiku.
“Sudahlah.. mungkin kau bisa menemukan pengganti Junsu yang lebih baik lagi..” Hyomin memeluk dan menenangkan hatiku
“Apa perlu aku menghajar si Junsu itu, kalau perlu aku akan mengajak teman temanku seperti Wooyoung, Junho, Chansung, Taecyeon dan lainnya untuk mengeroyok Junsu? Atau apakah perlu juga kami menghajar Gyuri yang sudah coba coba mereb… AWWW!!!! sakitttt” Tendangan Yoona mendarat di kaki Nichkhun yang sedang asyik berbicara.
“Lebih baik kau tutup mulut!!! kau malah memperburuk suasana… aishhh aku heran kenapa aku bisa jatuh hati padamu..” geleng Yoona melihat tingkah laku pacarnya itu.
“Hehehe….” Nichkhun hanya tersenyum lebar ke arah Yoona
“Ya sudah.. lebih baik kau pulang saja… lagian kelasmu juga tak ada ulangan kan setelah istirahat ini?? Biar aku meminta surat izinmu kepada guru piket..” kata Hyomin mengelus kepalaku
“Baiklah….” jawabku setuju karena aku juga sudah tak ingin mengikuti jam pelajaran berikutnya.
“Kalau begitu kau tunggulah disini…. Yoona, Nichkhun… jaga Yuri dulu.. aku akan meminta surat izin kepada guru piket dulu..” kata Hyomin yang dijawab oleh anggukan dari Yoona dan Nichkhun.
Setelah Hyomin pergi aku hanya merebahkan kepalaku di meja kantin. Aku memejamkan kepalaku dan mencoba untuk menghilangkan rasa sakit ini. Rasa sakit yang lebih sakit dari penyakit yang ada di dunia ini.
“Yoona… Nichkhun.. kalian dipanggil ke kantor kepala sekolah…” terdengar suara seorang lelaki kepada Yoona dan Nichkhun
“Ha? Untuk apa???” kaget Yoona
“Mungkin untuk menhukum kalian yang selalu datang telat ..” kata lelaki itu lagi
“Sudah aku duga…. ” angguk Nichkhun
Yoona hanya menhela nafas. Mereka memang sering datang telat. Dan mereka lakukan itu setiap hari. Dan itulah sebabnya mereka sering di sebut ‘The Late Couple Forever’ di SMA ini.
“Yul… kau tidak apa-apa ditinggal sendirian?” tanya Yoona kepadaku
“Tidak apa-apa kok..” jawabku tanpa mengangkat kepalaku dari meja.
“Tunggu sebentar oke??” kata Nichkun langsung pergi bersama Yoona dan lelaki itu menuju kantor kepala sekolah.
Tinggalah aku sendiri disini. Aku mengangkat kepalaku yang terasa pusing. Sudah tidak ada murid murid yang sedang istirahat di kantin ini. Mungkin ini sudah jam masuk.
Sekilas aku melihat sosok orang yang kini aku benci. Dia terlihat sedang merangkul mesra seorang gadis yang juga aku benci. Ya. Mereka adalah Junsu dan Gyuri.
Junsu adalah mantan kekasihku. Dia memutuskan hubungannya denganku karena dia jatuh hati dengan orang yang bernama Park Gyuri. Hatiku sakit, aku mencintai Junsu dengan tulus, tapi kenapa dia gampang meninggalkanku karena seorang artis terkenal itu??
Gyuri adalah teman satu kelasku. Selain sebagai anak SMA biasa, dia juga adalah artis muda terkenal di Korea. Dan wanita itu penyebab hubunganku dengan Junsu rapuh seketika. Junsu meninggalkan wanita biasa seperti diriku untuk artis terkenal seperti Park Gyuri? Haha lucu sekali.
“Ommo.. Yuri~aa… kenapa wajahmu pucat sekali …” kata seorang lelaki yang langsung duduk disampingku
“Tidak apa-apa oppa.. lagian aku juga mau pulang.. Hyomin sedang mengambikan surat izin untukku…”
“Biar aku saja yang mengantarmu.. aku bawa kendaraan..” lelaki itu meraba keningku dan aku bisa melihat dia sedang panik
“Donghae oppa… tidak usah.. aku pulang bersama Hyomin saja.. aku telah banyak merepotkanmu..” senyumku padanya
“Sudahlah… mumpung aku bawa kendaraan dan masih bisa menolongmu… ayo aku bantu kau berdiri..” kata Donghae yang langsung menarik tanganku. Aku tak bisa menolak dan mengikutinya menuju mobil Donghae oppa.
“Bagaimana dengan Hyomin? Mungkin dia akan mencariku? Dan aku juga belum mendapat surat izin pulang dari guru piket..” tanyaku kepada Donghae oppa.
Donghae tak menjawab. Dia hanya mengangguk dan mengeluarkan secarik kertas.
“Ini surat izinmu.. Hyomin sudah aku suruh masuk kelas. Dan kau akan ku antar pulang. jadi jangan khawatir..” senyum Donghae
“Bagaimana bisa kau dapat surat izin itu? jadi oppa sudah tahu aku…”
“jangan banyak omong… aku antar kau pulang sekarang.. ayo masuk mobil” Donghae memotong pembicaraanku. Dia membukakan pintu mobil untukku. Dan aku langsung naik menuju mobilnya.
Di perjalanan aku dan Donghae oppa hanya diam. Donghae adalah kakak kelasku. Dia juga teman baiknya Junsu. Dia sangat baik, dia selalu mengerti dengan keadaanku, dia sudah aku anggap sebagai kakak.
“Lho?? oppa… itu kan rumahku.. kenapa dilewat??” kataku kepada Donghae karena dia tak menghentikan mobilnya di rumahku.
“Kau tak butuh pulang. Aku akan menculikmu agar hatimu membaik…”
“Maksud oppa…??” tanyaku bingung
“Aku tahu kau sakit bukan karena penyakit. Kau sakit karena kau belum bisa melupakan Junsu, bukan? Makannya aku akan culik kamu, dan sekarang aku akan setia menemanimu kemanapun kau pergi sampai kau tersenyum kembali….” senyumnya ke arahku
“Oppa… tidak usah… nanti aku malah merepotkanmu…”
“Merepotkan aku?? bukankah itu sudah biasa?? ya sudah tak usah difikirkan.. ahhh bagaimana kalau aku teraktir ice cream??” Lagi lagi Donghae tersenyum ke arahku.
Aku hanya tersenyum ke arahnya. Sekarang aku merasa lebih tenang. Dan rasa sakit itu perlahan berkurang. Dan mungkin dengan ini aku bisa melupakan Junsu.
***
Sudah 1 tahun aku menjalani hidupku yang berubah total. Dan kini aku bisa tersenyum ceria karena Donghae oppa selalu ada disisiku dan selalu menemani diriku. Walaupun begitu, aku masih tak bisa melupakan Junsu.
sekarang Donghae oppa sudah lulus dari SMA dan sibuk dengan urusan kuliahnya. Namun dia selalu menjemputku ke sekolah dan selalu menemaniku jalan-jalan. Hubunganku dan Donghae oppa baik baik saja. Sampai saat itu datang.
Tiba-tiba Junsu oppa datang dan memintaku kembali padanya. Dia bilang masih mencintaiku. Dan dia bilang Park Gyuri tak sebaik diriku ini. Jujur, aku bahagia ketika Junsu oppa meminta aku kembali. Tapi aku tak bisa.. kenapa?? Karena sekarang aku telah mempunyai Donghae oppa…
Dan bodohnya diriku lagi. Tiba-tiba aku memutuskan hubunganku dengan Donghae oppa. Dan aku kembali bersama Junsu. Hah aku memang bodoh. Aku tak mengerti mengapa aku lakukan semua ini. Aku melempar Donghae oppa yang telah mengisi hari kelamku hanya untuk kembali kepada Junsu yang dulu pernah menyakiti aku?
Sejak aku berpisah dengan Donghae oppa… aku tak bisa dan tak sanggup untuk bertemu bahkan berbicara dengannya.
“Yuri~aa….” tiba-tiba Donghae sudah berada dihadapanku..
Aku menghindar dan langsung pergi darinya. Namun dia menahan tanganku ” Aku mohon jangan pergi”
Akhirnya aku menyerah. Karena aku juga tak ingin terus menerus menghindari Donghae oppa… bagaimanapun juga aku telah melukai hatinya.
“Oppa… kau marah padaku, bukan?” tanyaku kepada Donghae
“Tidak….”
“Mengapa??? aku telah mengkhianati dirimu, aku telah menyakiti dirimu, aku meninggalkanmu hanya demi Junsu, yang waktu dulu pernah melukai aku.” tangisku pada Donghae. Aku merasa bersalah padanya.
“Walaupun begitu… aku tidak akan pernah membenci dirimu. Karena, aku mengerti hatimu, kau masih mencintai Junsu. Cintamu untuk Junsu lebih besar daripada cintamu untukku, bukan? Makannya kau meninggalkanku begitu Junsu memintamu kembali… walau sakit.. aku masih bisa menerima itu…” Donghae tersenyum ke arahku. Dan dia menghapus air mataku
“Oppa…. maafkan aku. Keputusanku ini benar benar Tolol.. maafkan aku”
“Tak apa apa… Keputusanmu meninggalkanku tidak tolok kok. kau mengambil jalan yang benar Yuri~aa…”
“Tidak.. itu tak benar.. keputusanku ini telah menyakiti hatimu oppa… aku salah.. maafkan aku..” tangisku kepada Donghae.. aku merasa bersalah kepadanya
“Kau tak salah… keputusanmu itu tepat… aku lega kau ingin meninggalkan diriku, dan aku senang kau kembali dengan Junsu. Jadi ketika aku pergi, aku tidak akan khawatir siapa yang akan menemani dirimu, karena sudah ada Junsu disampingmu…”
“Oppa.. kau akan pergi kemana??” tanyaku bingung
“Bukan kemana mana… ahh Yuri~aa.. aku harus pergi.. selamat tinggal” Donghae langsung pergi meninggalkan aku
“Oppa.. tunggu..” teriakku kepadanya. Namun dia tak menghiraukan teriakanku itu. Dan kini aku hanya bisa memandang kepergiannya.
***********************************
Itulah saat terakhir aku bertemu dengannya. Semenjak itu, aku tak pernah melihat wajah dan senyum Donghae oppa yang selalu membuat hatiku tenang.
Dan kini Junsu oppa sikapnya berubah. Semenjak Donghae pergi, dia jadi begitu baik dan sangat amat mencintaiku. Dan Junsu oppa pun berjanji tidak akan meninggalkanku pergi seperti dahulu lagi.
“Hey.. kok masih bengong.. ayo kita berangkat” Junsu menggandeng lenganku
“Ayo kita berangkat oppa…” senyumku kepada Junsu
Ya. Hari ini aku dan Junsu oppa akan mengunjungi Donghae oppa. Aku rindu padanya. Dan aku juga berniat meminta maaf dan berterimaksih padanya karena dia telah merestui hubunganku dengan Junsu. Dan berterimakasih kepadanya karena dia tak pernah membenci diriku yang sudah menyakiti hatinya.
“Donghae~aa… kami datang berkunjung…” kata Junsu saat kami sampai di lokasi tempat Donghae berada
“Oppa.. apa kabar???” aku menyapa Donghae dengan air mata di pipiku
“Donghae~aa… aku akan berjanji tak akan pernah mengkhianati cinta Yuri lagi. Aku akan menjaganya dan menyayangi dia. Dan aku tak akan membiarakan Yuri jatuh di tanganmu, kau mengerti??” Junsu langsung merangkul diriku dengan erat
“Oppa…. besok aku dan Junsu akan bertunangan…. apakah kau bahagia?? kami bisa seperti ini juga karena kau… Gomawo oppa…” aku tak bisa menahan tangisku
“Aku harap kau bisa melihat kebahagian kita dari sana Donghae~aa…” ucap Junsu
Aku langsung mengambil bunga yang berada di tangan Junsu dan meletakannya di batu nisan tempat Donghae oppa beristirahat. Tak lama kemudian aku dan Junsu oppa berdoa untuk jasad Donghae oppa. Sesudah itu kami berdua meninggalakn Donghae oppa dan membiarkannya hidup bahagia di alam sana.
Ya. Donghae oppa telah meninggal. Tanpa aku ketahui ternyata dia mepunyai penyakit Kanker otak. Dia meninggal tepat setelah pertemuan terakhir kami. Aku menyakiti perasaan pria itu. Cintaku dan Junsu telah meninggalkan korban.
Aku merasa seperti orang paling berdosa di dunia ini. Aku menyakiti orang yang pernah mengisi hari hariku yang kelam. Orang yang telah menghiburku.
Tapi aku sekarang sedikit merasa lega. Karena ternyata yang membuat Junsu memintaku kembali padaku adalah Dongahe oppa. Ternyata Donghae oppa menitipkan aku kepada Junsu, karena Donghae oppa sadar bahwa dia tak akan bisa selamanya menjaga diriku.
Oppa.. maafkan aku… Tapi.. aku akan menjaga cintaku dengan Junsu oppa selamanya. Karena itu semua karena dirimu… Sekali lagi maafkan aku oppa.. Saranghaeo Donghae oppa…
__The End__
Lollipop 1
Lollipop 2
Main Cast : SNSD ~ 2NE1
Other Cast : Super Junior Yesung, Sungmin, Kyuhyun ~ SHINee
Genre : Romance ~ Comedy ~ Friendship
First-Time Lover
Yonghwa mengurungkan niatnya untuk minum. Dia lalu menaruh gelas di atas meja dan menatap Min Hyuk lekat-lekat
“Sudah aku bilang ratusan kali, aku dan Seohyun tak ada hubungan apa-apa. Kami memang pasangan “suami-istri”, namun itu hanya di acara WGM saja” jawab Yonghwa
“Begitu? Tapi kalian cocok jika benar-benar bersama” senyum Min Hyuk
“Benarkah? Tapi rasanya ada yang lebih cocok berpacaran dengan Seohyun dibanding aku” ucap Yonghwa
“Siapa, hyung?”
Yonghwa hanya tersenyum simpul dan menggeleng pelan. Membuat Min Hyuk penasaran.
“It’s secret!” bisik Yonghwa
“Mwo? Ah~ hyung, aku ingin tahu” rengek Min Hyuk
Yonghwa tak menghiraukan ucapan Min Hyuk. Dia lalu beranjak dari meja makan dan langsung keluar dari apartement CNBLUE.
Ketika Yonghwa hendak menuju basement, ponselnya berdering. Dia lalu segera mengangkatnya.
“Hallo?”
“Hallo, Yonghwa~ssi?” ucap Kyuhyun disebrang sana
“Ah~ hyung, ada apa?”
“Tidak. Aku hanya ingin minta bantuanmu. Boleh?”
“Tentu saja” angguk Yonghwa
“Bisakah kau hubungi Seohyun dan katakan padanya untuk datang ke Han River malam ini?” tanya Kyuhyun
“Untuk apa?” heran Yonghwa
“Itu… aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya” ucap Kyuhyun terdengar gugup
“Hahha, tapi mengapa harus aku yang menyuruhnya datang kesana? Kenapa tidak hyung saja?” tawa Yonghwa
“Aku takut dia tak akan datang jika aku yang menghubunginya. Kau ini teman dekatnya, mungkin saja dia mau jika kau yang meminta”
“Ok, baiklah, nanti aku akan hubungi Seohyun” ucap Yonghwa akhirnya
“Benarkah? Ah~ terimakasih Yonghwa-ssi, kalau begitu sampai ketemu nanti… “
Yonghwa tersenyum dan memasukan ponselnya kembali setelah sambungan terputus.
“Dasar Kyuhyuh sunbaenim. Padahal sudah 1 tahun dia menyukai Seohyun, tapi kenapa baru sekarang dia berani mengungkapkannya?”
Yonghwa tertawa kecil dan menggeleng. Lalu lelaki itu berjalan kembali untuk menuju basement.
#*#*#
Malam harinya
Kyuhyun tersenyum puas menatap bucket bunga yang kemarin baru dia beli. Dia lalu berlari dan segera keluar dari kamarnya.
“Woahhh… kau mau kemana?” tanya Sungmin dari sofa ketika Kyuhyun keluar
“Bertemu seseorang, hyung” singkat Kyuhyun
“Kau mau kencan?” heran Sungmin
“Mungkin” jawab Kyuhyun
“Siapa teman kencanmu?” Sungmin menghampiri Kyuhyun dan bertanya
“Ah~, nanti juga kau akan tahu. Baiklah, aku pergi dulu”
Kyuhyun tersenyum lalu berjalan melewati Sungmin dan keluar dari apartement.
Sungmin menghela nafas berat dan duduk kembali di sofa. Dia lalu melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti, yaitu menonton TV.
“Hh~~ kapan aku mempunyai kekasih?” gumamnya.
#*#*#
“Kau mau kemana?” tanya Sunny ketika Seohyun keluar dari kamarnya dengan dandanan rapih
“Yonghwa oppa menyuruhku datang ke Han River” jawab Seohyun
“Kalian kencan beneran?!!” kaget Sunny tak percaya lalu gadis itu menghampiri Seohyun
“Tidak, onnie. Yonghwa oppa bilang bukan dia yang akan menemuiku di sana. Tapi temannya”
“Benarkah? Dan apakah kau kenal dengan temannya?”
“Yonghwa oppa bilang bahwa aku mengenali temannya. Jadi aku memutuskan untuk datang saja” senyum Seohyun
“Ah~ baiklah, tapi kau sebaiknya hati-hai, ya?”
“Oke, onnie, aku akan baik-baik saja. Kalau begitu aku pergi dulu” pamit Seohyun
Sunny mengangguk dan menatap kepergian Seohyun. Lalu Sunny kembali ke meja makan dan berniat untuk kembali memakan makan malamnya. Tapi piring miliknya sudah kosong. Makanannya sudah habis dan tentunya bukan Sunny yang memakannya karena sedari tadi dia mengobrol dengan Seohyun.
“HYAA!!! CHOI SOOYOUNG!!!” teriak Sunny kepada sang-“pencuri makanan” miliknya
#*#*#
Few minute later
Han River
“Yonghwa oppa?”
Yonghwa yang sedang memainkan gitar menghentikan permainannya dan tersenyum ke arah Seohyun.
Seohyun membalas senyuman Yonghwa dan gadis itu duduk disebelah Yonghwa.
“Dimana teman oppa yang ingin bertemu denganku?” tanya Seohyun
“Sebenarnya dia sudah disini. Namun dia ingin aku memberitahumu tentang perasaannya kepadamu” ucap Yonghwa
“Maksud oppa?” Seohyun terheran
“Begini, temanku itu sebenarnya menyukaimu. Dia sudah 1 tahun memendam perasaannya padamu dan sekarang dia akan menyatakan perasaannya padamu. Namun sebelumnya, aku akan menyanyikan lagu untukmu , dan lagu itu berisikan tentang perasaan temanku kepadamu” senyum Yonghwa
“Kenapa tidak teman oppa saja yang menyanyikannya?” polos Seohyun membuat Yonghwa tertawa
“Dia tak terlalu bagus dalam menyanyikan jenis lagu seperti ini” tawa Yonghwa
Seohyun mengangguk. Lalu Yonghwa mulai memetik gitar miliknya yang menghasilkan sebuah irama melodi yang indah dan romantis. Dan Yonghwa mulai bernyanyi.
maencheoeum neoreul bodeon nal sujupgiman hadeon neoui malgeun misodo
Pertama ku melihatmu, kau tersenyum cerah tapi tersipu malu
oneuri jinamyeon gakkawo jilgeoya maeil seolleneun gidaereul hae
Hari demi hari kita semakin dekat kau membuat hatiku berdebar
museun mareul geonne bolkka eotteoke hamyeon nega useojulkka
Ku harus berkata apa, bagaimana cara membuatmu tertawa
soneul geonneboda eosaekhaejilkkabwa meotjjeogeun useumman useobwa
Ku tak terbiasa menggenggam tanganmu, hanya bisa tersenyum malu
uri seoro banmalhaneun saiga doegireul ajik jogeum seotureugo eosaekhandedo
Semoga kita bisa bicara dengan nyaman, meski sulit bagimu yang tak terbiasa
gomawoyo raneun maltu daesin jom deo chinhage mareul haejullae
Hanya sekedar berterimakasih, ku ingin yang lebih dari itu
uri seoro banmalhaneun saiga doelgeoya hangeoreumssik cheoncheonhi dagawa
Semoga kita bisa bicara dengan nyaman, mendekatlah padaku
ijen nae dununeul barabomyeo mareul haejullae neol….. saranghae!
Tataplah kedua mataku, dan katakan….. SARANGHAE!
neowaui soneul japdeonnal simjangi meomchundeutan gibundeure
Saat ku genggam tanganmu, detak jantungku serasa berhenti
museunmal haenneunji gieokjocha anna manyang seolleneun gibuningeol
Ku tak bisa mengingat yang aku katakan, ku hanya bisa gugup dan membisu
uri seoro saranghaneun saiga doegireul jabeun duson yeongwonhi nochi anheulkkeoya
Aku ingin kita bisa saling mencintai, takkan pernah kulepas genggaman tanganmu
baraboneun neoui nunbitsoge haengbokhan misoman itgil barae
Kedua matamu menatapku, hanya ada bahagia disana
uri seoro saranghaneun saiga doelkkeoya akkyeojugo pyeonhi gidaemyeon doe
Aku ingin kita berdua saling mencintai, kan ku jaga dirimu selamanya
neoreul boneun naui du nunbichi malhago isseo neol…. saranghae!!!
Dari mataku yang memandangmu, penuh kata…. SARANGHAE!
~First-Time Lover~
~ Jung Yonghwa~
Seohyun bertepuk tangan ketika Yonghwa selesai bernyanyi. Lalu Yonghwa tersenyum manis ke arah Seohyun.
“Oppa, sebenarnya teman oppa siapa? Aku sangat penasaran” semangat Seohyun
“Nanti kau juga akan tahu. Dan aku yakin kau akan bahagia ketika bertemu dengannya. Baiklah, aku pulang dulu. Tugasku telah selesai. Kau tunggu saja disini. Nanti orang itu akan menemuimu sebentar lagi” senyum Yonghwa seraya berdiri dari duduknya
“Baiklah, hati-hati, yong~”
Yonghwa tertawa bahagia ketika Seohyun memanggilnya dengan sebutan “Yong~”. Biasanya gadis itu akan memanggilnya dengan sebutan yong~ hanya di acara WGM saja. Tapi sekarang dia bahagia karena akhirnya Seohyun memanggilnya Yong~ di dunia nyata, bukan di vairity show.
“Aku pulang dulu”
Yonghwa melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Seohyun.
Seohyun menghela nafas berat setelah kepergian Yonghwa. Dia lalu berdiri dari duduknya dan mencari-cari sosok teman Yonghwa yang sudah lama memendam perasaan kepadanya.
“Aku disini”
Seohyun lalu menoleh. Dan dilihatnya Kyuhyun yang sedang memegang bucket bunga mawar merah kesukaan Seohyun. Seohyun lalu tersenyum dan menghampiri Kyuhyun.
“Oppa?” ucap Seohyun tak percaya
“Ya, lelaki itu adalah aku” senyum Kyuhyun
Seohyun hanya tersipu malu. Tak percaya dengan semua ini. Dia sungguh bahagia melihat sosok lelaki yang sudah lama dia cintai berdiri di depannya.
Kyuhyun lalu menaruh bucket bunga yang super besar di sebuah kursi. Lalu kedua tangannya menggenggam tangan Seohyun perlahan. Perasaannya sangat gugup dan dia tak bisa melepaskan pandangannya dari Seohyun.
“Kau sudah mendengar lagu dari Yonghwa, kan?” tanya Kyuhyun. Seohyun mengangguk.
“Lagu itu berisi tentang perasaanku. Mungkin kau sudah mengerti lirik dari lagu itu. Dan, ya… aku menyukaimu. Saranghaeyo… Seohyun” ucap Kyuhyun pada akhirnya
Seohyun tersenyum lebar karena perkataan Kyuhyun. Seohyun tak langsung menjawab perkataan Kyuhyun. Dia malah memeluk Kyuhyun dengan erat. Dan merasakan hangat tubuhnya bersama Kyuhyun ditengah suasana Han River yang dingin malam ini.
“Nado saranghaeyo” ucap Seohyun singkat namun berarti
Kyuhyun tersenyum simpul dan mempererat pelukannya kepada Seohyun. Dan malam ini cinta mereka akhirnya bisa bersatu.
#*#*#
Yonghwa tersenyum dibalik pohon yang tak jauh dari tempat Kyuhyun dan Seohyun sedang berpelukan. Sedari tadi lelaki itu mengintip pasangan yang baru saja bersatu malam ini.
“Semoga kau bahagia dengan Kyuhyun, Seohyun-ah. Aku tak tahu apa aku seharusnya bahagia atau bersedih melihatmu dengan Kyuhyun. Tapi setidaknya aku sudah mengatakan perasaanku padamu lewat lagu tadi. Saranghae” bisik Yonghwa tersenyum samar
Yonghwa lalu berbalik dan meninggalkan tempat itu bersama gitar miliknya. Dia tak ingin mengganggu pasangan baru yang sedang berbahagia itu. Dan dia juga tak mau berlama-lama disini karena dia takut perasaannya akan terluka.
~ TAMAT ~
Other : SNSD, Super Junior, FT Island
Tapi tidak untukku. Aku mengisi sabtu malamku dengan duduk sendirian disini. Kedua orang tuaku sedang sibuk dengan urusannya masing masing di luar Korea.
TING TONG.. seseorang memencet bel rumahku. Aku bergegas turun ke lantai 1 dan membukakan pintu. Aku bahagia melihat siapa yang datang ke rumahku. Aku tersenyum melihat wajahnya yang sedang menampakan expresi bahagia.
“Sunny… apakah aku mengganggumu?” Senyum tamu itu kepadaku
“Tidak.. tentu saja tidak.. masuklah..” persilahkanku kepadanya
“Setiap aku berkunjung ke rumahmu.. kenapa selalu kosong seperti ini?” tanyanya kepadaku seraya duduk di sofa ruang tamu
“Ya beginilah suasana rumahku, Ibu dan Ayahku masih di Jepang mengurus pekerjaannya..” jawabku kepadanya. Akupun duduk disebelahnya.
“Sung Lee-aa… kau mau minum apa?” Tanyaku kepadanya.
Yap! Nama orang yang sekarang ini datang ke rumahku adalah Sung Lee. Dia adalah temanku. Lebih jelasnya, dia teman saat aku sedang dilanda kesepian. Dia hanya akan datang kepadaku ketika aku merasa kesepian seperti malam ini.
“Apa saja juga boleh..” jawabnya kepadaku
Aku langsung membuatkan teh hangat untuknya dan juga untukku.Setelah itu aku kembali lagi duduk di sebelahnya dan meletakan 2 cangkir teh hangat di meja.
“Sunny-aa… kau masih menganggapku ada?” Tanya Sung Lee membuatku terkejut
“Aku selalu menganggapmu nyata kok” jawabku kepadanya
“Tapi… karena aku kau jadi dianggap aneh oleh semua teman sekolahmu. Jadi, lebih baik kau hilangkan aku saja dari kehidupanmu,aku tak ingin kau dijauhi temanmu hanya karena aku..” Dia tersenyum kepadaku
“Tidak! Aku tak akan menghilangkanmu dari kehidupanku! Karena kau aku jadi tidak kesepian lagi, karena kau aku tak merasa sendiri lagi! Jadi.. mana mungkin aku menghilangkanmu..”
“Tapi tanpa aku kau juga tak akan kesepian. Masih ada Kwon Yuri dan Lee Hong ki yang juga selalu menemanimu. Dan yang lebih penting.. mereka nyata..” Sung lee menatapku dengan serius
“Mereka memang nyata.. tapi mereka belum mengerti keadaanku seperti kau mengerti segalanya tentangku…” kataku menatap sedih ke arahnya
“Tapi suatu saat aku akan pergi……” Sung Lee tersenyum kepadaku
“Pokoknya.. kau tak boleh pergi” pintaku kepadanya
TING TONG…. Bel pintu kembali berbunyi. Aku menatap Sung Lee sejenak dan membukakan pintu rumahku. Ternyata Yuri dan Hong Ki yang datang ke rumahku
“ Sunny-aa…. Ada kabar gembira..” Kata Hong Ki ceria ketika aku membukakan pintu untuk mereka
“Kabar gembira??” Bingungku
“Kita akan menginap dirumahmu…!!!! Horeee…!!!” Yuri dan Hong Ki bersorak sambil menari-nari di depanku. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.
“Hey.. kita tak dipersilahkan masuk??” kata Yuri mengagetkanku
“Aishh.. Maaf ya.. Silahkan masuk Ms.Kwon dan Mr.Lee..” kataku dengan menirukan gaya pramugari.
“Ah… Terimakasih Ms.Lee Soon Kyu..” Kata Yuri dan Hong Ki menirukan gaya ratu dan raja yang rendah hati dan tidak sombong.
Yuri dan Hong Ki masuk kedalam rumahku. Mereka berdua langsung duduk di ruang tamu milikku. Ketika aku akan bergabung duduk bersama mereka, hatiku langsung sedih. Sung Lee yang tadinya duduk di sofa tempat Hong Ki dan Yuri duduk, kini menghilang entah kemana.
“Sunny-aa.. kau sudah ada firasat kita akan ke rumahmu ya?” Tanya Hong Ki kepadaku.
“Iya.. kau sungguh baik menyediakan teh hangat untuk kita berdua” kata Yuri senang.
“Oh.. itu.. sebenarnya itu bukan untuk kalian..” gugup diriku kepada mereka berdua
“Jadi ini untuk siapa?” Tanya Hong Ki yang membatalkan niatnya untuk meminum teh hangat tersebut.
Aku hanya tersenyum kaku kepada Yuri dan Hong Ki. Aku langsung duduk di depan sofa tempat mereka duduk. Hong Ki terlihat masih penasaran punya siapa ke 2 teh ini. Sedangkan Yuri hanya menghela nafas dan menatapku dengan serius.
“Kau baru berimajinasi lagi, ya?” Akhirnya Yuri bertanya kepadaku
“Seperti yang kau lihat..” jawabku tak bersemangat
Hong Ki mengangguk pelan. Sekarang dia tahu milik siapa ke 2 teh hangat itu. Hong Ki menatapku serius seperti Yuri.
“Berhentilah mengaggap sosok Sung Lee nyata” kata Hong Ki serius kepadaku.
“Hong Ki benar… Imajinasimu itu sudah terlalu jauh. Sung Lee itu tidak ada, jadi berhentilah berimajinasi tentang dia, karena itu akan membuat kita khawatir akan keadaanmu” kata Yuri hati-hati kepadaku
“Jadi.. kalian takut aku menjadi gila karena selalu menganggap Sung Lee itu ada padahal dia tak ada sama sekali di dunia ini?”
“Iya.. kami khawatir melihat keadaanmu yang selalu berbicara dan tertawa sendiri” Kata Hong Ki lagi kepadaku
“Aku tak berbicara dan tertawa sendiri. Aku itu berbicara dan tertawa bersama Sung Lee, kalian saja yang tak bisa melihatnya. Tapi aku bisa melihatnya!!” kataku sediki emosi
“Sunny-aa… itu hanya Imajinasimu saja. Sesungguhnya Sung lee itu tak pernah ada di dunia ini. Imajinasimu sudah terlalu jauh, berhentilah menganggap Sung Lee nyata. Orang-orang takut kepadamu karena kau sering kali berimajinasi terlalu jauh” Yuri menyeramahiku panjang lebar
“Biarkan saja orang-orang takut kepadaku karena imajinasiku ini. Aku tak peduli. Dan aku tak akan pernah berhenti berimajinasi tentang Sung Lee. Karena, bagiku dia nyata” kataku datar kepada Yuri dan Hong Ki
“Sunny-aa…..” Hong Ki menatapku dengan tatapan *Mohon berhentilah melakuakn hal bodoh seperti ini*
“sudahlah.. kalian tak usah khawatir, aku tak akan menjadi gila karena hal itu. Hong Ki-aa kalau kau ingin tidur, pakailah kamar tamu di lantai 2. Dan Yuri-aa jika kau ingin tidur juga, pakailah kamarku saja. Aku akan tidur di kamar orang tuaku saja” kataku tersenyum kepada mereka berdua
“Sunny, kita bisa tidur berdua di kamarmu, kitakan sama-sama perempuan” kata Yuri kepadaku
“Aku terbiasa tidur sendiri. Dan aku agak susah tidur jika ada seseorang tidur bersamaku. Jadi kau pakailah kamarku saja, aku akan tidur di kamar orang tuaku saja” senyumku kepada yuri
“Tapi aku takut sendirian…” Yuri cemberut ke arahku
“Kalau begitu, aku saja yang menemanimu tidur..” kata Hong Ki bersemangat kepada Yuri. Tapi Yuri malah memukul Hong Ki denagn keras.
“Hey.. kau adalah laki-laki. Mana mungkin aku bisa sekamar denganmu” kata Yuri judes kepada Hong Ki
“Aku kan hanya menawarkan diri, kalau tidak mau ya sudah…” kata Hong Ki yang masih menahan sakit akibat pukulan Yuri yang dahsyat.
“Huh.. aku lebih baik tidur ditemani hantu dari pada harus ditemani olehmu” kata Yuri kecut kepada Hong Ki
“Hey, sudah aku bilang aku hanya menawarkan diri, kalau tidak mau ya sudah!!!!” Kata Hong Ki mengulang perkataannya lagi.
“Sudahlah.. Yuri-aa aku akan menemanimu dulu sampai kau tidur, nanti aku akan pindah ke kamar orang tuaku kalau kau sudah tertidur..” kataku pada Yuri
“Kau tidak keberatan, kan?” Tanya Yuri lagi
“ Santai saja…” senyumku padanya
“Boleh aku ikut bersama kalian? Aku juga takut sendirian…” kata Hong Ki dengan gaya manjanya.
“HEY LEE HONG KI!!! BERHENTILAH MEMOHON!!!” kata Yuri emosi
Yuri langsung mengambil tasnya dan ikut bersamaku menuju kamarku. Hong Ki tetap bersikeras ingin ikut ke kamarku menemani Yuri. Tapi Yuri terus menerus juga memukul Hong Ki agar dia tak ikut bersama kami. Akhirnya Hong Ki menyerah dan masuk ke kamar tamu di sebelah kamarku.
Yuri dan aku masuk menuju kamarku. Yuri langsung ganti baju dan langsung tiduran di kasurku. Aku hanya duduk diam di meja belajar.
“Sunny-aa… selamat malam.. aku tidur duluan.. “ kata Yuri dan langsung menutupi dirinya dengan selimut
“Selamat malam..” kataku pada Yuri.
Aku hanya duduk diam di meja belajarku. 10 menit berlalu. Sepertinya Yuri sudah terdidur. Aku mengambil sebuah kertas dan pensil dari meja belajarku. Aku menuju balkon kamarku dan duduk di kursi yang terletak disana.
Aku memang aneh. Aku memang berimajinasi terlalu jauh. Aku selalu menganggap sosok Sung Lee nyata. Padahal dia tak ada sama sekali di dunia ini. Dia hanya Imajinasiku, dia imajinasiku yang selalu hadir ketika aku kesepian.
Tanpa disadari aku mulai menggambar sebuah wajah di kertas yang tadi aku bawa. Aku menggambarkan wajah seorang Sung Lee yang sebenarnya tak pernah ada. Aku menatap gambar itu dan tersenyum.
Aku berdiri dari tempat dudukku. Dan kulihat bintang jatuh dari langit. Tanpa disadari aku menutup mataku. Dan memeluk kertas yang berisi gambar sosok Sung Lee
“Aku harap… Sung Lee akan menjadi nyata dikehidupanku” harapku kepada Tuhan lewat bintang itu
Ya.. aku berharap di dunia ini ada sosok Sung Lee yang sesungguhnya. Agar aku tak berimajinasi terlalu jauh terus menerus. Tapi.. akankah permohonanku terkabul?? Aku tak tahu itu. Tapi aku berharap itu bisa terkabul. Agar rasa kesepianku ini bisa berkurang walaupun hanya sedikit saja…
__Bersambung__
For The First Time part 2
Main Cast : Sunny , Sungmin, Key, Yuri, Lee Hong KiOther : SNSD, Super Junior, SHINee, FT Island
“Sunny-aa.. bangunlah!!!” Suara itu makin keras terasa di telingaku
“Aishh!!! anak ini!!! bangunlah.. mengapa kau tidur disini?” Sosok itu menguncang-guncang tubuhku yang masih jauh dari alam sadar
“Akh!!!!” Aku menjerit kesakitan karena tubuhku terlempar kelantai.
Perlahan aku membuka mataku. namun tubuhku masih tergeletak tak berdaya di lantai. Aku melihat sosok wanita dihadapanku yang sedang menatapku cemas.
“Yuri-aa.. ada apa?” tanyaku setelah sadar gadis itu adalah Yuri
“Yang seharusnya bertanya itu aku.. kenapa kau tidur di balkon kamarmu? bukankah kau akan tidur di kamar orang tuamu?” heran Yuri yang menarik tanganku untuk membantuku bangun.
“Mmm? aku tidur di balkon?”
Aku melebarkan mataku. Udara disini begitu dingin. Ah.. dan sekarang aku baru tersadar bahwa aku ketiduran di balkon ini. Aku tak tahu mengapa aku bisa tertidur disini. Seingatku tadi malam aku duduk di kursi balkon sambil berandai-andai Sung lee bisa menjadi kenyataan. Sampai aku tak sadar bisa tertidur disini.
“Iya.. tadi ketika aku baru bangun aku kaget setengah mati melihatmu tidur disini.. aigoo berarti semalaman kau berada disini?” tanya Yuri lagi setelah aku kembali ke alam nyata ini
“Mm.. aku juga tak tahu mengapa aku bisa tidur disini.. sudahlah.. yang penting aku tak apa-apa” Jawab diriku kepada Yuri
“Hey.. kau mau kemana.. tumben pagi pagi sudah rapih?” tanyaku lagi kepada Yuri
“Oh.. aku akan mampir ke Yongsan Electronics market bersama Hong Ki. katanya Hong Ki akan membeli Laptop baru. Karena yang lama dicuri oleh kakaknya…” jawab Yuri menjelaskan
“ohhh… begitu” kataku sambil menguap
“kau mau ikut, tidak?” tanya Yuri kepadaku
“Mm? Boleh boleh, aku ikut, aku bosan di rumah”
“ya sudah… cepat mandi dan rapihkan dirimu kita akan berangkat 1 jam lagi”
“1 jam lagi?? hey, aku membutuhkan 2 jam untuk membersihkan diriku!” omelku kepada Yuri
“Aiisssshh.. kalau begitu kurangi waktumu untuk membersihkan dirimu itu.. ayo cepat mandi, sana… ”
“Iya iya.. aku akan mandi sekarang…”
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Dan segera membersihkan diri dengan secepat kilat. Bisa gawat jika aku telat. Pasti Yuri bisa ngomel panjang lebar. Temanku yang satu itu memang gila pada ketepat waktuan.
***
“Hey Lee Hong Ki.. kita sudah berputar-putar selama 500 kali disini.. mengapa belum juga kau dapatkan laptop keinginanmu itu??” keluh Yuri kepada Hong Ki yang sedang jalan melihat-lihat semua konter sambil memakan ice cream
“Sabarlah sedikit… aku memang harus teliti memilih laptop.. jadi harap maklum jika aku lama memilih…” jawab Hong Ki cuek kepada Yuri
“Kalau begitu cepatlah sedikit.. aku bosan berada disini..” kata Yuri lagi
“Kalau begitu juga… SABARLAH!!!!” Hong Ki bicara kepada Yuri dengan mulut penuh ice cream yang sekarang bermuncratan ke muka Yuri
“HEY.. Lee Hong Ki.. JANGAN NGOMONG PAKAI MUNCRAT BISA, TIDAK??” Yuri bicara menyentak ke arah muka Hong Ki.
“Oke oke… maka dari itu.. berhentilah menyuruhku cepat-cepat memilih laptop!!” kata Hong Ki judes
Aku hanya diam membisu dan berjalan disamping mereka yang sedang asyik adu mulut.
“Ommo.. wuahh laptop itu bagus…” Hong Ki berlari menuju toko laptop di ujung sana
“Hey Lee Hong Ki.. tunggu kita” Yuri berlari ke arah Hong Ki
Aku hanya menghela nafas melihat tingkah mereka berdua. Yuri yang sedang berlalri menuju Hong Ki membalikan badannya ke arah diriku.
“Sunny-aa.. kau mau ikut, tidak??” teriaknya dari jarak 15 meter dari diriku
“Aku tunggu di sana saja…” Aku menunjuk restoran yang tak jauh dari toko laptop tersebut
Yuri hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya tanda setuju. Akupun langsung berjalan menuju restoran Jepang yang berada tak jauh dari sana. Aku duduk di meja restoran tersebut dan menatap Hong Ki dan Yuri yang jelas-jelas sedang melakukan adu mulut lagi di toko itu.
Hmmm.. perasaan kesepian itu mengahantui diriku kembali. Aku menyesal tidak ikut bersama Yuri dan Hong Ki ke toko itu. Walaupun aku harus mendengar suara adu mulut antara mereka berdua. Setidaknya aku tidak kesepian disana.
Tapi aku malas menghampiri mereka. aku sudah terlanjur duduk di sini. Aku menengok kiri kanan suasana restoran ini. Ramai. itulah satu-satunya kata untuk keadaan restoran ini. Lalu? mengapa aku merasa kesepian? entahlah.. kau boleh menganggapku aneh.. karena aku memang aneh.
“Mau pesan apa, mbak?” kata seorang pelayan wanita kepadaku
“Nanti saja.. ” Senyumku kepada pelayan itu
Si pelayan langsung pergi meninggalkan diriku. Aku kembali melihat-lihat suasana restoran ini. dan aku menatap kaget kepada salah satu segerombolan pria yang sedang berkumpul di pojok restoran.
Aku mengerjapkan mataku. Dan mengusap-ngusapkan tangan kepada mataku. Tidak.. tidak.. penglihatan aku ini mungkin sudah tak waras.
Aku kembali menatap seorang pria yang sedang mengobrol dan tertawa bersama teman-temannya di pojok sana. Itu terlihat nyata bagiku.. tapi.. apakah penglihatan ini benar adanya?? tidak tidak.. ini tak mungkin. Bagaimana bisa dia mengobrol dengan manusia selain diriku??
“Maaf mengganggu mbak…” Kataku menghentikan seorang pelayan yang berjalan dihadapanku
“Iya… ada apa ya?” pelayan itu tersenyum ke arahku
“Apakah kau bisa melihat sosok lelaki yang ada disana?” Aku menunjukan seorang lelaki memakai kaos kotak-kotak yang sedang berbincang-bincang bersama temannya
“Hmm?? iya saya bisa melihatnya.. memangnya mengapa?” tanya pelayan itu kebingungan
“Tidak.. tidak apa-apa”
Sang pelayan tersenyum dan meninggalkan diriku sendirian sambil kebingungan.
Aneh.. mengapa pelayan tadi bisa melihat dia??? Sung Lee. Ya. Itu Sung Lee. Pria yang berbaju kotak dan sedang berbincang itu adalah sosok Sung Lee. Sosok imajinasi diriku. yang hanya bisa dilihat olehku.
“Sunny-aa….!!!” Hong Ki mengagetkan diriku
“Kau sedang apa disini??” tanya Hong Ki yang langsung duduk dihadapanku
aku tak menghiraukan pertanyaan Hong Ki. Aku terus memandangi sosok itu. Sosok Sung Lee yang sekarang terasa nyata bagiku.
Hong Ki kebingungan dan melirik ke arah tempat aku melihat sosok Sung Lee.
“hey.. bukannya itu kakak kelas kita?” tanya Hong Ki pada dirinya sendiri
“Mm? yang mana?” aku menjawab perkataan Hong Ki
“Itu.. 5 orang lelaki yang sedang duduk disebelah sana..” Tunjuk Hong Ki kepada kursi dimana sosok Sung Lee duduk bersama 4 orang lelaki
“Mwo?????” kagetku karena tak mungkin Sung Lee bisa dilihat oleh Hong Ki. Dan juga mana mungkin Sung Lee itu kakak kelas diriku. Dia hanya imajinasiku.
“Hong ki-aa… kau bisa melihat lelaki yang memakai baju kotak-kotak disana? yang salah satu dari kakak kelas kita?” tanyaku pada Hong Ki
“Mm?” Hong Ki melihat ke arah tempat duduk kakak kelas kami. Dan melanjutkan perkataannya. “Oh.. yang baju kotak-kotak dengan ramput poni samping itu? ya ya.. tapi sepertinya dia bukan kakak kelas kita.. aku belum pernah melihatnya.. “ jawab Hong Ki
“ta tapi kau bisa melihat orang itu…?” kataku tak percaya
“Ya bisalah.. memangnya dia hantu??” jawab Hong Ki tanpa melihatku
Tidak.. ini tak mungkin… mengapa Sung Lee bisa dilihat semua orang termasuk Hong Ki? bukankah dia hanya imajinasiku saja? Yang hanya bisa melihat dia hanyalah aku. Ini aneh.. benar benar aneh.. apakah mungkin sosok Sung lee sudah menjadi kenyataan? Tapi ini tak mungkin terjadi… karena itu hal yang sangat tak mungkin…
“HEY…. LEE HONG KI!!!!!!!!!!!!!” Tiba-tiba Yuri datang berteriak dan menjitak kepala Hong Ki.
“Hey… tak usah sambil menjitak kepalaku segala, bisa tidak??” kata Hong Ki yang mengusap-ngusap kepalanya yang kesakitan
“Aishhh… dari tadi aku mencarimu… mengapa kau meninggalkan aku di toko itu??” Yuri duduk disampingku
“Itu karena kau lama sekali. Dan aku juga malu membawamu yang selalu histeris disaat melihat barang-barang yang menurutmu ‘Bagus’ .ya sudah aku meninggalkan kamu!!!” kata Hong ki cuek
“Dasar…. kau seharusnya berterimakasih kepadaku karena sudah mengantarmu membeli laptop yang kau inginkan!!!” kata Yuri lagih
“Siapa juga yang memintamu mengantarku?? kau saja yang merengek ingin ikut!!!” balas Hong Ki kepada Yuri
Yuri melotot ke arah Hong Ki. Yuri kehabisan kata-kata untuk melawan Hong Ki. Aku hanya duduk diam memperhatikan mereka yang sedang beradu mulut.
Aku hanya menghela nafas lagi melihat mereka. Ketika menengokkan kepalaku ke arah meja kakak kelasku duduk. mereka sudah tidak ada. Meja itu sudah kosong. Kini hanya ada pelayan yang sedang membereskan meja tersebut. Sosok Sung Lee juga ikut menghilang dari sana.
“Sunny-a…..!!!! lebih baik kita pulang saja!!!!” Yuri menarik-narik lenganku
“Loh.. kenapa??” tanyaku
“Aku tak ingin bersama anak ini!!!! Dia tak tahu berterimakasih!!!” Kata Yuri yang melotot sinis ke arah Hong Ki
Tanpa basa basi. Yuri menarik tanganku dan menyeretku keluar dari restoran Jepang Itu dan meninggalkan Hong Ki.
Walaupun kita sudah jauh dari Hong Ki. tapi tetap saja aku bisa mendengar keluhan Hong Ki kepada Yuri
“Aishhh.. kau ini.. KALAU MAU PERGI… PERGI SAJA!!!” Hong Ki berteriak tanpa peduli dengan banyak mata yang menatapnya
***
Ke esokan harinya di sekolah….
Aku berjalan lunglai di koridor sekolah. Aku masih memikirkan sosok Sung Lee. Aku benar-benar tak percaya bahwa dia nyata. Apa benar permohonanku agar Sung lee nyata terkabul??
Langkahku terhenti seketika… Aku melihat sosok Sung Lee dihadapanku. tanpa basa basi aku menghampirinya
“Sung Lee-aa… kau.. kau mengapa bisa disini?” tanyaku kepada dirinya yang hanya menatapku dengan wajah *Siapa orang ini?*
“Maaf.. saya bukan Sung Lee.. saya Sungmin..” kata orang itu
“Tidak… kau Sung Lee.. kau bukan Sungmin” kataku kepada dirinya
“Maaf.. aku benar-benar bukan Sung Lee.. namaku Sungmin, mengerti?” kata orang yang mengaku Sungmin dengan agak sedikit judes
Aku menatap heran Sungmin yang juga sedang menatapku aneh. Tanpa fikir panjang aku langsung menampar orang yang bernama Sungmin itu. Aku hanya ingin memastikan dia nyata atau tidak. kalau dia tak merasakan apa-apa berarti dia Sung Lee. kalau dia kesakitan berarti dia Sungmin
“Au!!! apa-apaan kau ini?? menamparku sembarangan.. gadis aneh!!!” jawab Sungmin yang langsung pergi meninggalkan diriku
Ternyata dia nyata. Dia bukan Sung Lee. Sifatnya juga beda dengan Sung Lee imajinasiku. tapi wajahnya sangat mirip…
Aku berbalik dan berjalan lagi melewati koridor sekolah yang sudah sepi.
BRUUKK!!!!
Aku menabrak seorang lelaki. Lelaki itu hanya menatapku dengan tatapan kosong.
“Maaf.. aku tak sengaja..” Aku meminta maaf kepada lelaki itu
“Tak apa-apa” Lelaki itu tersenyum kepadaku
Aku mebalas senyumannya dan langsung pergi meninggalkannya.
“Tunggu!!!” Teriak lelaki itu ke arahku
Aku membalikan tubuhku dan melihat lelaki itu berlari kecil ke arahku
“kau Sunny, bukan?” tanya lelaki itu
“I.. iya. Mengapa kau tahu namaku?” balasku karena aku tak mengenal lelaki itu
“Aku Key, sudahlah… soal darimana aku tahu nama dirimu itu tak penting” Jawab lelaki yang ternyata bernama Key
“Ooh… tapi.. ada apa kau memanggilku?” tanyaku lagi
“Tidak ada.. hanya ingin mengatakan..selamat impianmu sudah terkabul sekarang..” katanya membuatku heran
“Maksudmu??”
“Yang tadi kau temui bukan Sung Lee. Tapi itu Sungmin, kakak kelas baru-mu” Senyum Key kepadaku
“Kau.. kenapa kau tahu Sung Lee???” kataku heran
Seorang lelaki berseragam seperti diriku yang ternyata bernama Key itu hanya diam dan tak menjawab. Aku heran dengan dirinya. Siapa dia? Mengapa dia tahu Sung Lee? dan bagaimana bisa dia mengucapkan “Selamat Impianmu sudah terkabul”. Aku benar-benar tak tahu siapa lelaki yang bernama Key itu.
__ Bersambung__
For The First Time part 3
Main cast : Key-Sunny-Sungmin
Other : SHINee-SNSD-Super Junior-FT Island
For The First Time part 4
Main Cast : Sunny~Key~Sungmin
Other : Yuri SNSD ~Hong Ki FT Island~Lee Joon MBLAQ
“Ini adalah tempat terakhir yang akan aku kunjungi ketika aku pergi….” Senyumnya kepada diriku.“Pergi darimana??” bingungku
“Pergi dari kehidupanmu” ucap Key membuatku kaget.
“Maksudmu??” tanyaku bingung karena aku tak mengerti maksud dari perkataannya
“Nanti juga kau akan tahu sendiri..” jawabnya sambil tersenyum
“Sebenarnya siapa kau ini???” ucapku agak marah kepada Key
“Siapa diriku itu tidak penting…. cepat atau lambat, pasti kau tahu jawabannya”
Aku hanya menghela nafas mendengar jawabannya. Sudah aku duga, dia pasti menjawab seperti itu. Mataku masih memandang pemandangan Danau yang indah itu, namun entah mengapa hatiku seakan ingin mengetahui segalanya tentang Key.
“Sunny~aa… aku harus pegi.. sampai jumpa lagi” kata Key segera meninggalkan aku
“Tunggu…” aku menghentikan langkahnya
“Ada apa?” jawab Key sambil membuat senyum di sekitar bibirnya
“Apakah besok kita bisa bertemu? Maksudku.. ada yang harus aku katakan kepadamu..” entah mengapa aku berkata seperti itu. Aku bersumpah bahwa kata kata itu keluar sendiri dari mulutku tanpa aku sadari.
“Baiklah… besok kita bertemu di taman sekolah saja… sampai jumpa..” Key tersenyum lalu melambaikan tangannya dan langsung meninggalkanku.
Aku menatap kepergiannya. Dan entah mengapa aku tersenyum ketika tahu besok aku akan bertemu dengannya lagi. Dia selalu menunjukan sisi misterius yang membuatku tak tahu siapa dia sebenarnya. Namun, aku rasa aku menyukainya.
****
CEKLEK!!!
Aku membuka pintu rumahku dan masuk kedalamnya. Waktu sudah menunjukan pukul 01.34 pm. Sudah sangat malam rupanya. Pesta tadi mebuatku benar benar lelah. Tadinya aku berniat pulang pukul 11, tapi Hongki dan Yuri menyuruhku untuk mengikuti pesta lebih lama lagi. Yah, aku tak bisa menolak dan hanya menuruti keingiinan mereka saja.
“Dari mana saja kau?? Apakah kau sadar ini sudah pukul berapa??” Tanya seorang lelaki yang ada di depanku
“Bukan urusanmu…” Aku berjalan melewatinya
“KAU!!! JAWABLAH PERTANYAANKU!!!!” lelaki itu menahan tanganku dan mebentakku. Aku sungguh tak suka ini.
“Untuk apa?? memangnya penting??” aku melepas paksa tanganku dari genggamannya.
“HEY…AKU INI KAKAK-MU!!! JADI AKU PERLU TAHU KAU HABIS DARI MANA SAMPAI PULANG SELARUT INI” kata lelaki itu masih menggunakan nada membentak.
“Lee Joon oppa… ini bukan urusanmu.. jadi sudahlah.. aku ingin ke kamar.. aku capek. Aku tak ingin berdebat denganmu.” aku melangkahkan kakiku menuju kamar dan meninggalkan Lee Joon oppa tanpa mempedulikan ocehannya.
Aku merebahkan tubuhku di kasur. Aku menghela nafas untuk menghilangkan lelah ini. Dan aku tak menyangka Lee Joon oppa ternyata sudah pulang ke Korea. Apa orang tuaku yang mengirimkannya untuk membuatku repot disini?? Hmmm aku tak suka dengan kehadirannya
Lee Joon oppa adalah kakakku. Umurnya denganku hanya beda 2 tahun. Sebenarnya dia tinggal dan bersekolah di Jepang bersama kedua orang tuaku. Namun dia sering mengunjungiku ke Korea. Mungkin dia disuruh kesini oleh orang tuaku.
Ya, orang tuaku semuanya sedang sibuk dengan urusannya sehingga tak ada waktu untuk mengurusku, jadi mungkin mereka mengutus Lee Joon oppa untuk mengurusku.
Sebenarnya aku tak suka dengan kehadiran Lee Joon oppa disini. Setiap kali dia disini, pasti dia akan terus mengomeliku dan selalu ingin tahu kegiatanku. Aku risih dengan sikapnya yang menurutku over protective itu.
~Cheoeumbuteo nae sarangingeolyo Chagaun naemame ddaseuhi bichujyo~
Terdengar suara ponselku berbunyi. Aku segera meraihnya. Terlihat nomor yang tidak aku kenal di layar ponsel. Aku sedikit bingung namun akhirnya aku mengangkatnya.
“Yoboseo??” kataku sambil menempelkan ponsel ke telinga
“Sunny~aa… ini aku Sungmin..” ucap Sungmin disebrang sana
“Ahh oppa… bagaimana kau bisa tahu nomor ponsel milikku?” tanyaku kepada Sungmin
“Mmm aku tahu dari Hong Ki…”
Aku hanya mengangguk. Tak tahu mengapa rasanya aku mulai mengantuk.
“Kau belum tidur? Atau apakah aku mengganggu tidurmu?” ucap Sungmin lagi
“Ahhh tidak oppa… aku memang belum tidur kok, jadi santai saja..” jawabku sambil mengantuk
“Sunny~aa.. ada yang ingin aku tanyakan kepadamu.. ”
“Apa itu??” jawabku sambil menguap
“Apa kau sudah mengantuk?? kalau begitu aku bertanya lain kali saja, takut mengganggumu..”
“Tidak oppa… aku tak mengantuk, kalau ingin bertanya, bertanya saja sekarang. Tidak apa apa, kok.” kataku berbohong padahal mungkin mataku sudah meminta ditutup.
“Ahhh sudahlah, aku bertanya besok saja… Ini sudah malam, kau harus istirahat. Selamat malam Sunny.” kata Sungmin langsung menutup ponselnya.
Akupun langsung memejamkan mataku. Aku tertidur masih dengan menggenggam ponsel di tangan.
****
Aku menuruni tangga dengan terkantuk kantuk. Sebenarnya aku masih lelah karena pesta yang diadakan sampai lewat tengah malam kemarin. Tapi harus bagaimana lagi? sekarang aku harus pergi sekolah karena hari ini ada ulangan. Dan yang lebih sialnya lagi, aku belum menghafal untuk ulangan tersebut. Hmm aku harus pasrah menghadapi ulangan sialan itu.
“Makan dulu, aku sudah siapakan nasi goreng kesukaanmu…” kata Lee Joon oppa lebih ramah kepadaku.
Aku langsung menghampirinya yang sedang duduk di meja makan. Dan aku duduk di kursi yang berada di depannya.
“Sekarang jawablah pertanyaanku, semalam kau dari mana? Kenapa pulangnya selarut itu?” tanya Lee Joon oppa
“Sudah aku bilang itu bukan urusan oppa…” kataku ketus dan langsung memakan sarapanku.
“Bagaimana bisa itu bukan urusanku?? kau adalah adikku. Jadi sebagai kakakmu, aku berhak mengetahui itu..” jawab Lee Joon oppa yang terlihat sedang menahan amarahnya.
“Iya.. aku memang adikmu.. tapi aku bukan adik kandungmu.. jadi itu bukan urusanmu..” jawabku ketus
“Sunny~aa…. walaupun kau bukan adik kandungku…tapi aku ini masih peduli denganmu… aku masih menyangimu selayaknya kau adik kandungku. Orang tuamu juga begitu. Kau harus tahu itu…Jadi aku mohon, berhentilah bersikap seakan akan aku ini bukan siapa siapa untukmu” Ucap Lee Joon oppa panjang lebar
“Benarkah??? Kalau memang orang tuaku, tidak, orang tua angkatku masih menyayangiku, mengapa mereka selalu sibuk dengan urusannya dan tak pernah menyisakan waktu mereka untukku??.. dan mengapa mereka selalu mengutusmu untuk melihat keadaanku??? Mengapa bukan mereka saja langsung yang melihat keadaanku???” air mataku mulai berjatuhan
“Sunny~aa… itu karena mereka sangat sibuk. Orang tuamu tidak pernah pergi ke Korea untuk mengunjungimu bukan berarti mereka tak sayang padamu. Dan perlu kau tahu, kami sangat mencintaimu dan menganggapmu sebagai anak kandung mereka dan juga adik kandungku”
“Jujur. Aku tak ingin tinggal bersama kalian. Aku ingin bertemu keluargaku yang sebenarnya…” ucapku dengan air mata yang terus keluar dari mataku.
“Sunny~aa….” Lee Joon oppa menatapku sedih
“Aku sudah telat. Aku harus pergi ke sekolah sekarang”
“Apa perlu aku antar??” Tawar Lee Joon oppa
“Tidak. terimakasih.” jawabku langsung pergi meninggalkan Lee Joon oppa.
Ya. Aku ini hanya sekedar anak angkat. Lee Joon oppa bukan kakak kandungku. Ketika aku berumur 13 tahun, orang tuaku menceritakan semua ini padaku. Bahwa aku bukan anak kandung mereka.
Orang tauaku mengatakan bahwa mereka menemukanku tergeletak tak berdaya di pinggir jalan ketika aku masih kecil. Mereka tak tahu harus bagaiamana karena mereka tak tahu dari mana asalku. Mereka hanya menemukan kalung yang bertuliskan namaku yaitu “Lee Soon Kyu”. Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsiku.
Walaupun mereka berkata bahwa mereka akan selalu menyayangiku sebagai anak kandungnya, tapi tetap saja aku tak bisa menerima kenyataan ini. Aku ingin menemukan keluargaku yang sesungguhnya, aku ingin tahu darimana aku berasal. Aku benci jika seperti ini. Aku tidak ingin mempunyai status anak “Adopsi”.
Aku terjatuh di jalan ketika sedang berjalan menuju sekolahku. Aku ingin teriak jika sudah mengingat masalah ini. Aku menangis keras bagaikan orang gila. Aku merasa tak ingin hidup seperti ini. Aku ini adalah orang aneh yang tak pantas menginjakan kaki di bumi ini. Aku benci hidupku!!!
“Sunny~aa…. kau kenapa??” seorang lelaki menghampiri diriku
“Key…?” aku tersenyum sedikit ditengah tangisku ketika melihatnya
“Kenapa kau ini?? ayo.. aku bantu kau berdiri..” Key mengangkat tubuhku yang seperti tak bernyawa ini
BRUKK!!!!
“Sunny~aa…!!!!!” aku mendengar teriakkan Key cemas ke arahku
Perasaanku tak karuan. Aku merasa dunia berputar putar. Aku merasa kepalaku akan segera pecah. Dan semuanya menjadi gelap seketika.
****
“Sunny..” aku mendengar suara Sungmin oppa memanggilku
“Sunny.. aku mohon sadarlah..” Entah mengapa aku merasakan tangan Sungmin oppa menggenggamku
Perlahan aku membuka mata. Dan benar saja, aku melihat Sungmin oppa terlihat cemas yang sedang duduk disebelah tempat tidur sambil memegang tanganku.
“Sunny… kau tak apa apa?? syukurlah kau sadar” senyumnya kepadaku
“Oppa.. aku dimana??”
“Kau di rumah sakit. Ketika aku dalam perjalanan menuju sekolah, aku menemukan kau tergeletak dijalan..” kata Sungmin menjelaskan
“Begitukah??? Lalu dimana Key?? Kurasa tadi dia bersamaku” tanyaku karena tadi aku bersama Key
“Key?? siapa itu?? Di jalan kau tergeletak pingsan sendiri… tak ada siapa pun” jawab Sungmin oppa
“Begitukah??”
Aku bingung. Kemana perginya Key? bukankah tadi aku sempat bersama Key? Dan bukankah aku pingsan ketika aku bersama Key? Atu mungkin itu hanya halusinasiku saja? Karena tadi aku terlalu banyak masalah dan berharap bisa bertemu Key??
“Ahhh Lee Soon Kyu…. rupanya kau sudah sadar” kata Yuri tiba tiba sudah berlari ke arahku dan memeluk diriku
“Lee Soon Kyu???” tanya Sungmin oppa heran
“Ahhh… iya hyung. Lee Soon kyu itu nama asli Sunny. Kalau Sunny sih hanya nama panggilan dia saja…” kata Lee Hong Ki yang barusan baru datang dengan Yuri
“Be be benarkah???” ucap Sungmin serius ke arahku
“Iya.. memangnya kenapa oppa??” tanyaku pada Sungmin
“Tidak. Hanya saja namamu mirip sekali dengan adikku yang telah lama hilang..” jawab Sungmin terlihat sedih. Dan entah mengapa hatiku merasa bahwa aku memiliki hubungan dengan Sungmin oppa.
_Bersambung__
For The First Time part 5
Aku hanya terdiam menatapnya. Laki laki ini, tiba tiba kepalaku sakit entah mengapa. Aku rasa aku mengingat sesuatu, tapi apa itu?
“Ahh… mungkin nama Soon Kyu itu banyak hyung…” kata Hong Ki kepada Sungmin
“Hahaha… iya juga ya?” Sungmin tersenyum
“Omo~~ ini sudah jam 5 sore. Aku harus pulang, ibuku pasti menunggu..” kata Yuri yang kaget
“Jam 5 sore?? Memangnya berapa lama aku tak sadarkan diri?” heranku
“Kau tak tahu? Kau itu sudah berbaring disini selama 9 jam. Itu yang membuat kita khawatir….” kata Hong Ki menjelaskan
“Aigo~~ lama sekali..”
“Hahaha.. sudahlah yang penting kau sudah sadar sekarang” Sungmin tersenyum kepadaku semanis mungkin. Entah mengapa senyumnya membuatku tenang.
” Ya sudah.. Sunny~aa.. aku pergi dulu ya? Nanti aku jenguk kau lagi.. Bye” Kata Yuri seraya meninggalkan ruangan. Namun, belum juga 5 menit berlalu langkahnya terhenti
“Hong Ki~aa.. kenapa kau masih disini?’ tanya Yuri pada hong Ki yang masih diam ditempat
“Lha.. memangnya kenapa?” tanya Hong Ki polos
“Aishh.. kau itu harus mengantarku pulang.. tadi pagi kan kau sudah berjanji kepadaku akan mengantarku pulang, bukan?”
“Kapan aku berjanji seperti itu?”
“Aishh.. dasar kau ini…. sudahlah aku pulang sendiri saja” Yuri marah dan langsung pergi meninggalkan ruangan dengan kesal
“Ya~~ Yuri~aa… jangan marah.. aku benar-benar lupa.. Jagiya~~ tunggu aku..” Hong Ki langsung lari terbirit birit mengejar Yuri
“Jagiya???” Heranku
Sejak kapan Hong Ki memanggil Yuri dengan sebutan itu? Dan dan.. apa jangan jangan mereka sudah menjadi sepasang kekasih tanpa sepengetahuanku? aishhh tega sekali mereka berdua
“Hey… kenapa kau diam saja” Sungmin mengagetkan diriku
“Tidak.. hanya saja aku bingung dengan mereka berdua”
“Bingung kenapa?”
“Rasanya aneh bila Hong Ki memanggil Yuri dengan sebutan *Jagiya*” kataku sambil menekankan kata *Jagiya*
“Mengapa aneh? Mereka kan sepasang kekasih”
“MWO????” kagetku
“Kau belum tahu?” heran Sungmin
“Mereka tidak memberitahuku.. aishhh mereka kejam sekali.. aku ini padahal sahabat dekat mereka. Kenapa ketika mereka sudah menjadi pasangan kekasih mereka tak memberitahu ini kepadaku” omelku panjang lebar
“Hahaha.. Sunny~aa… mungkin mereka belum siap”
“Belum siap apanya? Ahh mereka jahat sekali… Mereka menganggap aku ini apa sih??” kesalku tak karuan karena tingkah Hong Ki dan Yuri yang menurutku sangat menyebalkan itu.
“Hey.. jangan marah seperti itu donk! nanti kau tambah sakit lagi..” ucap Sungmin sambil mengelus kepalaku
“Mianhae oppa.. aku hanya tak terima mereka seperti ini… harusnya kan aku diberi tahu” cemberutku makin kesal
Sungmin hanya tersenyum ke arahku.
Tak lama setelah itu. Seseorang masuk menuju ruang rawatku. Dan entah mengapa hatiku kaget dan juga senang melihat dia.
“Sore.. Sunny~aa” kata lelaki itu menghampiri aku dan Sungmin
“Sore.. Key.” senyumku mengembang memanggil namanya
Key membalas senyumku. Sungmin juga langsung memberi senyum kepada Key.
“Sunny~aa.. jadi ini Key yang kau cari..?” tanya Sungmin kepadaku
“Iya oppa… sebelum aku pingsan dia berada bersamaku. Tapi dia menghilang begitu saja..” kataku sambil melirik jengkel kepada Key
“Mianhae… Tadi aku ada keperluan. . jadi harus pergi. Lagipula waktu itu aku melihat mobil Sungmin. Jadi mungkin Sungmin akan menolongmu…” senyumnya lagi kepadaku
“Ya sudah.. tak apa-apa.. lagipula aku sudah selamat.”
Entah mengapa keadaanku merasa lebih baik setelah melihat kehadiran Key. Dan sebuah senyuman bagaikan tak bisa lepas dari bibirku ini jika melihat Key dihadapanku.
“Oh iya.. ada yang harus aku bicarakan dengan kalian berdua” ucap Key
“Tentang?” tanya Sungmin
Aku hanya menatap Key dengan penuh tanda tanya. Entah mengapa hatiku berubah panik seketika.
Key menatap aku dan Sungmin bergantian. Lalu dia tersenyum ke arah kami berdua.
“Kalian itu sebenarnya bersaudara”
“Maksudnya?” tanyaku dan Sungmin bersamaan.
“Sungmin~aa.. kau punya adik, bukan?”
“Iya.. tapi.. dia menghilang sejak umurnya 5 tahun..”
“Dan sekarang kau sudah menemukannya..” Kata Key sambil melihat ke arahku
“Hah! Itu tak mungkin.. aku.. aku.. sama sekali tak mengerti apa yang kau katakan..” ucapku kepada Key
“Sunny~aa… Sungmin itu kakak kandungmu” kata Key serius ke arahku
“Sungmin~aa… Sunny itu adikmu yang dulu hilang.. kini kau dipertemukan lagi dengan dia..” ucap Key kepada Sungmin
“Tidak.. ini tak mungkin…” gelengku tak percaya
Entah mengapa kepalaku terasa sangat sakit. Dan juga… terbesit selintas sebuah bayangan ketika aku kecil bersama seorang lelaki. Lelaki itu baik dan selalu melindungi diriku.
Rasa sakit di kepalaku ini makin menjadi. Kini terlintas sosok Sung Lee. Entah mengapa sosok imajinasiku itu hadir dalam kesakitanku ini.
Aku merasakan sakit yang makin menjadi. Dan entah mengapa kali ini terlintas sosok Sungmin oppa dalam fikiranku.
Bayangan bayangan itu mebuatku pusing. Sakit kepalaku ini tak bisa aku tahan. Dan aku bisa merasakan kenangan indah masa lalu itu lagi. sebuah kenangan yang bisa aku rasakan tapi tak bisa aku ingat.
Kenapa bisa ke 3 lelaki itu hadir difikiranku saat ini? Lelaki kecil itu, Sung Lee, dan kenapa juga Sungmin oppa hadir dalam fikiranku saat ini?
“Akhhh!!!!!!!!” aku teriak tak karuan karena merasakan sakit yang sangat mendalam
“Sunny~aa..”
Sungmin oppa langsung memelukku. Aku bisa merasakan dia cemas. Aku merasakan dia membelai rambutku dan menenangkan aku saat ini.
“Key.. panggilkan dokter.. segera. Keadaan Sunny sepertinya makin parah..” perintah Sungmin kepada Key
“Maaf.. aku tak bisa memanggil dokter.. biarkan Sunny seperti ini” kata Key terliaht sangat tenang. Berbeda dengan Sungmin yang sangat cemas kepada keadaanku.
“Ya~~ maksudmu apa? Tentu saja kita harus memanggil dokter.. ayolah panggil.. aku tak bisa membiarkan Sunny seperti ini…”
“Akhhhhhhhh…” teriakku karena perasaan sakit dikepalaku itu makin menjadi.
Sungmin mencoba memelukku dan menenangkanku. Tapi entah mengapa aku melepaskan pelukkannya. Aku tak mau dekat dengannya. Aku merasa, semakin dia mendekat kepadaku,sakit kepala ini makin menjadi.
“Sunny~aa.. tenang.. ini aku Sungmin.. Kau kenapa sunny~aa” Sungmin mencoba memelukku kembali dengan perasaan cemas.
Terbesit lagi bayangan ke 3 lelaki itu. Kepalaku serasa ingin pecah. Perlahan penglihatanku buram. Dan semuanya menjadi gelap.
***
~~ Sungmin’s Mind (POV) ~
Aku duduk di ruang tamu yang berada di rumah milik Sunny. Tadi Sunny pingsan kembali. Dan kini dia dirawat inap di rumah sakit.
Tapi mengapa aku malah berada di rumahnya?
Itu karena aku akan menemui kakak angkat Sunny. Karena, tadi Key menjelaskan semuanya tentang hubunganku dengan Sunny. Dan aku rasa aku harus memastikan perkataan Key benar atau tidak dengan datang ke rumah ini.
“Jadi.. sebenarnya kau mau apa kesini?” tanya Lee Joon sedikit jutek
“Aku ingin menanyakan sesuatu..”
“Tentang?”
“Ini tentang Sunny”
lelaki itu langsung terperanjat kaget. Sebenarnya, dia belum tahu kalau Sunny sedang sakit dan sedang dirawat inap di RS.
“Kenapa dengan adikku?” tanya Lee Joon yang mulai cemas
“Maksudmu adik angkatmu, bukan?”
Lee Joon kaget dengan pernyataanku. Dia memandangku dengan serius.
“Bagamana bisa kau tahu?” tanya dia kepadaku lagi
“Apakah waktu dulu orang tuamu menemukan Sunny tergeletak tak berdaya di daerah terpencil di Seoul sejak Sunny berumur 5 tahun? Lalu kalian memutuskan untuk mengadopsi dia?” tanyaku langsung kepada Lee Joon tanpa peduli pertanyaannya
“Sebentar.. kau belum menjawab pertanyaanku.. dan kenapa kau bertanya seperti ini?”
“Tolong jawab pertanyaanku…” kataku tajam ke arah Lee Joon
Lee Joon menghela nafas panjang. Dia memandangku dengan penuh tanda tanya dalam hatinya.
“Ya.. itu semua benar.. lalu, apakah kau sekarang bisa menjelaskan kenapa kau tahu semua ini?” tanya Lee Joon kembali
Aku tak menghiraukannya. Aku mengambil sesuatu dari saku celanaku. Aku mengeluarkan sebuah kalung berlian. Dan aku menunjukan kalung ini kepada Lee Joon.
“Apakah kau teringat sesuatu tentang Sunny dengan melihat kalung ini?”
Lee Joon menatapku heran. Namun, Lee Joon kembali menatap kalung yang berada di tanganku. Lee Joon terlihat ingat sesuatu dengan melihat kalung berlian yang bertuliskan namaku yaitu “Lee Sungmin”
“Kalung itu… mirip dengan kalung milik Sunny.. Hanya saja milik sunny bertuliskan “Lee Soon Kyu” bukan “Lee Sungmin” ” jawab Lee Joon mebuatku tersenyum
Aku meletakkan kalung itu ke saku kembali. Aku tersenyum bahagia dan juga dengan perasaan tak percaya yang mengelilingi hatiku. Jawaban Lee Joon tadi membuatku percaya atas penjelasan Key.
“Ya~~ sekarang kau harus jawab pertanyaanku.. Kau ini siapa? kenapa datang datang langsung bertanya seperti itu?” tanya Lee Joon penuh dengan wajah ingin tahu kepadaku
“Perkenalkan… Aku sungmin.. kakak kandung Sunny”
Lee Joon hanya tersentak kaget dan tak percaya mendengar perkataanku.
__Bersambung__
For The First Time part 6
For The First Time Part 7 (End)
Aku berusaha mencerna perkataan Key tadi siang. Hari terakhir?? berarti setelah hari ini berlalu aku tak akan bertemu dengan dia lagi?? Tapi.. aku belum tahu siapa dia sebenarnya.. dan aku juga belum sempat untuk memiliki dirinya.
“Ini adalah tempat terakhir yang akan aku kunjungi ketika aku pergi….”
Dia.. dia berkata seperti itu ketika di danau belakang Cafe. berarti.. dia sedang berada disana sekarang?? Mungkinkah??
Aku langsung beranjak dari tempat tidurku. Aku menyalakan semua lampu di kamarku.
Jam 12 malam. Apakah mungkin? Apakah mungkin Key berada di danau itu??
Tanpa berfikir panjang dan tanpa mengganti pakaianku ini. Aku langsung keluar kamar.
Aku menuruni tangga dan sampai di ruang tengah. Disana ada Sungmin oppa yang sedang menonton TV.
“Sunny~aa” kata Sungmin setelah melihatku
“Oppa.. antar aku ke Cafe..” pintaku langsung
“Cafe? Cafe mana??” tanya Sungmin oppa
“Itu.. Cafe yang dulu pernah dijadikan tempat ulang tahun Hong Ki. Kau ingat, oppa??”
“Ohh itu. Ingat. Tapi.. kenapa malam malam begini kau mau kesana?”
“Oppa.. antar aku saja. Akan aku jelaskan nanti” Mohonku kepada Sungmin oppa.
Sungmin oppa terlihat ragu. Namun, akhirnya dia mengangguk setuju mengantarku.
***
Aku berlari ketika sampai di Cafe itu. Sungmin oppa aku suruh tunggu di mobil. Dan akan aku jelaskan semuanya nanti.
Nafasku tak teratur ketika aku sudah berada di depan pintu Cafe. Namun, cafe itu sepi dan sudah gelap. Mungkinkah Cafe itu tutup?? Tidak. Ini tak boleh terjadi.
Aku menengok kanan kiri. Siapa tahu ada orang yang bersedia membukakan pintu Cafe ini.
Dan Tuhan mengabulkan permintaanku. Aku melihat lelaki kekar yang baru keluar dari pintu sebelah pintu utama Cafe. Aku menghampirinya dengan secepat kilat.
“Maaf… bisa bicara sebentar??” tanyaku langsung
“Nuguseyo??” tanya lelaki itu
“Aku Sunny.. aku harus ke danau untuk bertemu dengan seseorang… sekarang!!! aku mohon.. ini sangat penting…” pintaku dengan ngotot
“Sunny? Ke danau? kau mau bertemu siapa?? Di dalam sudah tak ada orang” jawab lelaki itu lagi
“Aku akan bertemu Key. Maksudku.. Dia hanya bisa dilihat olehku.. yah begitulah.. terserah kau mau menganggapku aneh atau apa.. tapi aku mohon.. izinkanlah aku masuk” cerocos diriku
“Key…?” tanya lelaki itu lagi
Aku mengangguk.
Lelaki itu menatapku. Dia memperhatikan diriku. Namun, setelah itu senyumnya mengembang. Entah apa alasannya sehingga dia bisa tersenyum seperti itu.
“Silahkan… aku akan menunggumu sampai kau selesai bicara dengan dia…” kata lelaki itu lagi
Aku ingin bertanya kepada lelaki itu. Apakah dia juga mengenal Key? Tapi aku tak ada waktu. Aku langsung tersenyum kepadaya dan langsung melesat masuk kedalam Cafe.
Setelah berlari dengan terburu buru. Akhirnya, aku sampai juga di danau ini. Tapi aku tak melihat sosok seorangpun disini.
“Pakai jaket kalau mau kesini malam malam…”
Spontan aku langsung menoleh ke arah suara.
Senyumku mengembang melihat wajahnya lagi. Key. Dia ada dihadapanku. Kaki ini rasanya ingin berlari dan segera memeluknya.
Aku langsung berlari ke arahnya.
“Stop!!! jangan dekati aku… ” perintahnya membuat langkahku terhenti
Key tersenyum ke arahku. Dan aku menatapnya dengan heran
“Key.. siapa..”
“Aku akan jelaskan semua ini sekarang..” ucap Key memotong perkataanku
Aku hanya terdiam menunggu penjelasan dari Key. Kami berdiri berhadapan dengan jarak yang tak jauh.
“Aku memang sudah meninggal 5 tahun yang lalu….” ucapnya membuat tubuhku bergetar
Aku baru akan membuka mulutku ketika di berkata kembali.
“Tolong jangan bicara dulu. Biarkan aku jelaskan ini semua. Waktuku tak banyak.” senyumnya kepadaku
Aku terdiam dan berniat mendengarkan penjelasannya.
“Yah.. Kau sekarang ini berhadapan dengan setan. Tapi mungkin wujudku ini bisa dibilang setan tampan.. benar, bukan?”
Key tersenyum ke arahku. Ya. Dia sangat tampan. Aku tak bisa mengelaknya.
“Alasan mengapa aku menemui dirimu adalah… karena aku tertarik padamu sejak pertama kali kau masuk ke SMA. Tentu saja, pada waktu itu aku sudah menjadi arwah gentayangan di sekolah SMA-mu itu. Karena aku juga pernah bersekolah disana.
“Ketika pertama aku melihatmu. Kau sangat ceria. Kau selalu tersenyum dan bahagia. Itu membuatku ingin tahu lebih dalam tentang dirimu. Tapi, dibalik keceriaanmu itu ternyata kau mempunyai banyak masalah. Dari mulai kau selalu kesepian dan keinginanmu untuk bertemu keluarga kandungmu.
“Kau tahu? Itu membuatku ingin membantumu…. Aku ingin kau lebih bahagia lagi tanpa adanya masalah yang datang menghampiri dirimu. Jadi, aku memutuskan masuk dalam kehidupanmu
“Namun sayang. Aku hanya diizinkan 2 minggu untuk hadir dalam kehidupanmu. Mungkin kau tak mengerti. Aku ini bisa disebut setan penolong. Aku diizinkan untuk menampakan diri kepada seseorang yang akan aku tolong . Tapi, itu juga diberi batasan. Ketika waktu itu sudah habis, aku akan pergi dan tak bisa menampakan diri pada seseorang itu.”
Aku mencerna ucapan Key yang panjang lebar itu. Tubuhku makin menggigil dan bergetar mendengar setiap perkataannya.
” 2 minggu. Itu waktu yang diberikan kepadaku untuk menolongmu. Dan ini adalah hari terakhirku. Seharusnya aku dilarang mengucapkan ini semua kepadamu. Tapi… ini berbeda… Kau adalah satu satunya manusia yang aku tolong yang membuatku jatuh cinta kepada anak manusia seperti dirimu”
DEGG!!! jantungku berhenti berdetak. Tapi aku berusaha untuk melanjutkan mendengar penjelasan Key
“Yah… sudah aku bilang. Sejak pertama kali aku bertemu dengan dirimu… aku sudah tertarik kepadamu…. Tapi.. kini aku sadar.. dunia kita berbeda. Aku tak akan bisa terus bersama denganmu
“Sebenarnya aku tak ingin mengucapkan kata perpisahan kepadamu. Tapi apa boleh buat. Kita tak ditakdirkan untuk bersama. Kita berasal dari dunia yang berbeda. Dan ini hari terakhirku untuk bertemu denganmu… dan aku harap hari ini aku bisa mengatakan sesuatu yang telah lama aku ingin katakan kepadamu, Sunny”
Aku semakin tegang mendengar ucapan Key. Air mataku terjatuh tanpa aku sadari.
“Saranghaeyo Sunny~aa”
DEGG!! Itu mebuatku tersentak kaget. Entah apa yang aku rasakan kali ini. Apakah aku harus bahagia atau sedih.
Lelaki yang selama ini aku cintai juga mencintaiku. Tapi, dia juga akan pergi dari kehidupanku. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung dengan semua ini.
Air mataku semakin deras. Rasa sakit dalam lubuk hati yang paling dalam ini sangat menyiksaku. Membuatku tak bisa bernafas.
“Untuk permohonan terakhirku. Kemarilah Sunny~aa..” ucap Key membuyarkan semua fikiranku
Tanpa fikir panjang aku berlari ke arahnya. Aku langsung memeluk erat tubuhnya yang ternyata bisa aku sentuh.
Kurasakan dinginnya tubuh Key. Namun dalam seketika hatiku merasa lebih tenang dalam pelukannya.
Aku tahu. Aku tak bisa untuk memintanya tetap berada disisiku. Karena memang kita tak ditakdirkan untuk bersama. Tapi mungkin… saat saat seperti ini membuatku lebih tenang dan merasakan kehadirannya.
“Nado saranghaeyo Key…” ucapku lirih ditengah tengah air mata ini.
Key makin mempererat pelukannya. Aku bisa merasakan dia juga menangis. Sungguh berat jika saat saat ini cepat berakhir. Entah apa yang terjadi padaku ketika moment ini berakhir. Aku tak sanggup kehilangan Key. Aku benar benar tak sanggup.
“Aku pergi Sunny~aa… jaga dirimu baik baik.. selamat tinggal”
Kata kata itu yang tak ingin aku dengar. Aku makin mempererat pelukanku pada Key. Berharap Key tak akan lepas dari pelukanku ini. Berharap waktu bisa terhenti saat ini.
Namun nihil. Perlahan aku merasakan kepergian Key. Aku hanya menutup mataku. Perlahan sosok Key berubah menjadi asap. Dan pelukanku ini merenggang. Kini aku hanya memeluk udara. Key telah pergi.
Hatiku terasa perih kembali. Aku belum siap untuk kehilangannya. Air mata terus mengalir deras dari mataku.
Tak lama kemudian aku bisa merasakan pundaku disentuh. aku cepat cepat menoleh.Mungkin Key kembali lagi.
Namun, setelah menoleh bukan sosok Key yang aku dapatkan. Tapi lelaki tadi. Lelaki yang aku temui di depan pintu masuk.
“Kau tak apa apa??” tanya lelaki itu
Aku hanya mengangguk dan mencoba tersenyum.
“Perkenalkan.. Aku Taeyang. kakak kandung Key.” senyumnya kepadaku
“Key juga pernah menampakan diri kepadaku. Yah. Untuk membantu menyelesaikan masalahku. Sama seperti dirimu” kata Taeyang
Kini, aku tak heran mengapa Taeyang bisa mengerti dan mengenal Key.
“Lebih baik kau pulang.. sudah terlalu malam.”
Aku hanya tersenyum. Ya, karena aku tak sanggup berkata apapun kali ini.
“Dan.. ini tempat dimana Key dimakamkan..” Taeyang menyodorkan secarik kertas berisikan alamat tempat pemakaman kepadaku.
“Gomawo…” kataku dengan penuh air mata.
Taeyang hanya tersenyum dan membelai rambutku. Dia juga mungkin merasakan apa yang aku rasakan.
***
Keesokan harinya….
Aku sudah menjelaskan semua tentang Key kepada Sungmin oppa. Tapi sepertinya dia masih kebingungan tentang siapa sebenarnya Key.
Semalam aku tak bisa tidur. Aku tak bisa terima kenyataan bahwa aku tak bisa bersama dengan Key. Karena kita berada dalam dunia yang berbeda.
Aku merasakan angin yang menusuk masuk kedalam tubuhku. Terasa dingin dan membuat tubuhku sedikit menggigil. Pemandangan jalan yang aku lewati begitu indah. Tapi tak bisa membuat hatiku bahagia dan tersenyum.
Ya. Sekarang aku sedang diperjalanan menuju tempat dimana Key dimakamkan. Disebelahku terdapat Sungmin oppa yang sedang fokus menyetir.
Sepanjang perjalanan kami diam membisu. Dari kemarin aku tak sanggup membuka mulutku ini. Dan mungkin Sungmin oppa juga mengerti perasaanku. Jadi diapun lebih baik tak banyak bicara terhadap adiknya yang sedang sedih ini.
Mobilpun terhenti. Kita telah sampai di tempat pemakaman.
“Ayo. Kita telah sampai” ucap Sungmin oppa
Aku memberanikan diri untuk melangkahkan kakiku keluar dari mobil.
Angin bertiup dan menerbangkan rambut panjangku begitu aku telah di luar mobil.
Disini terdapat padang rumput yang begitu hijau dan luas. Dari sini tak terlihat bahwa ini adalah tempat pemakaman. Karena disini penuh dengan rerumputan hijau dan segala macam jenis bunga.
“Ayo.. Key berada disana..” ajak Sungmin oppa
Aku mengikuti langkah Sungmin oppa. Benar. Ini tak seperti tempat pemakaman. Setelah beberapa langkah, tempat ini kelihatan begitu indah. Aku dan Sungmin oppa terus melangkah sehingga pada akhirnya kita sampai di sebuah bukit.
Tak jauh dari sini aku melihat sebuah tempat peristirahatan yang begitu membuat hatiku sesak dan mataku berkaca kaca.
Aku memberanikan diri untuk menghampiri tempat itu.Tapi Sungmin oppa diam di tempat. Dia memberiku kesempatan untuk bertemu Key tanpa diganggu olehnya.
Aku terus melangkah menuju tempat peristirahatan terakhir Key. Dengan dada yang terasa panas. Dan tubuh yang seakan tak bisa menghirup udara. Dan juga dengan air mata yang telah jatuh menghiasi wajahku, aku meberanikan diri untuk melihat keadaan Key yang terkubur tak berdaya disana.
Langkahku terhenti. Kini aku berdiri tepat di depan batu nisan yang telah terukir nama Key. Air mataku tak bisa dihentikan, mereka terus turun membasahi pipiku ini.
“Key….” gumamku meberanikan diri untuk membuka suara
Aku duduk berlutut di depan batu nisan itu. Aku meletakan serangkai bunga yang sedari tadi aku bawa diatasnya.
“Aku datang….. untuk menemuimu disini….” ucapku dengan bergetar
“Pantas saja kau tak ingin memanggilku ‘noona’. Ternyata sebenarnya kau lebih tua dariku, ya?” aku mencoba tersenyum dihadapannya.
“Kau tahu?? Untuk pertama kali aku merasakan jatuh cinta. Dan, rasa cintaku aku tunjukan untukmu, Key. Tak disangka aku jatuh cinta pada seorang setan seperti dirimu.. hahaha” tangisku pecah namun aku tertawa di dalamnya
“Kau penyelamatku, Key. Kau telah membantuku menemukan keluarga kandungku. Kau bisa lihat dibelakangku? Ada Sungmin oppa disana. Dia tak mau mengganggu kita bicara katanya.” ucapku lirih
“Tapi, kau juga satu satunya yang melukai hatiku. Kau telah menyakiti perasaanku, Key. Kau telah membuatku jatuh cinta kepadamu. Tapi kau dengan begitu teganya mengucapkan kata perpisahan secepat ini” aku menghapus air mataku yang sedari tadi turun
” Untuk pertama kalinya aku merasakan cinta yang tulus dari lubuk hatiku. Dan untuk pertama kalinya juga hatiku remuk karena sebuah cinta. Jujur, aku tak ingin kehilanganmu. Tapi apa boleh buat. Tuhan tak mengizinkan kita untuk bersama”
“Kim Kibum!!!!! Apakah kau masuk surga?? Aku yakin kau masuk surga. Karena kau adalah malaikat bagiku. Kau penyelamatku. Kau cahaya keceriaan bagiku. Walaupun itu hanya sementara dan sangat singkat”
“Kim Kibum!!!! jangan lupakan aku dari sana, ok?? Aku pasti merindukan setan tampan seperti dirimu…. Kim Kibum!!!! Saranghaeyo…”
Tangisku pecah dalam kata terakhir itu. Aku tertunduk dan memeluk tempat peristirahatan terakhir Key. Aku menangis dan menjerit disana. Semua emosiku aku keluarkan. Sehingga Sungmin oppa menghampiri dan memeluk diriku.
“Sunny~aa… sabarlah..” ucap Sungmin oppa menenangkan diriku
Tapi aku tak bisa. Kepalaku sibuk memutar kembali saat saat aku bersama Key. Walaupun sebenarnya tak ada moment spesial didalamnya. Tapi aku masih tak rela menerima kenyataan ini. Entah bagaimana hidupku selanjutnya. Tapi yang pasti, hatiku masih terasa sakit akan hal ini.
***
~~ Key’s Mind~~
Sunny. Aku tak tega melihatnya menangis. kakaknya memeluknya yang sedang bersedih di atas makam milikku.
Manusia itu. Manusia yang membuatku jatuh cinta. Tapi aku harus pergi dan meninggalkannya. Aku mempunyai kehidupan lain dan tak bisa terus bersamanya. Dunia kita berbeda. Dan… cinta kita terlarang.
Aku mendekat menuju kakak beradik itu. Tapi, mereka tak bisa melihatku. Aku membelai rambut Sunny walau sebenarnya aku tak bisa menyentuhnya.
Air matanya membuatku semakin merasa bersalah. Seharusnya aku tak hadir dalam kehidupannya. Dan seharusnya aku tak mencintainya. Setidaknya agar dia tak terluka seperti ini.
Aku sadar ini terlarang. Aku menjauh dari tubuhnya. Berusaha pergi. Pergi dan lari meninggalakan Sunny yang sekarang sedang bersedih. Bukankah aku sejenis setan yang jahat?? Mungkin.
Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta pada seorang manusia. Dan berakhir dengan melukai perasaannya. Biarlah waktu yang menjawab semua kesedihan Sunny. Semoga dia bisa tersenyum dan mendapat pengganti diriku yang lebih baik lagi kelak.
Maafkan aku Sunny. Maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakiti hatimu. Namun, kita memang tak ditakdirkan untuk bersama. Maafkan aku. Selamat tinggal.
Selamat tinggal untuk selamanya….. Saranghae…
___ Tamat___
Fall For You Part 1
Cast: Yoochun ~ Yoona ~ Kibum ~ Yuri
Others: Idol Town
Genre: Romance~ Friendship
Rated: G
Lenght: Series (On Writting)
Fall For You
{ Part 1 }
Suasana kelas 3-reguler-3 kini sedang sangat gaduh dan ribut. Namun kegaduhan itu dihentikan seiring dengan seorang guru wanita yang memasuki kelas menandakan jam pelajaran sekolah awal tahun ini sudah dimulai.
“Hormat pada guru!” ujar Onew sang ketua murid
“Selamat pagi” ucap seluruh siswa di kelas tersebut
“Oke, selamat pagi anak-anak semuanya. Senang bisa bertemu dengan kalian. Perkenalkan, saya Narsha. Mulai sekarang dan seterusnya, saya akan menjadi guru Fisika sekaligus wali kelas kalian”
Semua murid lelaki langsung tersenyum bahagia karena mereka mendapatkan wali kelas seperti Narsha. Narsha dikenal sebagai guru yang cantik dan baik. Hampir seluruh murid—khususnya murid lelaki—menyukai dirinya.
“Ah, iya. Sebelum kita memulai pelajaran. Ada seorang murid baru yang akan menetap di kelas ini. Yoochun-ssi, silahkan masuk”
Setelah mendengar komando dari Narsha, seorang murid baru lelaki yang tak lain adalah Yoochun masuk kedalam kelas. Hampir seluruh murid perempuan terkagum kepada ketampanan Yoochun.
“Aigoo~~ dia tampan sekali” bisik Sooyoung
“Aishh, seluruh lelaki pasti kau bilang tampan” senyum Seohyun pada teman sebangkunya itu
“Cool” dibangku belakang SeoYoung, Jessica bergumam dan tak melepas tatapannya pada murid baru yang bernama Yoochun itu
“Ingat, kau sudah punya Jaejoong oppa!” peringat Yoona sambil terkekeh
“Ah~ ya, kau benar!” ujar Jessica tersadar
“Silahkan perkenalkan dirimu” ramah Narsha
“Baiklah, saem. Selamat pagi semuanya, nama saya Park Yoochun. Kalian bisa memanggilku Yoochun. Mohon bantuannya” ucap Yoochun sambil membungkuk
“Baiklah, Yoochun-ssi, kau bisa duduk disebelah Jaejin” ujar Narsha sambil menunjukan tempat duduk Yoochun
Yoochun mengangguk lalu menghampiri Jaejin dan duduk disebelah lelaki itu.
“Senang bertemu denganmu” ramah Jaejin
Yoochun hanya mengangguk dan tersenyum ramah
“Oke, buka buku catatan kalian, kita akan mengulang pelajaran tentang magnet”
Semua murid mendengus kesal. Dan mereka terlihat malas membuka buku catatan mereka.
“Saem, kita ini baru masuk, kenapa langsung belajar, sih?” malas Sooyoung
“Jika hari ini tak segera dimulai kegiatan belajar mengajar, nanti kalian akan terus malas karena kebanyakan libur” jelas Narsha
Semua mengangguk dan membuka buku catatan mereka walaupun sebenarnya mereka tak ada gairah untuk langsung mengikuti pelajaran.
“Baiklah, karena kalian tidak semangat, saya akan memberikan waktu 15 menit untuk games. Bagaimana?”
“Setuju!!” seru semua murid kompak
“Oke, tapi games ini masih berhubungan dengan Fisika. Tapi percayalah, kalian pasti bisa. Ayo, kalian harus membentuk kelompok sebanyak 4 orang” ujar Narsha dan semua murid langsung mengikutinya dengan antusias
Yoochun tersenyum dan bergabung dengan teman barunya. Ternyata sekolah ini cukup menyenangkan baginya.
“Murid baru itu, cari sensasi saja, padahal wajahku lebih tampan darinya” umpat Kibum dalam hati sambil memerhatikan gerak-gerik Yoochun
***
Sepulang sekolah
BRUKK!!
“Maaf, aku tak sengaja” tunduk Yoona merasa bersalah pada lelaki yang dia tabrak
“Yuri?” gumam Yoochun tak sadar
“Ng?” bingung Yoona
“Ah~ maaf, Yoona-ssi” kaku Yoochun
“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf, aku terburu-buru jadi tak melihatmu”
“Tidak apa-apa” senyum Yoochun
“Kalau begitu aku duluan. Annyong, Yoochun-ssi”
Yoochun mengangguk dan menatap kepergian Yoona. Tiba-tiba dia teringat seseorang. Seseorang yang masih dia anggap sebagai kekasihnya. Walaupun sesungguhnya seseorang itu telah tiada.
“Wajah mereka mirip sekali” gumam Yoochun kembali
Yoochun tersenyum getir dan tiba-tiba dia teringat sesuatu. Sesuatu yang membuatnya kehilangan kekasihnya.
***
Flashback
2 tahun yang lalu
“Yuri! Yuri! Bangun, Yuri! Hey, Kwon Yuri!!”
Yoochun berteriak dan menggoncang-goncangkan tubuh seorang gadis yang sudah tak berdaya di ranjang pasien. Tangan Yoochun masih menggenggam erat tangan Yuri yang pucat dan dingin.
“Oppa, Yuri onnie sudah pergi, kau harus menerima kenyataan ini” ucap Sulli, sepupu Yuri
“Kenapa kau pergi secepat ini, Yul? Aku mohon, jangan tinggalkan aku! Aku mohon sadarlah!!” tegas Yoochun
“Maaf, tuan. Jasad nona Yuri akan dibawa sekarang juga untuk diperiksa lebih lanjut” ujar suster kepada Yoochun
Walau sulit, akhirnya Yoochun menyerah dan melepaskan genggamannya dari Yuri. Lalu kedua suster itu menutup seluruh tubuh Yuri dan membawa pergi jasad Yuri
Yoochun tak bisa berhenti menangis. Dia tak menyangka bahwa penyakit kanker hati yang dimiliki oleh Yuri bisa merenggut gadis yang dicintainya itu.
“Sudahlah, oppa. Mungkin ini sudah waktunya” Sulli mencoba menenangkan Yoochun
Yoochun tak kuasa untuk menahan tangisnya. Air matanya terus keluar dan dia benar-benar tak bisa menerima kenyataan pahit ini.
-Flashback End-
***
Jiyoung memasuki sebuah restauran yang khusus menjual berbagai macam sushi. Dia lalu duduk disebuah meja dan mulai melihat-lihat menu makanan yang disediakan.
“Pesan apa, tuan?” tanya seorang pelayan
“Bulgogi 1, guava juice 1 dan ogura ice cream 1”
“Baiklah, tunggu 15 menit, tuan” senyum pelayan itu seraya pergi meninggalkan Jiyoung
Ketika Jiyoung sedang menunggu pesananya, Jiyoung melihat seorang gadis yang dia kenali. Gadis itu merupakan teman satu kelasnya. Dan gadis itu juga terlihat sedang menatap Jiyoung. Dan otomatis mata mereka bertemu. Jiyoung tersenyum lalu melambaikan tangannya pada gadis itu.
“Tiffany-ssi!” Jiyoung lalu memanggil nama gadis itu
Tiffany terdiam seperti kaget karena tiba-tiba Jiyoung memanggil namanya. Namun pada akhirnya Tiffany tersenyum dan menghampiri Jiyoung.
“Hai, Jiyoung-ssi. Kau sendirian?” tanya Tiffany
“Ya, kau sendiri?”
“Aku juga sendiri”
“Kalau begitu gabung saja bersamaku” tawar Jiyoung membuat senyum Tiffany semakin lebar
“Kalau kau tak keberatan” malu Tiffany
“Jika aku keberatan, aku tak akan mengajakmu duluan” tawa Jiyoung
Tiffany ikut tertawa lalu duduk dihadapan Jiyoung. Jujur saja, perasaan Tiffany benar-benar gugup ketika berbicara dengan Jiyoung, yang merupakan lelaki yang disukai olehnya.
***
“Seohyun!”
Seohyun menghela nafas berat dan menghentikan langkahnya. Dia lalu berbalik dan menunggu Kyuhyun yang sedang berjalan ke arahnya.
“Ada apa lagi? Aku akan pulang sekarang” ucap Seohyun sedikit dingin
“Aku merasa sikapmu berubah, apakah kau sedang ada masalah?”
“Tidak, memangnya ada apa dengan sikapku?”
“Tidak apa-apa, hanya saja akhir-akhir ini kau terus bersikap dingin padaku. Aku khawatir jika aku punya salah padamu” senyum Kyuhyun dengan kaku
Seohyun terdiam. Kyuhyun memang tak punya salah apa-apa padanya. Namun entah mengapa dia merasa ingin sekali mengakhiri hubungannya dengan lelaki itu. Tapi dia tak berani mengungkapkan keinginannya saat ini.
“Kyuhyun-ssi, bolehkah untuk saat ini kita hentikan hubungan kita sesaat? Maksudku, aku ingin sendiri” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Seohyun
“Kau memutuskan aku?”
“Bu bukan, aku tak memutuskanmu, tentu saja tidak. Hanya saja, untuk saat ini lebih baik kita jangan bertemu satu sama lain sementara. Aku mempunyai sedikit masalah dan aku harus memperbaikinya. Aku harap kau mengerti maksudku” tunduk Seohyun
“Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu aku pulang duluan. Kau hati-hatilah di jalan” Kyuhyun tersenyum samar dan meninggalkan Seohyun
Seohyun menatap kepergian Kyuhyun sehingga punggung lelaki itu tak terlihat lagi. Dia tak tahu mengapa dia ingin sekali memutuskan hubungannya dengan Kyuhyun. Kyuhyun bukan lelaki jahat yang telah menyakitinya. Malah lelaki itu terlalu baik untuknya.
“Maafkan aku. Aku ingin sendiri untuk sementara. Tolong beri aku waktu” gumam Seohyun
***
“Sooyoung-ah, kau ini nyari mati, ya? Bagaimana bisa kau makan sangat banyak tapi tak membawa uang, huh?” kesal Jessica ketika dia dan Sooyoung baru saja keluar dari sebuah kedai makanan
“Sudahlah, lagipula kau sudah membayarnya, kan? Jadi tak ada yang perlu dipermasalahkan lagi” enteng Sooyoung
“Kau bilang apa?! Tak ada yang perlu dipermasalahkan?! HEY CHOI SOOYOUNG!! Uangku ludes karenamu! Dan kau wajib menggantinya!” umpat Jessica
“Arrasoo!! Aku mengerti, nanti juga aku bayar”
“Aku pegang janjimu!”
“Iya, nyonya Jung Jessica!” kesal Sooyoung pada temannya yang cerewet itu
“Hai”
Sooyoung dan Jessica menoleh. Dilihatnya Jaejoong yang kini sudah dihadapan mereka.
“Oppa, kenapa kau ada disini?” heran Jessica
“Tadi aku ke rumahmu dan ayahmu bilang kau sedang makan malam bersama Sooyoung, jadi aku berniat menyusulmu kesini” senyum Jaejoong
“Oppa, kau akan kencan dengan Jessica?” tanya Sooyoung namun Jessica mencubit tangan Sooyoung sehingga gadis itu kesakitan
“Kau ini kenapa? Aku tak salah bicara, kan? Kalian ini sepasang kekasih, wajar saja jika kalian berkencan” polos Sooyoung
“Tidak, aku hanya ingin mengajak Sica jalan-jalan sebentar” ucap Jaejoong
“Itu sama saja berkencan” ceplos Sooyoung lagi yang disambut dengan tawa oleh Jaejoong
“Tapi, oppa, aku tak bisa. Maaf. Sooyoung-ah, ayo kita pulang”
Tanpa fikir panjang Jessica lalu menarik Sooyoung dan pergi meninggalkan Jaejoong sendirian di tempat itu.
“Kau ini kenapa, sih? Kenapa selalu tak mau pergi kencan dengan kekasihmu sendiri?” heran Sooyong pada temannya yang satu itu
“Itu bukan urusanmu” dingin Jessica
***
Keesokan harinya
“Yoona!”
Yoona menoleh dan melihat Kibum yang sedang menghampirinya. Dia berniat menghindar namun Kibum sudah berada dihadapannya.
“Ada apa?” tanya Yoona dengan malas
“Nanti malam bisakah kita bertemu?” pintanya
“Untuk?”
“Ada sesuatu yang harus aku sampaikan. Kalau begitu nanti malam aku tunggu kau di restoran Jepang Ilsan, ya? Sampai bertemu lagi” Kibum lalu pergi meninggalkan Yoona
“Aishh, anak itu, bahkan aku belum berkata bisa padanya” kesal Yoona
Yoona lalu melanjutkan langkahnya untuk menuju kelas. Suasana sekolah masih sepi. Yoona melihat jam tangannya, ternyata masih pukul 06.15.
“Hh~ terlalu pagi!” keluhnya
***
But hold your breathe
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
Your impossible to find
Yoochun menghentikan nyanyiannya. Dia lalu mendapati sosok Yuri yang sedang mengintip kegiatannya dari balik pohon yang berada dihadapannya. Dia lalu mengerjap-ngerjapkan matanya, dia takut penglihatannya salah.
Yoochun lalu menghela nafas berat ketika sudah berhasil melihat jelas sosok yang sedang mengintipnya.
“Yoochun-ssi”
Yoochun menunduk ketika Yoona menghampirinya dan kini gadis itu duduk disebelahnya
“Maaf, aku tak bermaksud mengintip kegiatanmu. Suaramu sangat bagus, sehingga membuatku tertarik untuk mendengarkannya” jelas Yoona
Yoochun menoleh dengan tatapan tak percaya. Bukan wajah mereka saja yang sama, tapi juga kata-kata mereka. Ini seperti deja vu bagi Yoochun. Dan Yoochun paling benci dengan hal seperti itu.
“Aku harus pergi”
Yoochun membungkuk dan meninggalkan Yoona yang kini sedang dilanda kebingungan atas prilaku Yoochun yang dingin.
Yoochun terus berjalan dengan berbagai fikiran yang menghantuinya. Kata-kata Yoona tadi mengingatkannya kepada kata-kata Yuri ketika mereka pertama kali bertemu
Aku tak bermaksud mengintip. Tapi karena suaramu bagus, jadi aku tertarik untuk mendengarkannya. Tak apa, kan?
Semua itu tersimpan dalam memori Yoochun. Mereka benar-benar sama. Wajah, perkataan, bahkan senyum mereka sama. Apa yang akan direncanakan Tuhan pada hidup Yoochun kali ini?
*To Be Continued*
Fall For You Part 2
Cast: Yoona – Kibum – Yoochun
Others: K-pop Idol
Genre: Romance
Lenght: series
****************Malam Harinya
Ilsan Japanese Restaurant
Yoona duduk dengan perasaan kesal. Sesekali dia mengaduk-ngaduk jus mangga miliknya yang sudah kosong.
“Aishhhh!! Dia yang memintaku kesini tapi kenapa dia juga yang terlambat?” umpat Yoona
“Sorry”
Yoona mendongkak dan mendapati Kibum yang tersenyum manis padanya. Yoona semakin sebal karena lelaki dihadapannya ini terlihat tak merasa bersalah.
“Ada apa kamu menyuruhku datang kesini? Sebentar lagi aku pulang, tak bisa lama-lama” ketus Yoona
“Maaf, kamu marah karena aku datang terlambat, kan?”
“Sudahlah, lebih baik katakan kenapa kamu menyuruhku datang kesini, huh?” ucap Yoona kembali
“Baiklah….”
Kibum menghela nafas sesaat lalu kembali berbicara
“Sebenarnya, pertama kali aku melihatmu, aku sudah menyukaimu…”
Yoona mengerutkan dahinya karena perkataan Kibum. Kibum terlihat panic namun dia berusaha untuk melanjutkan kata-katanya
“Apa…. Apa kau mau menjadi kekasihku?”
DEGG
Yoona tersentak kaget. Dia tak menyangka seorang yang menyebalkan seperti Kibum, seorang yang sering kali menjahilinya, kini menyatakan perasaan cinta padanya.
Yoona tak langsung menjawab. Dia tak tahu ingin menjawab apa. Mulutnya tak bisa berkata apa-apa karena ini terlalu mendadak.
“Kibum-ssi, maaf”
Yoona menghela nafas. Mau tak mau dia harus menjawab Kibum sekarang juga. Dia tak ingin membuat lelaki itu kecewa lebih dalam lagi.
“Lebih baik kita menjadi teman saja, aku belum siap untuk memiliki kekasih” ungkap Yoona pada akhirnya
Kibum tertunduk, Yoona semakin merasa bersalah. Keadaan hening cukup lama. Dan 5 menit kemudian…
“BINGO!!! Kamu tertipu…. Hahahahaha….hahahah”
Yoona terkaget karena Kibum tiba-tiba berteriak dan tertawa.
“Mak..maksudmu?”
“Heh, Yoona-ssi, mana mungkin aku menyukaimu, hahahaha…. Aku hanya bercanda.. hahaha ternyata kamu menganggap ini serius, ya? Hahaha” tawa Kibum dengan sangat keras
Yoona menghela nafas berat. Kini dia sungguh kesal. Yoona memukul meja cukup keras dan menatap Kibum dengan tajam.
“Kamu tahu? Lelucon ini sama sekali tak lucu!”
Yoona lalu meninggalkan Kibum dengan langkah kesal. Padahal dia sudah merasa bersalah pada Kibum karena tak bisa menerima lelaki itu sebagai kekasihnya. Tapi ternyata lelaki itu hanya mempermainkannya.
Kibum lalu berhenti tertawa setelah Yoona benar-benar sudah pergi. Dia lalu tertunduk sedih dan mengambil kotak kecil dari sakunya. Dia membuka kotak itu dan menatap isinya, lalu tersenyum kecut.
“Padahal aku serius”
****
Jessica memasukan semua pakaian-pakaian miliknya dengan terburu-buru. Lalu dia keluar dari kamarnya.
“Onnie mau kemana?” Tanya Krystal
“Aku menginap di rumah Sooyoung” ucap Jessica
“Huh? Lalu aku dengan siapa? Onnie tahu sendiri ayah sedang rapat di Jepang”
“Kamu ikut denganku saja”
“Tidak, aku tak nyaman jika tidur di rumah orang lain. Ya sudah, onnie pergi saja sana, biar aku disini sendirian” ucap Krystal dengan cemberut
“Baiklah, aku berangkat dulu. Hati-hati di rumah”
Tanpa fikir panjang lagi Jessica berlari dan keluar dari rumah.
“Onnie!! Kamu tega sekali meninggalkan aku sendirian!!” teriak Krystal namun tak ada sahutan dari Jessica
Krystal menghela nafas berat dan dia mengeluarkan ponselnya. Dia lalu menekan sebuah nomor dan menempelkan ponselnya di telinga.
“Ahjuma, aku sendirian di rumah. Bisakah ahjuma ke rumahku sekarang?… oh, terimakasih ahjuma!! … Ne, aku akan menunggumu disini!!”
Krystal tersenyum senang lalu memasukan ponselnya kembali.
TING TONG!! Suara bel pintu berbunyi
“Oh? Apakah itu ahjuma? Katanya dia akan beli kimchi dulu baru datang kesini? Kenapa cepat sekali” gumam Krystal
Krystal lalu beranjak dan berjalan menuju pintu. Dia lalu membuka pintu rumahnya itu.
“Hai” ucap Jaejoong setelah Krystal membukakan pintu untuknya
“Jaejoong oppa?”
“Apa Jessica ada?” Tanya Jaejoong
“Dia menginap di rumah Sooyoung onnie. Baru saja pergi” jawab Krystal
“Begitu? Oh, baiklah…” senyum Jaejoong namun terlihat kecewa
“Aku pulang dulu..”
Jaejoong tersenyum lalu pergi meninggalkan Krystal. Krystal lalu kembali ke dalam rumahnya dan duduk di meja makan kembali.
“Pantas saja Jessica onnie pergi ke rumah Sooyoung onnie, ternyata Jaejoong oppa akan datang kesini” gumam Krystal sambil meminum teh miliknya.
****
Disebuah Bar Yang Sepi
Kibum masuk dengan langkah gontai lalu duduk disamping Kyuhyun yang sedang memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong.
“Berhasil?” Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya
“Nihil dan gagal. Kalau kamu sendiri?” Tanya Kibum lagi
“Dia bahkan tak ingin bertemu denganku. Dia selalu menghindariku” Kyuhyun menghela nafas lalu meminum segelas kecil bir dihadapannya
Kyuhyun mengambil botol minuman bir dan mengacungkannya kehadapan Kibum.
“Kamu mau?” tawar Kyuhyun
“Hei, kita masih SMA, jangan minum yang seperti ini”
Kibum merebut botol minuman itu dan menjauhkannya dari Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafas dan kembali menatap lurus dengan tatapan kosong. Kibum hanya menghela nafas dan terhanyut dalam fikirannya. Suasana diantara mereka sungguh terasa hening saat ini.
****
Yoochun berjalan di pinggir jalanan yang sudah terlihat sepi. Waktu sudah menujukan pukul 1 pagi, namun Yoochun belum juga ingin pulang. Dia masih ingin menghirup udara di luar sini.
Langkah Yoochun terhenti. Dia memandang ke sebuah bangku dihadapannya. Tiba-tiba saja sebuah kenangan terlintas dalam bayangannya.
“Yoochun-ah, maukah kamu menyanyikan sebuah lagu lagi?” ucap Yuri
“Kenapa? Ini sudah malam, kita harus pulang” ucap Yoochun
“1 lagu saja, please…” ucap Yuri dengan puppy-eyes miliknya
Yoochun menggelengkan kepalanya. Dia teringat Yuri kembali. Dengan langkah berat Yoochun menghampiri bangku dihadapannya dan duduk di sana.
Yoochun lalu mengangkat gitarnya yang sedari tadi dia bawa. Dia mulai memetik senar gitar dan bernyanyi. Ketika Yoochun bernyanyi, dia seakan melihat Yuri duduk dihadapannya dan tersenyum sambil menikmati nyanyian Yoochun. Yoochun tahu ini hanya bayangannya, tapi walaupun demikian, ini bisa mengobati kerinduannya terhadap Yuri.
Neol gidarida hongja saenggakhaeso
Tteonagan neon jigeum nomu apa dasi
Naegero doraol gil wie ulgo ittagu
Neol baraboda muntteuk saenggakhaeso
Eoneu nal haneuri bagaljimyeon machi
Tteonatteon nalcheoreom gamanhi noneun naege ogechi
( Panic – Waiting)
****
Keesokan Harinya
BRUKK!!
“Aishh! Aku sedang terburu-buru” umpat Seohyun
Seohyun hendak akan bangun namun kakinya terasa sakit.
“Mau aku bantu?”
Seohyun mendongkak dan melihat Jiyong yang sedang mengulurkan tangannya. Seohyun lalu meraih tangan Jiyong dan berdiri.
“Maaf, karena aku kamu jadi terjatuh. Aku sungguh tak melihatmu ketika berjalan. Tapi kamu tak apa-apa, kan?” Tanya Jiyong
“Tidak” geleng Seohyun pelan
“Tapi sepertinya kamu terluka” ucap Jiyong sambil melihat ke arah lutut Seohyun yang berdarah
“Aku antar kamu ke UKS” senyum Jiyong
Tanpa menunggu jawaban Seohyun, Jiyong langsung menuntun Seohyun dan membawanya ke UKS. Seohyun tak bisa menolak dan hanya bisa pasrah.
Dari kejauhan seorang gadis sedang mengamati gerak- gerik Seohyun dan Jiyong dengan tatapan kecewa. Gadis itu menghela nafas lalu berbalik pergi.
***
Sooyoung makan dengan lahapnya. Sedangkan Jessica hanya mampu memperhatikan Sooyoung sambil memikirkan sesuatu.
“Sica, sebaiknya kamu jangan menghindari Jaejoong oppa lagi. Dia ingin sekali menghabiskan waktu berdua denganmu, kamu ini kekasihnya, jadi tak salah jika kalian berdua berkencan” ucap Sooyoung dengan mulut penuh makanan
“Aku takut, Soo”
“Kenapa?”
Sooyoung menghentikan makannya dan mendengarkan Jessica dengan serius
“Sebelum Jaejoong oppa, aku pernah berkencan dengan lelaki lain”
“BENARKAH??!!!” teriak Sooyoung
“Sssst!!” Jessica menaruh telunjukanya di bibir agar Sooyoung tidak berisik
“Ok, lalu kenapa?”
“Sejak saat itu aku takut” tunduk Jessica
“Apa yang terjadi?”
“Saat itu sangat mengerikan… sungguh, sungguh mengerikan”
Sooyoung mendengar isi hati Jessica dan dia berhasil tersentak kaget karena perkataan sahabatnya itu.
***
Yoona berjalan di koridor sekolah. Lalu langkahnya terhenti di depan ruangan musik. Dia menoleh dan didapatinya Yoochun yang sedang bernyanyi sambil memainkan piano.
Yoona tak bisa berkutik. Dia sungguh menikmati alunan melodi yang dimainkan Yoochun. Dia terhanyut dalam nyanyian Yoochun.
Jugeodo mot bonae
Naega eotteohge neol bonae
Garyeogeodeun tteonaryeogeodeun
Nae gaseum gochyeonae
Apeuji anhge na
Saragal su rado ittge
An dwendamyeon eochapi motsal geo
Jugeodo mot bonae
( 2AM – I Can’t Let You Go Even If I Die )
Dia memejamkan matanya dan terus menikmati Yoochun bernyanyi. Namun tiba-tiba musik berhenti dan Yoona segera membuka matanya.
“Sedang apa kamu disini?” ucap Yoochun yang kini sudah berada tepat dihadapan Yoona
“Maaf… aku tak bermaksud mengintip kegiatanmu lagi..” tunduk Yoona merasa bersalah
“Adakah alasan lain untuk minta maaf?” kesal Yoochun
“Maksudmu?” heran Yoona
“Sudahlah, lupakan saja”
Yoochun lalu pergi melewati Yoona. Yoona sungguh tak mengerti dengan sikap Yoochun. Mengapa lelaki itu selalu bertingkah ketus kepadanya.
“Lelaki aneh” gumamnya
***
Yoochun duduk di salah satu bangku yang berada di perpustakaan. Dia membutuhkan tempat yang sepi, dan tempat yang tepat adalah perpustakaan ini.
“Jika terus begini aku bisa gila!!” umpat Yoochun
Dia lalu berdiri dan berjalan menuju salah satu rak buku. Dia lalu mengambil salah satu buku fiksi dan duduk kembali.
“Yoochun-ssi? Kamu suka membaca di perpustakaan juga?”
Yoochun mendongkak dan tersentak kaget
“Yuri??”
“Eh?? A..aku Yoona” gugup Yoona
Yoochun menghela nafas dan membantingkan buku ke atas meja dengan keras sehingga Yoona terkaget.
“Bisakah kamu tak muncul dihadapanku?” bentak Yoochun
“Ke..kenapa?” tanya Yoona dengan ketakutan
“Karena kamu membuatku gila. Kau tak mau mempunyai teman yang sakit jiwa, kan? Kalau begitu, menjauhlah dari hadapanku dan jangan menggangguku lagi. Mengerti?”
Tanpa pamit Yoochun lalu meninggalkan Yoona sendirian. Yoona hanya mampu tersenyum kecut dan tak tahu mengapa kini dia menangis.
“Kamu memang sudah gila, Park Yoochun. Memangnya ada apa denganku? Apa aku ini terlihat seperti monster bagimu?! Dasar jahat!” tangis Yoona pada dirinya sendiri
*TO BE CONTINUED*
Girls’ Generation’s Love Story: Eternal Love
“Aku akan pulang kampung dan bertemu dengan keluarga, senangnya” senyum Yoona menyetujui
“Tapi aku akan menetap di dorm” sedih Seohyun
“Seororo, kau tidak dapat libur?” heran Hyoyeon
“Aku ada syuting WGM, jadi aku tak mendapat libur” jelas Seohyun
Taeyeon tersenyum lalu menghampiri Seohyun yang sedang tertunduk sedih.
“Tapi kau bisa meluangkan waktumu dengan Yonghwa!” ucap Taeyeon seraya memukul bahu Seohyun perlahan
“Onnie, aku dan Yong~ tak ada hubungan apa-apa” jelas Seohyun
“Akui saja, kau suka pada Yonghwa oppa, kan?” goda Sunny
“Onnie…” Seohyun hanya mampu tersipu malu
“Kalau begitu, manfaatkan waktu luangmu bersama Yonghwa. Buatlah agar Yonghwa menyukaimu. Mengerti?” ucap Jessica
“Jangan pernah malu untuk menunjukan perasaanmu” lanjut Sooyoung
“Terimakasih, onnie” senyum Seohyun kepada para onnie-nya itu
Semua member lalu meneruskan kegiatan mereka. Mereka sedang bersiap untuk pergi berlibur. Terkecuali Seohyun yang kini hanya mampu melihat onnie-nya sibuk membereskan barang bawaan sambil meminum juice mangga kesukaannya.
“Tiffany, apa kau akan pergi ke Amerika?” tanya Taeyeon
Tiffany yang sedari tadi melamun lalu menoleh pada Taeyeon dan tersenyum pada sahabatnya itu.
“Tidak, aku akan pergi ke Busan” jawab Tiffany
“Memangnya kau punya saudara disana?” heran Yuri karena setahunya seluruh keluarga Tiffany berada di Amerika
“Aku akan mengunjungi teman lamaku” singkat Tiffany
“Ahh~” Yuri mengangguk mengerti
Tiffany lalu berjalan menuju jendela besar yang berhadapan langsung ke jalanan dari gedung apartement SNSD. Dia lalu tersenyum kecil dan bergumam.
“Apa kau merindukanku?”
***
Busan, pukul 20.00
Tiffany terus berjalan sambil mendorong koper merah muda miliknya. Kini dia berada di sebuah pedalaman yang terletak di daerah Busan. Pedalaman ini sangat sepi, terlihat sekali dengan jalanan yang begitu sepi padahal ini baru jam 8 malam.
Tiffany lalu melihat seorang wanita sedang mengangkat jemuran di halaman rumahnya. Tiffany tersenyum lalu menghampiri wanita itu.
“Selamat malam” sapa Tiffany
“Oh, selamat malam, ada yang bisa saya bantu?”
“Maaf, apa anda tahu penginapan di dekat sini?” tanya Tiffany
“Kau sedang mencari penginapan? Aigoo~ sayang sekali, disini tak ada penginapan, namun di pusat kota banyak, tapi mungkin kau harus menempuh perjalan selama 1 jam baru bisa sampai”
“Begitu? Jadi aku harus menginap dimana?” gumam Tiffany tanpa sadar
“Jika kau mau, kau bisa menginap di rumah saya, kebetulan suami saya sedang pergi berlayar, jadi masih ada tempat untuk kau menginap. Tapi, ya, mohon maklum saja kalau rumah ini tak nyaman untukmu”
“Benarkah? Anda tak keberatan?”
“Tentu tidak, asal kau mau tinggal ditempat seperti ini” senyum wanita itu
“Saya sangat berterimakasih anda telah mengizinkan saya menginap disini. Kalau tidak, saya tak tahu akan menginap dimana”
“Sudah sepantasnya sesama manusia harus saling membantu. Ah, iya, namamu siapa? Aku perlu tahu agar kita bisa lebih nyaman berbicara”
“Kau tidak tahu aku?” heran Tiffany
“Ya?”
“Ah~ maksudku, namaku Tiffany” ujar Tiffany pada akhirnya
“Baiklah, Tiffany-ssi, kalau begitu panggil saja aku Yoon Hye onnie. Sepertinya usia kita tidak berbeda jauh” senyum Yoon Hye
“Baiklah, onnie” angguk Tiffany
“Kalau begitu masuklah” ajak Yoon Hye
Tiffany lalu mengikuti Yoon Hye masuk menuju rumah yang sangat sederhana dan kecil. Sangat berbeda 380 derajat dari asrama milik SNSD.
***
Pagi harinya
“Hampir seluruh warga tidak memiliki TV. Dan penduduk disini juga kebanyakan para lansia. Jadi maklum saja jika tak ada yang mengenalimu sebagai artis. Dan maaf juga karena kemarin aku sama sekali tak mengenali penyanyi sepertimu” oceh Yoon Hye pada Tiffany ketika mereka sedang sarapan
“Tidak apa-apa, onnie, aku malah senang karena onnie melihatku sebagai orang biasa, bukan sebagai penyanyi” ucap Tiffany tersenyum
“Baiklah. Oh, iya, sekarang aku harus pergi ke pasar. Kau teruskan saja makanmu. Aku tak akan lama”
“Hati-hati di jalan, onnie”
Yoon Hye mengangguk dan pergi dengan membawa barang dagangannya menuju pasar. Lalu setelah menyelesaikan sarapannya, Tiffany lalu keluar dari rumah dan berniat untuk berjalan-jalan.
“Sudah 12 tahun aku tak pernah menuju kemari”
Tiffany lalu merentangkan tangannya dan melanjutkan perjalannya. Kini dia terus berjalan di pedalaman desa ini. Banyak orang-orang yang berlalu lalang, namun Tiffany tak khawatir karena warga pedalaman ini tak mengenali dirinya sebagai penyanyi sehingga dia bisa bebas berjalan-jalan disini.
Langkahnya lalu terhenti di sebuah pantai yang indah. Disini terlihat lebih sepi. Tak seramai di jalan tadi.
Tiffany tersenyum dan menengadah ke langit. Dia lalu mencopot sebuah gelang kayu yang sedari tadi dia pakai. Dia menatap gelang itu sambil terus tersenyum. Di dalam gelang tersebut terdapat sebuah ukiran nama, nama dirinya dan juga seorang lelaki yang bernama Park Sang Jin.
“Apa kau masih ada di dunia ini?” gumam Tiffany
***
12 tahun yang lalu
Disebuah pantai di daerah pedalaman Busan
“Sang Jin-ah, ini sangat bagus, terimakasih”
Tiffany tersenyum senang pada sebuah gelang yang baru saja diberikan oleh Sang Jin. Gelang yang sederhana yang hanya terbuat dari kayu.
“Aku juga punya satu, jadi gelang kita samaan. Dan disana ada ukiran nama kita berdua. Aku harap, kita bisa terus bersama selamanya” ucap Sang Jin
“Itu benar, Sang Jin. Kita harus terus bersama selamanya. Nanti jika kita sudah dewasa, kita akan menikah dan mempunyai anak seperti ayah dan ibu kita. Iya, kan?” Tiffany tersenyum senang sambil menatap ke arah gelangnya.
“Fany, aku harap nanti kalau kamu sudah besar, kamu akan menjadi penyanyi terkenal. Agar kamu bisa dikenal oleh orang-orang, dan agar aku bisa terus mendengar suaramu yang bagus itu” celoteh Sang Jin
“Sang Jin, suara aku jelek, mana mungkin aku bisa jadi penyanyi” cemberut Tiffany
“Suaramu bagus, kok. Dan aku yakin kamu akan menjadi penyanyi terkenal kelak” senyum Sang Jin
“Baiklah, terserah kau saja” senyum Tiffany
BRUKK!!
Tiba-tiba Sang Jin kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Tiffany panik dan menggoncang-goncang tubuh Sang Jin yang melemah.
“Sang Jin, kamu tak apa-apa. Sang Jin, kamu kenapa?” cemas Tiffany sambil menangis
“Ibu bilang bahwa aku sedang sakit dan tak boleh keluar malam-malam, namun aku melanggarnya karena ingin bertemu denganmu dan memberikan gelang buatanku kepadamu” senyum Sang Jin dan wajahnya semakin memucat
“Sang Jin, maaf, gara-gara aku kamu jadi seperti ini, maaf.” Tangis Tiffany
“Tak apa-apa, ini bukan salahmu” ucap Sang Jin mencoba tersenyum
***
Keesokan harinya
Tiffany menangis sangat keras melihat Sang Jin yang terbaring lemas dengan berbagai alat infus dalam tubuh lelaki itu. Penyakit Sang Jin semakin parah sehingga dia harus dibawa ke rumah sakit.
“Fany, ayo kita pergi, nak” ajak ayah Tiffany dengan lembut
“’Gak mau!! Fany mau menemani Sang Jin disini. Sang Jin jatuh sakit karena Fany. Fany gak mau pergi ke Amerika bersama ayah, Fany ingin menemani Sang Jin sampai Sang Jin sembuh” tangis Tiffany
“Fany, nanti juga Sang Jin akan sembuh, ayolah, nak, kita harus segera berangkat” ucap ayah Tiffany lagi
“Tiffany tak akan meninggalkan Sang Jin. Kita sudah berjanji akan terus bersama” rengek Tiffany sambil memegang erat tangan Sang Jin yang dingin
Ibu Sang Jin hanya mampu membungkuk meminta maaf kepada ayah Tiffany. Ayah Tiffany hanya mampu menghela nafas melihat anak perempuannya yang satu ini.
Tak lama kemudian beberapa suster dan juga dokter masuk kedalam ruangan dan segera memeriksa keadaan Sang Jin yang sepertinya semakin parah.
“Ada apa dengan anak saya, dok?” cemas ibu Sang Jin
“Anak ibu harus segera dioprasi. Keadaan ginjalnya semakin buruk. Jika kita tak menemukan ginjal yang cocok untuk anak ibu, kemungkinan besar nyawa anak ibu tak bisa diselamatkan” ucap dokter
Tiffany semakin menangis dan semakin memegang erat tangan Sang Jin. Namun dokter mencoba melepaskan genggaman tangan Tiffany.
“Maaf, adik manis, teman anda akan kami pindahkan ke ruangan khusus dulu” ucap salah satu suster
“Aku ingin bersama Sang Jin!! Sang Jin harus sembuh! Dan aku harus melihat Sang Jin sembuh!!” tangis Tiffany
Ayah Tiffany menghela nafas dan menggendong paksa anaknya. Tiffany tak berhenti menangis dan isak tangisnya semakin keras ketika suster dan dokter membawa Sang Jin pergi dari ruangan itu.
“Maafkan saya, Nyonya Park. Saya harus membawa Tiffany pergi” bungkuk ayah Tiffany
“Baiklah, tuan Hwang” senyum ibu Sang Jin dengan nanar
Ayah Tiffany lalu membawa Tiffany dengan paksa untuk pergi dari rumah sakit ini. Mau tak mau Tiffany harus ikut ayahnya untuk pindah dan menetap di Amerika.
“Aku tak mau pergi dengan ayah! Aku ingin bersama Sang Jin! Aku ingin bersama Sang Jin” tangis Tiffany histeris
Ibu Sang Jin menatap kepergian Tiffany dan ayahnya. Dia menangis lalu pergi menuju ruang khusus dimana anaknya tengah berada.
“Bagaimana keadaan anak saya, dokter?” tanya ibu Sang Jin
“Maaf, tapi sudah tak ada harapan lagi untuk Sang Jin, terkecuali jika ada keajaiban datang untuk menolongnya” ucap sang dokter menyesal
Ibu Sang Jin tak mampu lagi berkata apa-apa. Dia terjatuh dan menangis. Dia sangat bersedih dengan keadaan anak lelaki satu-satunya itu saat ini.
-Flashback End-
***
Tiffany mengeluarkan air matanya. Dia sangat sedih jika mengingat cinta pertamanya itu. Walaupun waktu itu Tiffany masih kecil, namun dia bisa merasakan betapa berharganya seorang Sang Jin untuk hidupnya.
Dia sengaja datang ke tempat dimana waktu dulu dia pernah tinggal. Desa ini adalah kampung halamannya ketika masih kecil. Walaupun hanya sebentar dia tinggal disini, namun Tiffany tak bisa melupakan semua kenangan yang ada tempat ini, termasuk kenangannya dengan Sang Jin.
“Aku merindukanmu” tangis Tiffany sambil menatap gelang itu
“Aku akan selalu mengingatmu dan selalu mencintaimu, Park Sang Jin. Dan aku ingin tahu seperti apa kau sekarang. Mungkin kau sudah menjadi pria yang tampan” gumam Tiffany
Tiffany lalu menengadah ke langit. Tersenyum namun matanya mengeluarkan butiran air mata.
“Lihat, aku sudah menjadi penyanyi seperti apa yang kau harapkan. Terimakasih, Sang Jin-ah” senyum Tiffany
Tiffany lalu memakai gelang itu kembali dan pergi dari pantai kenangannya bersama Sang Jin. Dia berniat untuk kembali ke dorm pagi ini juga karena keinginannya berkunjung ke tempat kenangan ini sudah terpenuhi.
***
Kantor SM Entertaiment
Seorang lelaki muda berhenti di depan sebuah poster jumbo yang menampakkan gambar 9 anggota SNSD.
“Tuan Park, apakah anda juga tertarik untuk membawa SNSD di produksi film anda?” ucap petinggi SM, Lee Soo Man
“Saya belum pernah bertemu SNSD sebelumnya, tapi sepertinya mereka pandai berakting, mungkin lain waktu akan saya bawa SNSD ikut serta dalam produksi film saya”
“Ya, para anggota SNSD semuanya pandai berakting. Tapi mungkin yang paling menonjol dalam berakting yaitu Yoona, Taeyeon, Yuri, Jessica atau bahkan Tiffany” ucap Lee Soo Man
“Tiffany?” kaget Tuan Park
“Ya, memangnya kenapa? Kau kenal dengan Tiffany?”
“Ah, tidak, hanya saja namanya mirip dengan teman kecilku waktu dulu” senyum Tuan Park dengan sedikit muram
“Ah~~, kalau begitu mari kita masuk, sebentar lagi BoA akan datang dan menandatangani kontrak dengan anda” ramah Lee Soo Man
“Baiklah, tuan Lee” senyum Tuan Park
Dia lalu berjalan beriringan bersama Lee Soo Man menuju ruangan meeting untuk membicarakan tentang kontraknya dengan BoA dalam produksi film miliknya.
_TO BE CONTINUED_