Main Cast : Kwon Yuri~Lee Donghae~Kim Junsu
Other Cast : Nichkhun ~Im Yoona~Park Sunyoung (Hyomin)
Aku memandang pemandangan gunung didepanku yang sangat indah. Udara begitu segar dan sejuk hari ini. Daun daun berjatuhan dengan indahnya , dan tak jarang aku mendengar suara kicauan burung yang merdu ditelingaku.
Yuri. Itulah namaku. Terkadang aku benci mempunyai nama itu. Tapi seseorang mengubah hatiku, orang itu mengatakan bahwa namaku indah dan penuh arti. Dan orang itu juga yang telah mengubah seluruh hidupku. Ya, hidupku yang dahulu kelam karena cinta, kini dia ubah seperti Indahnya pemandangan ini.
“Yuri….” seseorang menepuk bahuku. Dan aku tersenyum ketika tahu siapa orang itu.
“Oppa…. lama sekali membeli bunganya..” kataku kepada lelaki itu.
“Dijalan aku kebelet.. jadi aku mampir ke toilet dulu…hehe kau lama menunggu, ya?” senyum lelaki itu kepadaku. Aku hanya menggeleng dan tersenyum sebagai jawabannya.
Kim Junsu. Itulah nama lelaki itu. Dia adalah kekasihku. Sudah 2 tahun kami menjalin hubungan ini. Tapi, hubungan kami berdua bisa dibilang menyakitkan, bukan dalam artian menyakitkna bagi kami berdua, melainkan menyakitkan bagi perasaan seseorang. Dan hubungan kami berdua juga telah menelan korban jiwa. Dan itu semua karena keputusan bodoh yang keluar dari diriku……
5 Tahun yang lalu…..
“Hey Kwon Yuri… dari tadi makananmu tidak dimakan juga. Kau kenapa? sakit?” Tanya Yoona yang duduk dihadapanku bersama pacarnya yang bernama Nichkhun.
“Badanmu panas.. sebaiknya kau ke dokter..” kata Hyomin sambil meraba keningku
“Sudahlah.. aku tak apa-apa… sekarang aku sedang tak nafsu makan, dan panasku ini mungkin besok juga sembuh..” aku mencoba tersenyum ke arah mereka
“Jadi kau tak mau memakan makananmu? kalu begitu untukku saja ya?” Nichkun mau mengambil sepiring chiken steak milikku namun Yoona memukul tangan Nichkun.
“Aw…. sakit” keluh Nichkun lalu mengurungkan niat awalnya.
“Sekarang bukan waktunya bersikap rakus!!” marah Yoona pada kekasihnya itu.
“Ok ok.. aku mengerti..” sedih Nichkun.
“Lebih baik kau lupakan Junsu… kau seperti ini karena kau belum melupakan lelaki itu!!!” ucap Hyomin mebuatku kaget.
“Sudahlah… kami tahu kau jadi seperti ini karena kau terus memikirkan mantanmu itu, iya kan?” kali ini Yoona yang angkat bicara
“Mungkin….” kini aku merasakan air mata membasahi pipiku.
“Sudahlah.. mungkin kau bisa menemukan pengganti Junsu yang lebih baik lagi..” Hyomin memeluk dan menenangkan hatiku
“Apa perlu aku menghajar si Junsu itu, kalau perlu aku akan mengajak teman temanku seperti Wooyoung, Junho, Chansung, Taecyeon dan lainnya untuk mengeroyok Junsu? Atau apakah perlu juga kami menghajar Gyuri yang sudah coba coba mereb… AWWW!!!! sakitttt” Tendangan Yoona mendarat di kaki Nichkhun yang sedang asyik berbicara.
“Lebih baik kau tutup mulut!!! kau malah memperburuk suasana… aishhh aku heran kenapa aku bisa jatuh hati padamu..” geleng Yoona melihat tingkah laku pacarnya itu.
“Hehehe….” Nichkhun hanya tersenyum lebar ke arah Yoona
“Ya sudah.. lebih baik kau pulang saja… lagian kelasmu juga tak ada ulangan kan setelah istirahat ini?? Biar aku meminta surat izinmu kepada guru piket..” kata Hyomin mengelus kepalaku
“Baiklah….” jawabku setuju karena aku juga sudah tak ingin mengikuti jam pelajaran berikutnya.
“Kalau begitu kau tunggulah disini…. Yoona, Nichkhun… jaga Yuri dulu.. aku akan meminta surat izin kepada guru piket dulu..” kata Hyomin yang dijawab oleh anggukan dari Yoona dan Nichkhun.
Setelah Hyomin pergi aku hanya merebahkan kepalaku di meja kantin. Aku memejamkan kepalaku dan mencoba untuk menghilangkan rasa sakit ini. Rasa sakit yang lebih sakit dari penyakit yang ada di dunia ini.
“Yoona… Nichkhun.. kalian dipanggil ke kantor kepala sekolah…” terdengar suara seorang lelaki kepada Yoona dan Nichkhun
“Ha? Untuk apa???” kaget Yoona
“Mungkin untuk menhukum kalian yang selalu datang telat ..” kata lelaki itu lagi
“Sudah aku duga…. ” angguk Nichkhun
Yoona hanya menhela nafas. Mereka memang sering datang telat. Dan mereka lakukan itu setiap hari. Dan itulah sebabnya mereka sering di sebut ‘The Late Couple Forever’ di SMA ini.
“Yul… kau tidak apa-apa ditinggal sendirian?” tanya Yoona kepadaku
“Tidak apa-apa kok..” jawabku tanpa mengangkat kepalaku dari meja.
“Tunggu sebentar oke??” kata Nichkun langsung pergi bersama Yoona dan lelaki itu menuju kantor kepala sekolah.
Tinggalah aku sendiri disini. Aku mengangkat kepalaku yang terasa pusing. Sudah tidak ada murid murid yang sedang istirahat di kantin ini. Mungkin ini sudah jam masuk.
Sekilas aku melihat sosok orang yang kini aku benci. Dia terlihat sedang merangkul mesra seorang gadis yang juga aku benci. Ya. Mereka adalah Junsu dan Gyuri.
Junsu adalah mantan kekasihku. Dia memutuskan hubungannya denganku karena dia jatuh hati dengan orang yang bernama Park Gyuri. Hatiku sakit, aku mencintai Junsu dengan tulus, tapi kenapa dia gampang meninggalkanku karena seorang artis terkenal itu??
Gyuri adalah teman satu kelasku. Selain sebagai anak SMA biasa, dia juga adalah artis muda terkenal di Korea. Dan wanita itu penyebab hubunganku dengan Junsu rapuh seketika. Junsu meninggalkan wanita biasa seperti diriku untuk artis terkenal seperti Park Gyuri? Haha lucu sekali.
“Ommo.. Yuri~aa… kenapa wajahmu pucat sekali …” kata seorang lelaki yang langsung duduk disampingku
“Tidak apa-apa oppa.. lagian aku juga mau pulang.. Hyomin sedang mengambikan surat izin untukku…”
“Biar aku saja yang mengantarmu.. aku bawa kendaraan..” lelaki itu meraba keningku dan aku bisa melihat dia sedang panik
“Donghae oppa… tidak usah.. aku pulang bersama Hyomin saja.. aku telah banyak merepotkanmu..” senyumku padanya
“Sudahlah… mumpung aku bawa kendaraan dan masih bisa menolongmu… ayo aku bantu kau berdiri..” kata Donghae yang langsung menarik tanganku. Aku tak bisa menolak dan mengikutinya menuju mobil Donghae oppa.
“Bagaimana dengan Hyomin? Mungkin dia akan mencariku? Dan aku juga belum mendapat surat izin pulang dari guru piket..” tanyaku kepada Donghae oppa.
Donghae tak menjawab. Dia hanya mengangguk dan mengeluarkan secarik kertas.
“Ini surat izinmu.. Hyomin sudah aku suruh masuk kelas. Dan kau akan ku antar pulang. jadi jangan khawatir..” senyum Donghae
“Bagaimana bisa kau dapat surat izin itu? jadi oppa sudah tahu aku…”
“jangan banyak omong… aku antar kau pulang sekarang.. ayo masuk mobil” Donghae memotong pembicaraanku. Dia membukakan pintu mobil untukku. Dan aku langsung naik menuju mobilnya.
Di perjalanan aku dan Donghae oppa hanya diam. Donghae adalah kakak kelasku. Dia juga teman baiknya Junsu. Dia sangat baik, dia selalu mengerti dengan keadaanku, dia sudah aku anggap sebagai kakak.
“Lho?? oppa… itu kan rumahku.. kenapa dilewat??” kataku kepada Donghae karena dia tak menghentikan mobilnya di rumahku.
“Kau tak butuh pulang. Aku akan menculikmu agar hatimu membaik…”
“Maksud oppa…??” tanyaku bingung
“Aku tahu kau sakit bukan karena penyakit. Kau sakit karena kau belum bisa melupakan Junsu, bukan? Makannya aku akan culik kamu, dan sekarang aku akan setia menemanimu kemanapun kau pergi sampai kau tersenyum kembali….” senyumnya ke arahku
“Oppa… tidak usah… nanti aku malah merepotkanmu…”
“Merepotkan aku?? bukankah itu sudah biasa?? ya sudah tak usah difikirkan.. ahhh bagaimana kalau aku teraktir ice cream??” Lagi lagi Donghae tersenyum ke arahku.
Aku hanya tersenyum ke arahnya. Sekarang aku merasa lebih tenang. Dan rasa sakit itu perlahan berkurang. Dan mungkin dengan ini aku bisa melupakan Junsu.
***
Sudah 1 tahun aku menjalani hidupku yang berubah total. Dan kini aku bisa tersenyum ceria karena Donghae oppa selalu ada disisiku dan selalu menemani diriku. Walaupun begitu, aku masih tak bisa melupakan Junsu.
sekarang Donghae oppa sudah lulus dari SMA dan sibuk dengan urusan kuliahnya. Namun dia selalu menjemputku ke sekolah dan selalu menemaniku jalan-jalan. Hubunganku dan Donghae oppa baik baik saja. Sampai saat itu datang.
Tiba-tiba Junsu oppa datang dan memintaku kembali padanya. Dia bilang masih mencintaiku. Dan dia bilang Park Gyuri tak sebaik diriku ini. Jujur, aku bahagia ketika Junsu oppa meminta aku kembali. Tapi aku tak bisa.. kenapa?? Karena sekarang aku telah mempunyai Donghae oppa…
Dan bodohnya diriku lagi. Tiba-tiba aku memutuskan hubunganku dengan Donghae oppa. Dan aku kembali bersama Junsu. Hah aku memang bodoh. Aku tak mengerti mengapa aku lakukan semua ini. Aku melempar Donghae oppa yang telah mengisi hari kelamku hanya untuk kembali kepada Junsu yang dulu pernah menyakiti aku?
Sejak aku berpisah dengan Donghae oppa… aku tak bisa dan tak sanggup untuk bertemu bahkan berbicara dengannya.
“Yuri~aa….” tiba-tiba Donghae sudah berada dihadapanku..
Aku menghindar dan langsung pergi darinya. Namun dia menahan tanganku ” Aku mohon jangan pergi”
Akhirnya aku menyerah. Karena aku juga tak ingin terus menerus menghindari Donghae oppa… bagaimanapun juga aku telah melukai hatinya.
“Oppa… kau marah padaku, bukan?” tanyaku kepada Donghae
“Tidak….”
“Mengapa??? aku telah mengkhianati dirimu, aku telah menyakiti dirimu, aku meninggalkanmu hanya demi Junsu, yang waktu dulu pernah melukai aku.” tangisku pada Donghae. Aku merasa bersalah padanya.
“Walaupun begitu… aku tidak akan pernah membenci dirimu. Karena, aku mengerti hatimu, kau masih mencintai Junsu. Cintamu untuk Junsu lebih besar daripada cintamu untukku, bukan? Makannya kau meninggalkanku begitu Junsu memintamu kembali… walau sakit.. aku masih bisa menerima itu…” Donghae tersenyum ke arahku. Dan dia menghapus air mataku
“Oppa…. maafkan aku. Keputusanku ini benar benar Tolol.. maafkan aku”
“Tak apa apa… Keputusanmu meninggalkanku tidak tolok kok. kau mengambil jalan yang benar Yuri~aa…”
“Tidak.. itu tak benar.. keputusanku ini telah menyakiti hatimu oppa… aku salah.. maafkan aku..” tangisku kepada Donghae.. aku merasa bersalah kepadanya
“Kau tak salah… keputusanmu itu tepat… aku lega kau ingin meninggalkan diriku, dan aku senang kau kembali dengan Junsu. Jadi ketika aku pergi, aku tidak akan khawatir siapa yang akan menemani dirimu, karena sudah ada Junsu disampingmu…”
“Oppa.. kau akan pergi kemana??” tanyaku bingung
“Bukan kemana mana… ahh Yuri~aa.. aku harus pergi.. selamat tinggal” Donghae langsung pergi meninggalkan aku
“Oppa.. tunggu..” teriakku kepadanya. Namun dia tak menghiraukan teriakanku itu. Dan kini aku hanya bisa memandang kepergiannya.
***********************************
Itulah saat terakhir aku bertemu dengannya. Semenjak itu, aku tak pernah melihat wajah dan senyum Donghae oppa yang selalu membuat hatiku tenang.
Dan kini Junsu oppa sikapnya berubah. Semenjak Donghae pergi, dia jadi begitu baik dan sangat amat mencintaiku. Dan Junsu oppa pun berjanji tidak akan meninggalkanku pergi seperti dahulu lagi.
“Hey.. kok masih bengong.. ayo kita berangkat” Junsu menggandeng lenganku
“Ayo kita berangkat oppa…” senyumku kepada Junsu
Ya. Hari ini aku dan Junsu oppa akan mengunjungi Donghae oppa. Aku rindu padanya. Dan aku juga berniat meminta maaf dan berterimaksih padanya karena dia telah merestui hubunganku dengan Junsu. Dan berterimakasih kepadanya karena dia tak pernah membenci diriku yang sudah menyakiti hatinya.
“Donghae~aa… kami datang berkunjung…” kata Junsu saat kami sampai di lokasi tempat Donghae berada
“Oppa.. apa kabar???” aku menyapa Donghae dengan air mata di pipiku
“Donghae~aa… aku akan berjanji tak akan pernah mengkhianati cinta Yuri lagi. Aku akan menjaganya dan menyayangi dia. Dan aku tak akan membiarakan Yuri jatuh di tanganmu, kau mengerti??” Junsu langsung merangkul diriku dengan erat
“Oppa…. besok aku dan Junsu akan bertunangan…. apakah kau bahagia?? kami bisa seperti ini juga karena kau… Gomawo oppa…” aku tak bisa menahan tangisku
“Aku harap kau bisa melihat kebahagian kita dari sana Donghae~aa…” ucap Junsu
Aku langsung mengambil bunga yang berada di tangan Junsu dan meletakannya di batu nisan tempat Donghae oppa beristirahat. Tak lama kemudian aku dan Junsu oppa berdoa untuk jasad Donghae oppa. Sesudah itu kami berdua meninggalakn Donghae oppa dan membiarkannya hidup bahagia di alam sana.
Ya. Donghae oppa telah meninggal. Tanpa aku ketahui ternyata dia mepunyai penyakit Kanker otak. Dia meninggal tepat setelah pertemuan terakhir kami. Aku menyakiti perasaan pria itu. Cintaku dan Junsu telah meninggalkan korban.
Aku merasa seperti orang paling berdosa di dunia ini. Aku menyakiti orang yang pernah mengisi hari hariku yang kelam. Orang yang telah menghiburku.
Tapi aku sekarang sedikit merasa lega. Karena ternyata yang membuat Junsu memintaku kembali padaku adalah Dongahe oppa. Ternyata Donghae oppa menitipkan aku kepada Junsu, karena Donghae oppa sadar bahwa dia tak akan bisa selamanya menjaga diriku.
Oppa.. maafkan aku… Tapi.. aku akan menjaga cintaku dengan Junsu oppa selamanya. Karena itu semua karena dirimu… Sekali lagi maafkan aku oppa.. Saranghaeo Donghae oppa…
__The End__
Lollipop 1Main Cast : 2NE1 ~ SNSD Other : Super Junior Yesung, Kyuhyun, Sungmin ~ SHINee Genre : Romance ~ Comedy ~ Friendship Di Kantor SM Entertaiment… Para member SNSD sedang duduk tak bersemangat di ruang latihan. Mereka habis latihan lagu Run Devil Run selama 100 kali namun salah satu member menghancurkannya sehingga latihan tak kunjung selesai. “Sepertinya kaki aku mulai encok nih, eonni” keluh Hyoyeon kepada Taeyeon yang sedang tiduran tak berdaya disebelahnya “Aku juga cape.. hosshh hossshh hossshh” kata Taeyeon yang langsung ambruk dan tertidur di lantai “Ini semua gara-gara Sica!!” Ucap Sunny sambil meneguk habis minumannya karena terlalu haus “Lho?? Kenapa aku??” heran Jessica “Onnie… ga nyadar, ya? dari tadi gerakanmu salah melulu.. masih mending kalau salahnya kecil. Lha ini?? fatal…..!!!” marah Sooyoung dengan mulut penuh dengan makanan “Aigoo… Cho Sooyoung.. jangan biasakan bicara dengan mulut penuh makanan…” ucap Yoona sambil geleng-geleng “Iya.. benar itu! Jorok..” sambung Tiffany “Ya~~ kenapa jadi membicarakanku?? kita bukannya lagi menanyakan kenapa Sica onnie ga bener latihan, ya??” kata Sooyoung sambil garuk-garuk kepala “Ya sudah balik lagi ke topik utama.. Jessica-ssi.. kenapa kau tak konsentrasi latihan??” tanya Taeyeon kepada Jessica “Mianhae.. mungkin aku terlalu capek.. jadi mohon pengertiannya” tuduknya kepada semua member “Onnie.. lagi ada masalah, ya?” tanya Seohyun kepada Jessica “Aniyo.. aku hanya tak enak badan saja.. iya benar itu.. hehehe , oh, aku ke toilet dulu ya..” Jessica langsung pergi keluar dari tempat latihan. Semua member memandang Jessica heran. Lalu dengan sigap ke 7 member memandang heran kepada Yuri. “Hey.. kenapa melihatku seperti itu??” tanya Yuri ngeri “Kau apakan Jessica??” sidik Taeyeon “Aku tak tahu….” merinding Yuri karena melihat tatapan maut sang leader Ke 7 member itu masih saja memandang Yuri dengan heran. Yuri jadi merinding ngeri. “Ya sudah.. aku akan susul Jessica dan menanyakan apa yang terjadi.. oke??” Yuri langsung kabur meninggalkan para member yang menurutnya sangat berlebihan menatap dirinya *** Sementara itu di tempat latihan 2NE1 Tak beda jauh dari suasana latihan SNSD. Tempat latihan 4 gadis ini juga terlihat sangat lesu. “Minzy-ah!!! kau kenapa?? kenapa tak bersemangat seperti itu??” tanya Sandara kepada sang maknae “Tidak apa-apa.. aku hanya tak enak badan.. aku ke toilet dulu onnie..” Minzy langsung pergi bergegas menuju toilet. Ke 3 onnienya sangat heran melihat sikapnya. “Ada apa dengan dia??” tanya CL “I Don’t know..” jawab Park Bom “Semenjak pertemuan kita dengan SHINee, Minzy jadi berubah drastis. Apa ini ada kaitannya dengan grup itu, ya??” heran Sandara “Mungkin juga tuh…” sambung CL “Kalau begitu kita ke asrama SHINee saja.. tanyakan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi..” usul Sandara “Ahh jangan ke asramanya.. lebih baik kita ke kantor agensinya, mereka kan baru comeback. Mungkin mereka sedang sibuk latihan” usul CL lagi “Ide bagus.. kalau begitu kita kesana…” “Naik apa kesananya??” tanya Sandara “Naik kuda.. naik becak juga boleh..” kata Park Bom dengan wajah menyeramkan “Naik mobillah, onnie” kata CL tabah “Siapa yang nyetir??” tanya Sandara lagi “Ya supir….” jawab Park Bom enteng “Kenapa memangnya, onnie??” tanya CL “Ga apa-apa…. aku fikir kita naik bus.. hahahah” tawa Sanadara. Namun CL dan Park Bom tak menanggapinya. *** Kembali lagi ke SM Entertaiment “Taemin-ah…. bener nih kita ga melakukan dosa??” bisik Minho kepada maknae itu ” Tak apa-apa hyung… cuma barang kecil ini…” bisik Taemin lagi “Tapi kita ga bakal dihajar dan menimbulkan skandal sama 2NE1, nih??” kata Minho cemas “Udahh.. hyung diem ajah… ga bakal apa-apa kok… ” “Ya~~ Kalian sedang apa sih?? Bisik-bisik tetangga.. ga boleh tau!! Pamali!!” teriak Key di depan Minho dan Taemin “Berteriak seperti itu lebih pamali Hyung!!!” kata taemin lagi “Ya~~ Kau ini bisa saja.. eh, tapi tadi kalian lagi ngomongin apa sih??” Tanya Key penasaran “Sini Hyung aku bisikin…bolehkan, Minho hyung??” Minho Mengangguk pasrah. Si Taemin itu mulutnya ga bisa dikunci, dia pasti ingin cerita juga kepada hyungnya yang lain. Taeminpun mulai membisikan seusatu kepada Key. “MWO??? apakah kau gila, Taemin-ah???” kaget Key setelah dibisiki sesuatu “Aku masih waras hyung.. tapi otak aku yang sudah mulai sarap, jadi gitulah ceritanya…” kata Taemin lagi “Aigoo.. cara anak kecil sama orang dewasa ternyata ada bedanya juga tentang sangkut paut masalah ini.. ckckckck” geleng Key “Heheheh kan supaya unik….” senyum Taemin “Ada-ada saja.. pasti kau yang mengajari Taemin, ya??” melotot Key kepada Minho “Ngik?? aku tak akan pernah mengajarinya seperti itu…” elak Minho tak mau disalahkan “Minho, Key, Taemin.. kalian masih disini rupanya” kata Onew yang menghampiri mereka bertiga diikuti dengan Jonghyun “Hyung.. mau apa kalian kesini??” tanya Minho “Latihan… kita harus banyak latihan untuk Comeback kita” kata Onew lagi “Iya… benar itu” angguk Jonghyun “Ya sudah.. cepat kita mulai latihan lagi” komando Onew Dan semua member SHINee memulai latihannya dengan riang gembira. Tak seperti SNSD dan 2NE1. Termasuk Taemin, dia serasa akan pergi ke surga karena sedari tadi dia senyum-senyum membayangkan jika rencananya berhasil. *** “Lho?? Sandara onnie?? Park Bom onnie? Chaerin?? Kenapa kalian disini??” bingung Yuri yang bertemu 3 member 2NE1 disini “Kami mau bertemu dengan para member SHINee..” jawab Sandara sambil tersenyum “Ohh begitu.. ada perlu apa??” tanya Yuri penasaran “Tidak. Kami menemui sedikit masalah. Semenjak pertemuan kita dengan SHINee, Minzy jadi aneh. Dia terus tak bersemangat dan lesu” jujur CL “Jadi kami kesini untuk berbicara masalah ini kepada member SHINee secara baik-baik” sambung Park Bom “Jadi begitu.. Jessica juga akhir-akhir ini sering cemberut dan membuat kesalahan” gumam Yuri “Jessica?? Karena para member SHINee juga??” tanya Sandara “Bukan… aku juga tak tahu karena apa…” fikir Yuri “Ya sudah.. kami duluan ya??” pamit Park Bom Yuri hanya tersenyum. Dan 3 member 2NE1 berlalu. Aneh. Kenapa Jessica dan Minzy harus tak bersemangat dengan bersamaan, ya?? Apa ada hubungannya? Yuri hanya menghela nafas dan kembali lagi ke ruang latihan SNSD. Karena tadi Jessica tak ada di toilet. Mungkin dia sudah kembali ke ruang latihan. *** “Jessica onnie belum balik lagi kesini..” ucap Seohyun “Masa sih?? tadi aku uda cari di toilet tapi ga ada” bingung Yuri “Uda periksa di toko kue?? Warung?? supermarket??” tanya Sooyoung ngawur “Ya~~ Itu mah kalau kita mau nyari kamu!!!” kata Taeyeon sambil menjitak Sooyoung “Kenapa Jessica onnie sikapnya aneh, ya??” Yoona terlihat berfikir “Bentar. Jessica sikap biasa saja sebelum pertemuan aku dan Jessica bersama Sungmin oppa dan Kyuhyun oppa…” Hyoyeon mengingat sesuatu “Kapan??” tanya Sunny “Waktu hari Senin kalau tak salah. Aku dan Jessica mampir ke Cafe, dan kami bertemu dengan Sungmin dan Kyuhyun oppa. Lalu Jessica bicara 4 mata bersama Sungmin oppa. Karena aku dan Kyuhyun oppa sedang memesan makanan. Nah, semenjak itu sikap Jessica berubah drastis..” jawab Hyoyeon “Wahh.. pasti ada apa-apanya nih Jessica sama Sungmin…” ucap Tiffany “Apa jangan-jangan Sungmin suka sama Jessica, trus nembak Jessica, tapi Jessica nolak Sungmin. Makanya Jessica sampai sekarang merasa bersalah sama Sungmin oppa…” tebak Sooyoung “Mm?? Sungmin oppa suka sama Jessica??? Lebih baik jangan…” kata Sunny yang mulai cemberut “Kenapa?? Cemburu, ya??” Kata Yuri sambil noel-noleh Sunny “Enggak kok.. mana mungkin aku cemburu.. hahaha” kata Sunny ketawa garing “Ya sudah.. kita selidiki saja…” usul Taeyeon “Iyap! Mumpung Sungmin oppa ada di kantor SM. Tadi aku lihat dia bersama Yesung oppa dan Kyuhyun oppa ada di ruang latihan Super Junior” ucap Yuri “Kalau begitu biar aku dan Sooyoung yang mengintrogasi Sungmin oppa” ucap Sunny bersemangat “Kenapa harus aku, onnie??” tanya Sooyoung cemberut “Mau makanan enak, ga?? aku traktir” tawar Sunny “Mauu… kalau begitu ayoooooo kita ke tempat latihan Suju!!!” Sooyoung dengan semangat menggebu langsung menarik tangan Sunny dan pergi untuk menemui Sungmin. *** Di tempat latihan Super Junior… Sungmin lagi Menempelkan poster di dinding. Dia naik tangga yang dibawahnya sudah dipegangi oleh Yesung dan Kyuhyun. “Kurang ke pinggir, hyung….” teriak Kyuhyun “Bukan… kurang ke kiri.. bukan ding kanan kanan.. eh, kiri-kiri, ke atas dikit” kata Yesung. Tapi kok malah mirip tukang parkir, ya? “Aduh.. Yesung hyung… jadi yang bener kurang kemana nih???” tanya Sungmin yang bingung dengan omongan Yesung “Kurang kedalem kali ya, hyung??” kata Kyuhyun yang sedikit piktor “Husshh maksudnya??mmm.. kamu ini masih kecil tapi fikiran uda jorok… siapa yang ngajarin sih??” tanya Yesung penasaran kepada Kyuhyun “Sungmin hyung yang ngajarin…” kata Kyuhyun sambil cekikikan “Enak aja…. Kagak!!! aye ga pernah ngajarin lu kayak gitu!!!” kata Sungmin yang logat betawinya keluar (Lho??) “Aishhh… stop deh jangan banyak omong lagi. Tuh posternya kurang keatas dikit” perintah Yesung lagi Sungminpun membetulkan posisi poster itu. Tapiiii….. “SUNGMIN OPPA!!!!” BRAKK!!! Sungmin langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh. “Hahahahahah” tawa Kyuhyun dan Yesung yang melihat Sungmin terjatuh.. “Au!!! Ya~~ Kalian berdua kenapa malah menertawakan aku??” cemberut Sungmin “Gaya jatuh hyung sangat unik. Kalau di slow motionkan pasti lebih bagus dan bermakna” tawa Kyuhyun sangat puas. Sungmin hanya menekukkan wajahnya “Dan Kau!!! Kenapa teriak begitu?? udah tau suara cempreng.. bikin orang jantungan aja..” marah Sungmin kepada Sooyoung. Yang tadi teriak adalah Sooyoung dengan suaranya yang begitu khas “Kita mau bertanya sesuatu kepada oppa” kali ini Sunny yang angkat bicara “Bertanya apa??” tanya Yesung “Kami bukan mau bertanya pada Yesung oppa.. kami mau bertanya pada Sungmin oppa” tegas Sooyoung membuat Yesung langsung jalan dan duduk di pojokan “Ada apa kalian mau bertanya denganku??” “Oppa apakan Jessica onnie??” tanya Sooyoung langsung “Jessica??? memang kenapa sama Jaessica??” heran Sungmin “Lha?? Kok malah balik nanya?? Oppa ada masalah kan dengan Jaessica??” tanya Sunny lagi “Masalah apa???” Sungmin garuk garuk kepala “Oppa… Jessica onnie sikapnya jadi aneh dan pendiam semenjak dia bicara 4 mata bersama oppa waktu senin lalu” jelas Sooyoung “Aku?? Emangnya aku bicara salah dengan dia, ya??” Sungmin makin heran “Hyung… mungkin gara-gara itu” kata Kyuhyun kepada Sungmin “Gara-gara itu apa??” tanya Sungmin “Gara-gara tingkah kita waktu di Cafe.. pas mau pulang.. Hyung masih ingat, kan? kita menjaili Jessica disana??” bisik Kyuhyun kepada Sungmin Sooyoung dan Sunny hanya mengerutkan dahi. Mereka tak tahu apa yang Kyuhyun katakan karena dia berbisik “Oh… gara-gara itu?? masa sih hanya gara-gara itu dia jadi pendiam dan aneh” bisik Sungmin lagi “YA~~~!!! kalian bicara jangan pake bisik-bisik!!” kata Sooyoung “Jadi oppa tahu tidak Jessica kenapa??” tanya Sunny Sungmin dan Kyuhyun nyengir dan mengangguk misterius kepada Sunny dan Sooyoung. Kyumin bingung harus menjelaskan apa kepada para member SNSD. Karena yang membuat Jessica jadi aneh dan pendiam itu mereka berdua. _To Be Continued_ Lollipop 2Main Cast : SNSD ~ 2NE1Other Cast : Super Junior Yesung, Sungmin, Kyuhyun ~ SHINeeGenre : Romance ~ Comedy ~ FriendshipDi ruang latihan SNSD… Jessica kembali lagi. Namun tak ada satu orangpun yang berada di ruangan ini. Dia bernafas lega. Karena bisa menyendiri disini… “Ottokke?? Lollipopku hilang..hiks hiks.. padahal itu pemberian dari Yuri…huaaaa” tangis Jessica meledak Jessica terus saja menangis. Karena ga ada siapa-siapa, dia menangis sambil jungkir balik dan guling-gulingan. Namun akhirnya dia terdiam dan menghapus air matanya karena seseorang datang. “Jessica onnie…” Seohyun berlari dan duduk di samping Jessica “Iya seororo.. ada apa?” tanya Jessica mencoba tersenyum “Onnie.. kehilangan Lollipop, ya??” tanya Seohyun mengagetkan Jessica “IYA!!! KOK TAHU??” BRAKK!! Seohyun terpental dari kursinya karena mendengar teriakan Jessica yang sangat amat melengking Seohyun jadi linglung sendiri. Dia membenarkan posisi kupingnya karena terlanjur kena semprot suara Jessica. Lalu dia bangkit kembali.. “Seohyun-ah… kamu tahu dari mana aku kehilangan Lollipop??” tanya Jessica yang suaranya mulai dikecilkan “Itu onnie… Kyuhyun sama Sungmin oppa tahu segalanya… Lollipop milik onnie ada di mereka..” jawab Seohyun datar “Kok bisa ada di mereka??” Jessica garuk-garuk kepala “Onnie temui mereka saja.. mereka ada di ruang latihan Suju.. Onnie-Onnie SNSD juga sudah ada disana..” ucap Seohyun “Kalau begitu… ayo!!!” Jessica langsung menarik tangan Seohyun dan menyeretnya menuju ruang latihan Super Junior. *** Di Ruang Latihan SHINee…. “Itu noona… eumhh sebenarnya kami tahu kenapa Minzy kurang bersemangat..” ucap Minho kepada Sandara, Park Bom, dan CL dengan terbata-bata “Jadi Minzy kenapa??” tanya Sandara Minho hanya melirik Key dengan cemas. Key hanya angkat bahu. Tapi akhirnya Minho menjawab “Biang keladinya Taemin, noona…” jawab Minho pasrah “Taemin?? Maknae kalian?? Apa yang dilakukan Taemin kepada maknae kami, huh??” tanya Park Bom dengan aura kejamnya “Sabar onnie.. sabar… orang sabar di sayang CL” kata CL yang mengelus-ngelus pundak Park Bom “Sudahlah.. kalau begitu dimana Taemin?? Cepat selesaikan masalah ini.. karena keadaan Minzy semakin aneh..” ucap Sandara memperbaik suasana “Taemin kan ke dorm 2NE1.. dia berniat mengembalikan barang yang dia ambil kepada Minzy…” kini Key yang angkat bicara “Hah?? Kok dikembalikan??” heran CL sambil garuk-garuk kepala “Iya.. jadi si Taemin ceritanya mau menyatakan perasaannya pada Minzy dengan cara itu..” bocor Key lagi. Minho langsung menyikut tangan Key yang sembarangan ngomong “Apa?? jadi Taemin mau menyatakan cinta pada uri Minzy??” kaget Park Bom Minho dan Key hanya mengangguk dengan terpaksa.. “Ohh jadi gitu… cara menyatakan cinta Taemin sungguh aneh.. masa mengambil barang milik Minzy terus dikembalikan lagi.. ahhh aku tak mengerti pikiran anak muda zaman sekarang” geleng Sandara “Emang noona udah tua, ya??” tanya Minho ngasal “Husshh.. kata siapa aku sudah tua,hah?? aku ini masih muda kaliii” jawab Sandara dengan sedikit cemberut Minho hanya menutup mulutnya rapat-rapat. “Emangnya apa sih barang milik Minzy yang diambil Taemin??” tanya Park Bom Key dan Minho saling lirik. Lalu mereka mendekat ke arah 3 member 2NE1 itu. Dan membisikan jawaban dari pertanyaan Park Bom. “APA!!!???” dengan spontan ke 3 member itu berteriak menyebabkan Key dan Minho langsung pingsan ditempat. *** Dorm 2NE1… TING TONG!!! ada tamu dibalik pintu. Minzy yang sedang menangis menhapus air matanya dan membukakan pintu untuk tamu yang sebenarnya mengganggunya. CEKLEK! Pintu terbuka dan sudah ada Taemin yang nangkring dengan senyum lebarnya. “Oh, Taemin oppa.. ada apa kesini??” tanya Minzy yang kaget melihat Taemin “Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu..” kata Taemin malu-malu “Ohh.. masuk saja oppa.. tak ada siapa-siapa” ajak Minzy Taeminpun tersenyum dan menerima tawaran Minzy. Dia masuk dan duduk di ruang tamu di depan Minzy. “Jadi… oppa mau apa kesini??” tanya Minzy “Ada sesuatu yang aku ingin curi darimu…” kata Taemin memulai rencananya “Hah?? Sesuatu yang di curi dariku?? ” tanya Minzy kaget sambil berfikiran yang tidak tidak “Eh, jangan salah pengertian dulu… waktu itu.. aku telah mencuri barang behargamu.. dan kini.. aku ingin mencuri hatimu…” kata Taemin dengan kata-kata yang telah dirangkainya dengan lancar. Ia lancar.. karena Taemin berkata seperti itu sambil ngintip tangannya yang sudah penuh dengan kata-kata indah untuk Minzy “Mencuri hatiku..oppa??” kata Minzy yang tersenyum. Sebenarnya dia juga sudah tertarik dengan Taemin sejak dia bertemu dengan lelaki itu “Iya.. kau mengizinkan aku mencuri hatimu, kan?? kalau kau izinkan.. akan aku kembalikan barang berharga milikmu yang telah aku curi..” kata Taemin masih dengan mengintip contekan ditangannya Minzy hanya mengangguk kecil. Dan Taemin makin tersenyum lebar. Ternyata rencanannya berhasil. Akhirnya dia punya pacar. Dan mendahuli para Hyungnya yang masih single.. “Kalau begitu.. ini aku kembalikan barang berharga milikmu…” Taemin menyodorkan kalung berlian berbentuk Lollipop kepada Minzy. Minzy yang tadinya tersenyum sekarang malah terheran-heran. “Ini kalung siapa, oppa??” tanya Minzy “Lho?? ini kan kalung kamu.. masa ga inget??” heran Taemin “Ini bukan milikku.. aku tak pernah mempunyai kalung seperti ini” ucap Taemin “Jadi ini punya siapa??” Taemin makin heran Minzy menghela nafas dan menggeleng pelan. Barang yang dia cari ternyata bukan di tangan Taemin. *** “Bukan… ini bukan punyaku…” kata Jessica sambil menangis “Jadi sebenarnya kau kehilangan apa, sih??” tanya Yuri penasaran “Bukan ini.. bukan permen lollipop yang aku cari..” tangis Jessica lagi “Lha?? Lollipop ini aku dan Sungmin hyung curi dari tasmu, Sica..” ucap Kyuhyun yakin bahwa Lollipop satu toples penuh itu milik Jessica. Walaupun isinya sudah setengah “Kapan oppa mengambil lollipop ini di tas Jessica??” tanya Taeyeon “Waktu di cafe.. waktu hari senin.. pas Jessica lagi ke toilet.. hehehe..” cengir Sungmin “Tapi itu bukan milikku.. Lollipop yang aku maksud itu kalung lollipop pemberian dari Yuri” tangis Jessica lagi “Ohh kalung lollipop berlian itu?? Hey.. bisa-bisanya kau menghilangkan itu…” kata Yuri membuat Jessica makin menangis merasa bersalah “Udahlah onnie.. jangan memperburuk suasana… biar kita cari sama-sama saja kalung Lollipop itu..” kata Sooyoung bijaksana sambil berebut cemilan dengan Yesung “Ya~~ kau sudah makan banyak!! jangan rebut punyaku donk!!” marah Yesung karena cemilannya di embat habis oleh Sooyoung Semua yang ada disitu hanya geleng-geleng prihatin dengan Yesung dan Sooyoung. Disetiap keadaan apapun pasti makan. Mungkin saat kebanjiran dan gempa bumi juga mereka tak akan melupakan yang namanya makanan. “Annyonghaseo…” sapa member SHINee diikuti dengan 3 member 2NE1 “Wahh kenapa ruang latihan super junior jadi tempat perkumpulan meja kotak??” kata Hyoyeon ngelindur “Mmmm?? aneh..” geleng Sunny mendengar perkataan Hyoyeon “Wahh lagi kumpul-kumpul, ya?? kita ikutan boleh kan, hyung??” kata Onew yang mendekat jail ke arah Yesung dan Sooyoung dan dengan langkah lambat tapi pasti dia mencomot ayam goreng milik Yesung PLAKK!! tangan Onew dipukul oleh Yesung dengan kerasnya. Dan Yesung mengambil kotak makanan berisi ayam goreng beharganya itu. “Yaaa… Hyung pelit…” kesal Onew “Biarin… saya lapar.. arraso??” Yesung langsung melahap ayam gorengnya. Membuat Onew dan Sooyoung mupeng. “Wahh.. penderitaan Shinskin karena shinskin.. hahaha” tawa Jonghyun melihat tingkah Onew dan Sooyoung bagaikan anak anjing yang minta makan kepada Yesung “Aku suka kata-katamu, Jonghyun-ah..” ucap Yoona sambil tepuk tangan “Ahh noona.. biasa aja kok..” senyum Jonghyun malu malu membuat Minho dan Key begidik “Hey.. itu toples yang isinya Lollipop kayaknya aku kenal deh” kata Sandara menunjuk kearah Lollipop yang dipegang Kyuhyun “Kotak Lollipop ini, noona??” tanya Kyuhyun “Iya.. aku kenal dengan toples itu.. tapi punya siapa, ya?” Sandara terlihat berfikir “Bukankah itu punya Minzy, ya??” kata Park Bom Kyuhyun, Sungmin dan member SNSD kebingungan. Mereka mencerna ucapan Park Bom “Iya.. itu toples permen Lollipop kesayangan Minzy.. kok bisa ada di kalian??” tanya Park Bom “Jadi ini punya Minzy?? Bukan punya Jessica??” heran Sungmin. Park Bom mengangguk diikuti CL dan Sandara “Aku tak pernah punya permen Lollipop sebanyak itu.. yang aku punya itu kalung berlian berbentuk Lollipop” kata Jessica mulai berkaca-kaca lagi “Kalung berlian bentuk Lollipop?? bukankah itu milik Minzy yang sekarang sedang dikembalikan oleh Taemin??” Minho ikut heran “Minzy tak pernah punya barang seperti itu…” ucap CL Semua yang ada disitu terlihat berfikir. Mereka berusaha memecahkan apa yang terjadi sebenarnya. Terkecuali Yesung, Sooyoung dan Onew.. mereka ga ambil pusing karena sedang melahap cemilan dan ayam goreng yang sudah disediakan. “Aha!! Mungkin permen Lollipop Minzy tertukar dengan kalung Lollipop milik Jessica onnie…” kata Seohyun buka mulut “Bisa juga… tapi kapan tertukarnya??” tanya Key penasaran “Eumm mungkin pas hari senin di Cafe.. kalau tidak salah, aku juga bertemu SHINee dan 2NE1 disana” ucap Hyoyeon “Iya… kita kan ketemu disana, ya??” ucap Sandara dan Minho berbarengan “Jessica noona…Jessica noona..” Taemin berlari dan menghentikan langkahnya di depan Jessica diikuti oleh Minzy. Semua yang ada disitu melihat heran kepada Taemin dan Minzy yang datang tiba-tiba. “Ada apa Taemin..??’ heran Jessica “Ini.. ini milikmu, kan??” Taemin menyodorkan kalung berlian berbentuk Lollipop kepada Jessica. Jessica langsung sumigrah dan mengambil kalung itu. “Iya… ini punyaku.. kau dapat dari mana?? ahhhh iya ini memang punyaku…” kata Jessica yang langsung memeluk Taemin “Ehemm!!” dehem Minzy Taemin langsung melepaskan pelukan Jessica. Karena takut kekasih barunya marah. “Lho?? itu kan toples Lollipop punyaku…” ucap Minzy yang langsung mengambil toples Lollipop yang ada di tangan Kyuhyun.. “Nah.. benar, kan?? Lollipop beda jenis itu tertukar..” bangga Seohyun “Tapi kenapa bisa gitu, ya??” heran Yuri Semua angkat bahu.. tapi tapi… ada author muncul dan menceritakan semuanya pada mereka agar mereka tak pusing dan makin gila… __ Flashback.. Monday ago..__ “Oppa.. kami duluan, ya??” pamit Hyoyeon kepada Kyuhyun dan Sungmin “Eh, mending kita pulang bareng..Jessica bawa mobil, kan??” kata Kyuhyun “Iya…mau bareng saja nih pulangnya??” kata Jessica “Iya.. sesama artis SM kan harus saling akrab satu sama lain, jadi kita ikut pulang, ya??” senyum Sungmin “Oppa.. bilang saja mau nebeng.. jangan bawa nama SM segala..” kata Hyoyeon kesal. KyuMin hanya nyengir. Merekapun meninggalkan meja makan mereka. Namun ada masalah sedikit. Tanpa Jessica ketahui kalung Lollipopnya terjatuh dan tergeletak di kursi Cafe. Setelah Jessica, Hyoyeon, Kyuhyun, dan Sungmin sampai di depan mobil Jessica… “Oppa.. Hyoyeon.. aku ke toilet dulu, ya?? sebentar kok..” kata Jessica yang langsung berlari meninggalkan KyuMIn dan Hyoyeon “Beuh.. bukannya dari tadi..” kesal Sungmin “Eh.. itu bukannya SHINee dan 2NE1, ya??” gumam Hyoyeon “oh, iya.. mereka pasti akan diwawancara oleh sebuah majalah atau program tv” kata Kyuhyun karena selain SHINee dan 2NE1, ada beberapa reporter dia lihat “Wahhh aku kesana ah… hitung-hitung promosiin diri… nampil di kamera” ucap Hyoyeon semangat dan melesat pergi untuk ikut nongol di wawancara SHINee dan 2NE1 “Kok punya junior aneh semua, ya??” derita Sungmin “Hyung.. dari pada kita BT.. kita jailin Jessica yok??” kata Kyuhyun “Kenapa Jessica.. kenapa ga Hyoyeon aja??” tanya Sungmin lagi “Kan Hyoyeon lagi narsis sama SHINee dan 2NE1.. tinggal Jessica yang tersisa.. ” kata Kyuhyun dengan evil smilenya “Ide bagus… ayoo kita susul Jessica..” semangat Sungmin yang keluar jailnya Kyuhyun dan Sungminpun pergi menuju tempat dimana Jessica berada. Namun KyuMIn terhenti di depan toilet wanita itu. “Kyuhyun-ah.. ini kan toilet wanita.. masa kita masuk sih??” “Kita nyamar ajah, hyung..” “Ngik?? nyamar pake apa??” heran Sungmin mulai begidik ngeri “Nih.. aku bawa 2 rambut palsu milik Heechul hyung.. kita pakai ini aja” senyum Kyuhyun jail Sungmin begidik ngeri namun dia akhirnya menuruti perkataan dongsaeng gila itu. Kyuhyun dan Sungmin kini sudah memakai rambut palsu mereka. Dan merekapun masuk kedalam toilet wanita itu “Hyung.. itu tas Jessica” bisik Kyuhyun “Dimana??” “itu.. yang ada di wastafel…” tunjuk Kyuhyun Sungmin mengangguk dan menghampiri tas Jessica yang berada di wastafel toilet “Kyuhyun-ah.. tas Jessica ada 2, ya?? kok tas ini mirip sekali ya??” bingung Sungmin karena tas warnah hitam ada dua disana. Dan bentuknyapun sangat mirip “Mungkin tas Jessica yang ada gantungan tedy bearnya, hyung” tunjuk Kyuhyun kepada tas hitam yang ada gantungan tedy bearnya “Iya.. betull!!! kalau ga salah tas Jessica ada gantungannya..” senyum Sungmin jail “Ayo kita ambil barang yang menarik dari tas Jessica” kata Kyuhyun semangat Sungmin membuka tas hitam yang ada gantungan tedy bear itu. Dan Kyuhyun tersenyum senang karena ada toples berisi lollipop yang banyak di tas itu. Lalu KyuMin sepakat mengambil itu dari tas. Lalu mereka pergi begitu saja dari toilet dan menikmati hasil curiannya. Tak lama kemudian. Seorang wanita keluar dari toilet. Dia menuju wastafel dan mengambil tas hitam yang ada gantungan Tedy bear miliknya. Lalu wanita itu pergi dari toilet. Dan.. wanita itu ternyata bukan Jessica.. melainkan Minzy Sedangkan Jessica keluar dari toilet dan melakukan hal yang sama. Dia mengambil tas hitam yang ada gantungan berbentuk huruf J miliknya. _______ Wanwancara SHINee dan 2NE1 berlangsung menyenangkan. Dan dari tadi Taemin melihat kearah Minzy terus. Karena lelaki itu tertarik pada Minzy pada pandangan pertama. “Kalau begitu.. terimakasih atas undangannya.. kami tak bisa berlama-lama disini..” kata Park Bom ramah “Baiklah.. kalian bisa pulang duluan.. kami akan melanjutkan wawancara lebih lama dengan SHINee” kata salah satu wartawan itu “Baiklah.. terimaksih.. kami duluan” senyum CL kepada wartawan juga para member SHINee para member 2NE1 berdiri dan meninggalkan Cafe. Namun Taemin melihat sebuah kalung berlian berbentuk Lollipop yang tergeletak di kursi tempat Minzy duduk tadi. Dan Taeminpun mengambilnya “Taemin-ah.. itu punya siapa??” bisik Minho karena tak mau mengganggu Onew yang sedang diwawancara “Mungkin punya Minzy yang terjatuh..” bisik Taemin lagi “Kenapa tak dikembalikan??” “Biar saja.. aku punya cara untuk mengembalikannya” senyum Taemin yang mulai merancang sesuatu untuk menyatakan perasaannya pada Minzy Minho hanya menggeleng dan kembali fokus kepada wawancara itu… sedangkan Taemin tak bisa berhenti tersenyum.. __ Flasback end__ “Ohhhh jadi gitu toh ceritanya.. ribet amet, ya??” ucap Yoona setelah author menceritkan kejadian yang sesungguhnya dan menghilang dari cerita “Kyuhyun oppa, Sungmin oppa.. kalian benar-benar jail… masa masuk toilet cewek” kata Seohyun sedikit ilfil kepada Kyuhyun “Ini ide dia!!!” ucap Kyuhyun dan Sungmin berbarengan. Sungmin menunjuk ke Kyuhyun sedangkan Kyuhyun menunjuk ke Sungmin. Saling tuduh maksudnya “Ya sudahlah.. yang penting masalahnya sudah terpecahkan..” kata Taeyeon bijaksana. Semuanya mengangguk “Temin-ah.. kau jadi sudah menyatakan perasaanmu pada Minzy??” tanya Minho kepada Taemin Taemin mengangguk. “Diterima ga?? Minzy.. kamu menerima dia, tidak??” kata Jonghyun kepada Minzy. Minzy pun mengangguk mantap “Aigoo.. aku kalah dengan maknae… masa dia lebih dulu mempunyai kekasih??” sedih Key “Uri Minzy sudah dewasa rupanya” kata Sandara bangga Minzy dan Taemin hanya tersenyum malu-malu. Tapi setelah itu Minzy berkata sesuatu “Kok permen Lollipop milikku tinggal setengahnya sih??” sedih Minzy “Ehehehe… maaf.. kami yang makan.. tapi Sungmin Hyung lebih banyak makannya” angguk Kyuhyun yang langsung mendapat jitakan dari Sungmin “Enak aja nuduh sembarangan.. kau yang paling banyak makan permen lollipop itu..” ucap Sungmin tak terima “Iya deh iya.. Minzy-ah.. nanti aku ganti lollipop milikmu” tunduk Kyuhyun “Gwencana oppa…” senyum Minzy membuat Kyuhyun tersenyum sumigrah “Eh.. aku dengar tadi Taemin sudah berpacaran dengan Minzy, ya??” tanya Onew lemot “Iya oppa.. dari tadi kita kan bicara itu..” geleng Jessica lagi “Wahhh berarti ada yang baru jadian nih…” teriak Yesung bersemangat “Teraktir!!!!” teriak Sooyoung semangat ’45 “Betul!!! Teraktir!!!” teriak anggota SNSD + Kyuhyun + Sungmin + SHINee + 2NE1 minus Minzy Taemin hanya menghela nafas. Dia sudah menduga. Tapi karena dirinya lagi bokek. Maka dari itu dia menarik tangan Minzy dan langsung KABURRR!!!! “Wah.. ada yang lari dari tanggung jawab..woiii Taemin.. teraktir kita..” Teriak Yesung mengejar Taemin “Taemin!!! Aku ingin ayam goreng!! Bayarin!!” si raja ayam goreng Onew mengejar dongsaenya itu Yah.. pada akhrinya semua yang ada disitu mengejar Taemin dan menagih pajak jadian Taemin dan Minzy… Dan kantor SM-pun rusuh dengan kehadiran makhluk-makhluk itu… __The End__ First-Time LoverFIRST TIME LOVER Cast: Kyuhyun ~ Seohyun ~ Yonghwa Other: Minhyuk CNBLUE ~ Sunny ~ Sungmin Genre: Romance “Hyung, kau benar berpacaran dengan Seohyun?” tanya Min Hyuk Yonghwa mengurungkan niatnya untuk minum. Dia lalu menaruh gelas di atas meja dan menatap Min Hyuk lekat-lekat “Sudah aku bilang ratusan kali, aku dan Seohyun tak ada hubungan apa-apa. Kami memang pasangan “suami-istri”, namun itu hanya di acara WGM saja” jawab Yonghwa “Begitu? Tapi kalian cocok jika benar-benar bersama” senyum Min Hyuk “Benarkah? Tapi rasanya ada yang lebih cocok berpacaran dengan Seohyun dibanding aku” ucap Yonghwa “Siapa, hyung?” Yonghwa hanya tersenyum simpul dan menggeleng pelan. Membuat Min Hyuk penasaran. “It’s secret!” bisik Yonghwa “Mwo? Ah~ hyung, aku ingin tahu” rengek Min Hyuk Yonghwa tak menghiraukan ucapan Min Hyuk. Dia lalu beranjak dari meja makan dan langsung keluar dari apartement CNBLUE. Ketika Yonghwa hendak menuju basement, ponselnya berdering. Dia lalu segera mengangkatnya. “Hallo?” “Hallo, Yonghwa~ssi?” ucap Kyuhyun disebrang sana “Ah~ hyung, ada apa?” “Tidak. Aku hanya ingin minta bantuanmu. Boleh?” “Tentu saja” angguk Yonghwa “Bisakah kau hubungi Seohyun dan katakan padanya untuk datang ke Han River malam ini?” tanya Kyuhyun “Untuk apa?” heran Yonghwa “Itu… aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya” ucap Kyuhyun terdengar gugup “Hahha, tapi mengapa harus aku yang menyuruhnya datang kesana? Kenapa tidak hyung saja?” tawa Yonghwa “Aku takut dia tak akan datang jika aku yang menghubunginya. Kau ini teman dekatnya, mungkin saja dia mau jika kau yang meminta” “Ok, baiklah, nanti aku akan hubungi Seohyun” ucap Yonghwa akhirnya “Benarkah? Ah~ terimakasih Yonghwa-ssi, kalau begitu sampai ketemu nanti… “ Yonghwa tersenyum dan memasukan ponselnya kembali setelah sambungan terputus. “Dasar Kyuhyuh sunbaenim. Padahal sudah 1 tahun dia menyukai Seohyun, tapi kenapa baru sekarang dia berani mengungkapkannya?” Yonghwa tertawa kecil dan menggeleng. Lalu lelaki itu berjalan kembali untuk menuju basement. #*#*# Malam harinya Kyuhyun tersenyum puas menatap bucket bunga yang kemarin baru dia beli. Dia lalu berlari dan segera keluar dari kamarnya. “Woahhh… kau mau kemana?” tanya Sungmin dari sofa ketika Kyuhyun keluar “Bertemu seseorang, hyung” singkat Kyuhyun “Kau mau kencan?” heran Sungmin “Mungkin” jawab Kyuhyun “Siapa teman kencanmu?” Sungmin menghampiri Kyuhyun dan bertanya “Ah~, nanti juga kau akan tahu. Baiklah, aku pergi dulu” Kyuhyun tersenyum lalu berjalan melewati Sungmin dan keluar dari apartement. Sungmin menghela nafas berat dan duduk kembali di sofa. Dia lalu melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti, yaitu menonton TV. “Hh~~ kapan aku mempunyai kekasih?” gumamnya. #*#*# “Kau mau kemana?” tanya Sunny ketika Seohyun keluar dari kamarnya dengan dandanan rapih “Yonghwa oppa menyuruhku datang ke Han River” jawab Seohyun “Kalian kencan beneran?!!” kaget Sunny tak percaya lalu gadis itu menghampiri Seohyun “Tidak, onnie. Yonghwa oppa bilang bukan dia yang akan menemuiku di sana. Tapi temannya” “Benarkah? Dan apakah kau kenal dengan temannya?” “Yonghwa oppa bilang bahwa aku mengenali temannya. Jadi aku memutuskan untuk datang saja” senyum Seohyun “Ah~ baiklah, tapi kau sebaiknya hati-hai, ya?” “Oke, onnie, aku akan baik-baik saja. Kalau begitu aku pergi dulu” pamit Seohyun Sunny mengangguk dan menatap kepergian Seohyun. Lalu Sunny kembali ke meja makan dan berniat untuk kembali memakan makan malamnya. Tapi piring miliknya sudah kosong. Makanannya sudah habis dan tentunya bukan Sunny yang memakannya karena sedari tadi dia mengobrol dengan Seohyun. “HYAA!!! CHOI SOOYOUNG!!!” teriak Sunny kepada sang-“pencuri makanan” miliknya #*#*# Few minute later Han River “Yonghwa oppa?” Yonghwa yang sedang memainkan gitar menghentikan permainannya dan tersenyum ke arah Seohyun. Seohyun membalas senyuman Yonghwa dan gadis itu duduk disebelah Yonghwa. “Dimana teman oppa yang ingin bertemu denganku?” tanya Seohyun “Sebenarnya dia sudah disini. Namun dia ingin aku memberitahumu tentang perasaannya kepadamu” ucap Yonghwa “Maksud oppa?” Seohyun terheran “Begini, temanku itu sebenarnya menyukaimu. Dia sudah 1 tahun memendam perasaannya padamu dan sekarang dia akan menyatakan perasaannya padamu. Namun sebelumnya, aku akan menyanyikan lagu untukmu , dan lagu itu berisikan tentang perasaan temanku kepadamu” senyum Yonghwa “Kenapa tidak teman oppa saja yang menyanyikannya?” polos Seohyun membuat Yonghwa tertawa “Dia tak terlalu bagus dalam menyanyikan jenis lagu seperti ini” tawa Yonghwa Seohyun mengangguk. Lalu Yonghwa mulai memetik gitar miliknya yang menghasilkan sebuah irama melodi yang indah dan romantis. Dan Yonghwa mulai bernyanyi. maencheoeum neoreul bodeon nal sujupgiman hadeon neoui malgeun misodo Pertama ku melihatmu, kau tersenyum cerah tapi tersipu malu oneuri jinamyeon gakkawo jilgeoya maeil seolleneun gidaereul hae Hari demi hari kita semakin dekat kau membuat hatiku berdebar museun mareul geonne bolkka eotteoke hamyeon nega useojulkka Ku harus berkata apa, bagaimana cara membuatmu tertawa soneul geonneboda eosaekhaejilkkabwa meotjjeogeun useumman useobwa Ku tak terbiasa menggenggam tanganmu, hanya bisa tersenyum malu uri seoro banmalhaneun saiga doegireul ajik jogeum seotureugo eosaekhandedo Semoga kita bisa bicara dengan nyaman, meski sulit bagimu yang tak terbiasa gomawoyo raneun maltu daesin jom deo chinhage mareul haejullae Hanya sekedar berterimakasih, ku ingin yang lebih dari itu uri seoro banmalhaneun saiga doelgeoya hangeoreumssik cheoncheonhi dagawa Semoga kita bisa bicara dengan nyaman, mendekatlah padaku ijen nae dununeul barabomyeo mareul haejullae neol….. saranghae! Tataplah kedua mataku, dan katakan….. SARANGHAE! neowaui soneul japdeonnal simjangi meomchundeutan gibundeure Saat ku genggam tanganmu, detak jantungku serasa berhenti museunmal haenneunji gieokjocha anna manyang seolleneun gibuningeol Ku tak bisa mengingat yang aku katakan, ku hanya bisa gugup dan membisu uri seoro saranghaneun saiga doegireul jabeun duson yeongwonhi nochi anheulkkeoya Aku ingin kita bisa saling mencintai, takkan pernah kulepas genggaman tanganmu baraboneun neoui nunbitsoge haengbokhan misoman itgil barae Kedua matamu menatapku, hanya ada bahagia disana uri seoro saranghaneun saiga doelkkeoya akkyeojugo pyeonhi gidaemyeon doe Aku ingin kita berdua saling mencintai, kan ku jaga dirimu selamanya neoreul boneun naui du nunbichi malhago isseo neol…. saranghae!!! Dari mataku yang memandangmu, penuh kata…. SARANGHAE! ~First-Time Lover~ ~ Jung Yonghwa~ Seohyun bertepuk tangan ketika Yonghwa selesai bernyanyi. Lalu Yonghwa tersenyum manis ke arah Seohyun. “Oppa, sebenarnya teman oppa siapa? Aku sangat penasaran” semangat Seohyun “Nanti kau juga akan tahu. Dan aku yakin kau akan bahagia ketika bertemu dengannya. Baiklah, aku pulang dulu. Tugasku telah selesai. Kau tunggu saja disini. Nanti orang itu akan menemuimu sebentar lagi” senyum Yonghwa seraya berdiri dari duduknya “Baiklah, hati-hati, yong~” Yonghwa tertawa bahagia ketika Seohyun memanggilnya dengan sebutan “Yong~”. Biasanya gadis itu akan memanggilnya dengan sebutan yong~ hanya di acara WGM saja. Tapi sekarang dia bahagia karena akhirnya Seohyun memanggilnya Yong~ di dunia nyata, bukan di vairity show. “Aku pulang dulu” Yonghwa melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Seohyun. Seohyun menghela nafas berat setelah kepergian Yonghwa. Dia lalu berdiri dari duduknya dan mencari-cari sosok teman Yonghwa yang sudah lama memendam perasaan kepadanya. “Aku disini” Seohyun lalu menoleh. Dan dilihatnya Kyuhyun yang sedang memegang bucket bunga mawar merah kesukaan Seohyun. Seohyun lalu tersenyum dan menghampiri Kyuhyun. “Oppa?” ucap Seohyun tak percaya “Ya, lelaki itu adalah aku” senyum Kyuhyun Seohyun hanya tersipu malu. Tak percaya dengan semua ini. Dia sungguh bahagia melihat sosok lelaki yang sudah lama dia cintai berdiri di depannya. Kyuhyun lalu menaruh bucket bunga yang super besar di sebuah kursi. Lalu kedua tangannya menggenggam tangan Seohyun perlahan. Perasaannya sangat gugup dan dia tak bisa melepaskan pandangannya dari Seohyun. “Kau sudah mendengar lagu dari Yonghwa, kan?” tanya Kyuhyun. Seohyun mengangguk. “Lagu itu berisi tentang perasaanku. Mungkin kau sudah mengerti lirik dari lagu itu. Dan, ya… aku menyukaimu. Saranghaeyo… Seohyun” ucap Kyuhyun pada akhirnya Seohyun tersenyum lebar karena perkataan Kyuhyun. Seohyun tak langsung menjawab perkataan Kyuhyun. Dia malah memeluk Kyuhyun dengan erat. Dan merasakan hangat tubuhnya bersama Kyuhyun ditengah suasana Han River yang dingin malam ini. “Nado saranghaeyo” ucap Seohyun singkat namun berarti Kyuhyun tersenyum simpul dan mempererat pelukannya kepada Seohyun. Dan malam ini cinta mereka akhirnya bisa bersatu. #*#*# Yonghwa tersenyum dibalik pohon yang tak jauh dari tempat Kyuhyun dan Seohyun sedang berpelukan. Sedari tadi lelaki itu mengintip pasangan yang baru saja bersatu malam ini. “Semoga kau bahagia dengan Kyuhyun, Seohyun-ah. Aku tak tahu apa aku seharusnya bahagia atau bersedih melihatmu dengan Kyuhyun. Tapi setidaknya aku sudah mengatakan perasaanku padamu lewat lagu tadi. Saranghae” bisik Yonghwa tersenyum samar Yonghwa lalu berbalik dan meninggalkan tempat itu bersama gitar miliknya. Dia tak ingin mengganggu pasangan baru yang sedang berbahagia itu. Dan dia juga tak mau berlama-lama disini karena dia takut perasaannya akan terluka. ~ TAMAT ~ For The First Time Part 1 Main Cast : Sunny, Sungmin, Yuri, Hong KiOther : SNSD, Super Junior, FT Island Tapi tidak untukku. Aku mengisi sabtu malamku dengan duduk sendirian disini. Kedua orang tuaku sedang sibuk dengan urusannya masing masing di luar Korea. TING TONG.. seseorang memencet bel rumahku. Aku bergegas turun ke lantai 1 dan membukakan pintu. Aku bahagia melihat siapa yang datang ke rumahku. Aku tersenyum melihat wajahnya yang sedang menampakan expresi bahagia. “Sunny… apakah aku mengganggumu?” Senyum tamu itu kepadaku “Tidak.. tentu saja tidak.. masuklah..” persilahkanku kepadanya “Setiap aku berkunjung ke rumahmu.. kenapa selalu kosong seperti ini?” tanyanya kepadaku seraya duduk di sofa ruang tamu “Ya beginilah suasana rumahku, Ibu dan Ayahku masih di Jepang mengurus pekerjaannya..” jawabku kepadanya. Akupun duduk disebelahnya. “Sung Lee-aa… kau mau minum apa?” Tanyaku kepadanya. Yap! Nama orang yang sekarang ini datang ke rumahku adalah Sung Lee. Dia adalah temanku. Lebih jelasnya, dia teman saat aku sedang dilanda kesepian. Dia hanya akan datang kepadaku ketika aku merasa kesepian seperti malam ini. “Apa saja juga boleh..” jawabnya kepadaku Aku langsung membuatkan teh hangat untuknya dan juga untukku.Setelah itu aku kembali lagi duduk di sebelahnya dan meletakan 2 cangkir teh hangat di meja. “Sunny-aa… kau masih menganggapku ada?” Tanya Sung Lee membuatku terkejut “Aku selalu menganggapmu nyata kok” jawabku kepadanya “Tapi… karena aku kau jadi dianggap aneh oleh semua teman sekolahmu. Jadi, lebih baik kau hilangkan aku saja dari kehidupanmu,aku tak ingin kau dijauhi temanmu hanya karena aku..” Dia tersenyum kepadaku “Tidak! Aku tak akan menghilangkanmu dari kehidupanku! Karena kau aku jadi tidak kesepian lagi, karena kau aku tak merasa sendiri lagi! Jadi.. mana mungkin aku menghilangkanmu..” “Tapi tanpa aku kau juga tak akan kesepian. Masih ada Kwon Yuri dan Lee Hong ki yang juga selalu menemanimu. Dan yang lebih penting.. mereka nyata..” Sung lee menatapku dengan serius “Mereka memang nyata.. tapi mereka belum mengerti keadaanku seperti kau mengerti segalanya tentangku…” kataku menatap sedih ke arahnya “Tapi suatu saat aku akan pergi……” Sung Lee tersenyum kepadaku “Pokoknya.. kau tak boleh pergi” pintaku kepadanya TING TONG…. Bel pintu kembali berbunyi. Aku menatap Sung Lee sejenak dan membukakan pintu rumahku. Ternyata Yuri dan Hong Ki yang datang ke rumahku “ Sunny-aa…. Ada kabar gembira..” Kata Hong Ki ceria ketika aku membukakan pintu untuk mereka “Kabar gembira??” Bingungku “Kita akan menginap dirumahmu…!!!! Horeee…!!!” Yuri dan Hong Ki bersorak sambil menari-nari di depanku. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil. “Hey.. kita tak dipersilahkan masuk??” kata Yuri mengagetkanku “Aishh.. Maaf ya.. Silahkan masuk Ms.Kwon dan Mr.Lee..” kataku dengan menirukan gaya pramugari. “Ah… Terimakasih Ms.Lee Soon Kyu..” Kata Yuri dan Hong Ki menirukan gaya ratu dan raja yang rendah hati dan tidak sombong. Yuri dan Hong Ki masuk kedalam rumahku. Mereka berdua langsung duduk di ruang tamu milikku. Ketika aku akan bergabung duduk bersama mereka, hatiku langsung sedih. Sung Lee yang tadinya duduk di sofa tempat Hong Ki dan Yuri duduk, kini menghilang entah kemana. “Sunny-aa.. kau sudah ada firasat kita akan ke rumahmu ya?” Tanya Hong Ki kepadaku. “Iya.. kau sungguh baik menyediakan teh hangat untuk kita berdua” kata Yuri senang. “Oh.. itu.. sebenarnya itu bukan untuk kalian..” gugup diriku kepada mereka berdua “Jadi ini untuk siapa?” Tanya Hong Ki yang membatalkan niatnya untuk meminum teh hangat tersebut. Aku hanya tersenyum kaku kepada Yuri dan Hong Ki. Aku langsung duduk di depan sofa tempat mereka duduk. Hong Ki terlihat masih penasaran punya siapa ke 2 teh ini. Sedangkan Yuri hanya menghela nafas dan menatapku dengan serius. “Kau baru berimajinasi lagi, ya?” Akhirnya Yuri bertanya kepadaku “Seperti yang kau lihat..” jawabku tak bersemangat Hong Ki mengangguk pelan. Sekarang dia tahu milik siapa ke 2 teh hangat itu. Hong Ki menatapku serius seperti Yuri. “Berhentilah mengaggap sosok Sung Lee nyata” kata Hong Ki serius kepadaku. “Hong Ki benar… Imajinasimu itu sudah terlalu jauh. Sung Lee itu tidak ada, jadi berhentilah berimajinasi tentang dia, karena itu akan membuat kita khawatir akan keadaanmu” kata Yuri hati-hati kepadaku “Jadi.. kalian takut aku menjadi gila karena selalu menganggap Sung Lee itu ada padahal dia tak ada sama sekali di dunia ini?” “Iya.. kami khawatir melihat keadaanmu yang selalu berbicara dan tertawa sendiri” Kata Hong Ki lagi kepadaku “Aku tak berbicara dan tertawa sendiri. Aku itu berbicara dan tertawa bersama Sung Lee, kalian saja yang tak bisa melihatnya. Tapi aku bisa melihatnya!!” kataku sediki emosi “Sunny-aa… itu hanya Imajinasimu saja. Sesungguhnya Sung lee itu tak pernah ada di dunia ini. Imajinasimu sudah terlalu jauh, berhentilah menganggap Sung Lee nyata. Orang-orang takut kepadamu karena kau sering kali berimajinasi terlalu jauh” Yuri menyeramahiku panjang lebar “Biarkan saja orang-orang takut kepadaku karena imajinasiku ini. Aku tak peduli. Dan aku tak akan pernah berhenti berimajinasi tentang Sung Lee. Karena, bagiku dia nyata” kataku datar kepada Yuri dan Hong Ki “Sunny-aa…..” Hong Ki menatapku dengan tatapan *Mohon berhentilah melakuakn hal bodoh seperti ini* “sudahlah.. kalian tak usah khawatir, aku tak akan menjadi gila karena hal itu. Hong Ki-aa kalau kau ingin tidur, pakailah kamar tamu di lantai 2. Dan Yuri-aa jika kau ingin tidur juga, pakailah kamarku saja. Aku akan tidur di kamar orang tuaku saja” kataku tersenyum kepada mereka berdua “Sunny, kita bisa tidur berdua di kamarmu, kitakan sama-sama perempuan” kata Yuri kepadaku “Aku terbiasa tidur sendiri. Dan aku agak susah tidur jika ada seseorang tidur bersamaku. Jadi kau pakailah kamarku saja, aku akan tidur di kamar orang tuaku saja” senyumku kepada yuri “Tapi aku takut sendirian…” Yuri cemberut ke arahku “Kalau begitu, aku saja yang menemanimu tidur..” kata Hong Ki bersemangat kepada Yuri. Tapi Yuri malah memukul Hong Ki denagn keras. “Hey.. kau adalah laki-laki. Mana mungkin aku bisa sekamar denganmu” kata Yuri judes kepada Hong Ki “Aku kan hanya menawarkan diri, kalau tidak mau ya sudah…” kata Hong Ki yang masih menahan sakit akibat pukulan Yuri yang dahsyat. “Huh.. aku lebih baik tidur ditemani hantu dari pada harus ditemani olehmu” kata Yuri kecut kepada Hong Ki “Hey, sudah aku bilang aku hanya menawarkan diri, kalau tidak mau ya sudah!!!!” Kata Hong Ki mengulang perkataannya lagi. “Sudahlah.. Yuri-aa aku akan menemanimu dulu sampai kau tidur, nanti aku akan pindah ke kamar orang tuaku kalau kau sudah tertidur..” kataku pada Yuri “Kau tidak keberatan, kan?” Tanya Yuri lagi “ Santai saja…” senyumku padanya “Boleh aku ikut bersama kalian? Aku juga takut sendirian…” kata Hong Ki dengan gaya manjanya. “HEY LEE HONG KI!!! BERHENTILAH MEMOHON!!!” kata Yuri emosi Yuri langsung mengambil tasnya dan ikut bersamaku menuju kamarku. Hong Ki tetap bersikeras ingin ikut ke kamarku menemani Yuri. Tapi Yuri terus menerus juga memukul Hong Ki agar dia tak ikut bersama kami. Akhirnya Hong Ki menyerah dan masuk ke kamar tamu di sebelah kamarku. Yuri dan aku masuk menuju kamarku. Yuri langsung ganti baju dan langsung tiduran di kasurku. Aku hanya duduk diam di meja belajar. “Sunny-aa… selamat malam.. aku tidur duluan.. “ kata Yuri dan langsung menutupi dirinya dengan selimut “Selamat malam..” kataku pada Yuri. Aku hanya duduk diam di meja belajarku. 10 menit berlalu. Sepertinya Yuri sudah terdidur. Aku mengambil sebuah kertas dan pensil dari meja belajarku. Aku menuju balkon kamarku dan duduk di kursi yang terletak disana. Aku memang aneh. Aku memang berimajinasi terlalu jauh. Aku selalu menganggap sosok Sung Lee nyata. Padahal dia tak ada sama sekali di dunia ini. Dia hanya Imajinasiku, dia imajinasiku yang selalu hadir ketika aku kesepian. Tanpa disadari aku mulai menggambar sebuah wajah di kertas yang tadi aku bawa. Aku menggambarkan wajah seorang Sung Lee yang sebenarnya tak pernah ada. Aku menatap gambar itu dan tersenyum. Aku berdiri dari tempat dudukku. Dan kulihat bintang jatuh dari langit. Tanpa disadari aku menutup mataku. Dan memeluk kertas yang berisi gambar sosok Sung Lee “Aku harap… Sung Lee akan menjadi nyata dikehidupanku” harapku kepada Tuhan lewat bintang itu Ya.. aku berharap di dunia ini ada sosok Sung Lee yang sesungguhnya. Agar aku tak berimajinasi terlalu jauh terus menerus. Tapi.. akankah permohonanku terkabul?? Aku tak tahu itu. Tapi aku berharap itu bisa terkabul. Agar rasa kesepianku ini bisa berkurang walaupun hanya sedikit saja… __Bersambung__ For The First Time part 2Main Cast : Sunny , Sungmin, Key, Yuri, Lee Hong KiOther : SNSD, Super Junior, SHINee, FT Island “Sunny-aa.. bangunlah!!!” Suara itu makin keras terasa di telingaku “Aishh!!! anak ini!!! bangunlah.. mengapa kau tidur disini?” Sosok itu menguncang-guncang tubuhku yang masih jauh dari alam sadar “Akh!!!!” Aku menjerit kesakitan karena tubuhku terlempar kelantai. Perlahan aku membuka mataku. namun tubuhku masih tergeletak tak berdaya di lantai. Aku melihat sosok wanita dihadapanku yang sedang menatapku cemas. “Yuri-aa.. ada apa?” tanyaku setelah sadar gadis itu adalah Yuri “Yang seharusnya bertanya itu aku.. kenapa kau tidur di balkon kamarmu? bukankah kau akan tidur di kamar orang tuamu?” heran Yuri yang menarik tanganku untuk membantuku bangun. “Mmm? aku tidur di balkon?” Aku melebarkan mataku. Udara disini begitu dingin. Ah.. dan sekarang aku baru tersadar bahwa aku ketiduran di balkon ini. Aku tak tahu mengapa aku bisa tertidur disini. Seingatku tadi malam aku duduk di kursi balkon sambil berandai-andai Sung lee bisa menjadi kenyataan. Sampai aku tak sadar bisa tertidur disini. “Iya.. tadi ketika aku baru bangun aku kaget setengah mati melihatmu tidur disini.. aigoo berarti semalaman kau berada disini?” tanya Yuri lagi setelah aku kembali ke alam nyata ini “Mm.. aku juga tak tahu mengapa aku bisa tidur disini.. sudahlah.. yang penting aku tak apa-apa” Jawab diriku kepada Yuri “Hey.. kau mau kemana.. tumben pagi pagi sudah rapih?” tanyaku lagi kepada Yuri “Oh.. aku akan mampir ke Yongsan Electronics market bersama Hong Ki. katanya Hong Ki akan membeli Laptop baru. Karena yang lama dicuri oleh kakaknya…” jawab Yuri menjelaskan “ohhh… begitu” kataku sambil menguap “kau mau ikut, tidak?” tanya Yuri kepadaku “Mm? Boleh boleh, aku ikut, aku bosan di rumah” “ya sudah… cepat mandi dan rapihkan dirimu kita akan berangkat 1 jam lagi” “1 jam lagi?? hey, aku membutuhkan 2 jam untuk membersihkan diriku!” omelku kepada Yuri “Aiisssshh.. kalau begitu kurangi waktumu untuk membersihkan dirimu itu.. ayo cepat mandi, sana… ” “Iya iya.. aku akan mandi sekarang…” Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Dan segera membersihkan diri dengan secepat kilat. Bisa gawat jika aku telat. Pasti Yuri bisa ngomel panjang lebar. Temanku yang satu itu memang gila pada ketepat waktuan. *** “Hey Lee Hong Ki.. kita sudah berputar-putar selama 500 kali disini.. mengapa belum juga kau dapatkan laptop keinginanmu itu??” keluh Yuri kepada Hong Ki yang sedang jalan melihat-lihat semua konter sambil memakan ice cream “Sabarlah sedikit… aku memang harus teliti memilih laptop.. jadi harap maklum jika aku lama memilih…” jawab Hong Ki cuek kepada Yuri “Kalau begitu cepatlah sedikit.. aku bosan berada disini..” kata Yuri lagi “Kalau begitu juga… SABARLAH!!!!” Hong Ki bicara kepada Yuri dengan mulut penuh ice cream yang sekarang bermuncratan ke muka Yuri “HEY.. Lee Hong Ki.. JANGAN NGOMONG PAKAI MUNCRAT BISA, TIDAK??” Yuri bicara menyentak ke arah muka Hong Ki. “Oke oke… maka dari itu.. berhentilah menyuruhku cepat-cepat memilih laptop!!” kata Hong Ki judes Aku hanya diam membisu dan berjalan disamping mereka yang sedang asyik adu mulut. “Ommo.. wuahh laptop itu bagus…” Hong Ki berlari menuju toko laptop di ujung sana “Hey Lee Hong Ki.. tunggu kita” Yuri berlari ke arah Hong Ki Aku hanya menghela nafas melihat tingkah mereka berdua. Yuri yang sedang berlalri menuju Hong Ki membalikan badannya ke arah diriku. “Sunny-aa.. kau mau ikut, tidak??” teriaknya dari jarak 15 meter dari diriku “Aku tunggu di sana saja…” Aku menunjuk restoran yang tak jauh dari toko laptop tersebut Yuri hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya tanda setuju. Akupun langsung berjalan menuju restoran Jepang yang berada tak jauh dari sana. Aku duduk di meja restoran tersebut dan menatap Hong Ki dan Yuri yang jelas-jelas sedang melakukan adu mulut lagi di toko itu. Hmmm.. perasaan kesepian itu mengahantui diriku kembali. Aku menyesal tidak ikut bersama Yuri dan Hong Ki ke toko itu. Walaupun aku harus mendengar suara adu mulut antara mereka berdua. Setidaknya aku tidak kesepian disana. Tapi aku malas menghampiri mereka. aku sudah terlanjur duduk di sini. Aku menengok kiri kanan suasana restoran ini. Ramai. itulah satu-satunya kata untuk keadaan restoran ini. Lalu? mengapa aku merasa kesepian? entahlah.. kau boleh menganggapku aneh.. karena aku memang aneh. “Mau pesan apa, mbak?” kata seorang pelayan wanita kepadaku “Nanti saja.. ” Senyumku kepada pelayan itu Si pelayan langsung pergi meninggalkan diriku. Aku kembali melihat-lihat suasana restoran ini. dan aku menatap kaget kepada salah satu segerombolan pria yang sedang berkumpul di pojok restoran. Aku mengerjapkan mataku. Dan mengusap-ngusapkan tangan kepada mataku. Tidak.. tidak.. penglihatan aku ini mungkin sudah tak waras. Aku kembali menatap seorang pria yang sedang mengobrol dan tertawa bersama teman-temannya di pojok sana. Itu terlihat nyata bagiku.. tapi.. apakah penglihatan ini benar adanya?? tidak tidak.. ini tak mungkin. Bagaimana bisa dia mengobrol dengan manusia selain diriku?? “Maaf mengganggu mbak…” Kataku menghentikan seorang pelayan yang berjalan dihadapanku “Iya… ada apa ya?” pelayan itu tersenyum ke arahku “Apakah kau bisa melihat sosok lelaki yang ada disana?” Aku menunjukan seorang lelaki memakai kaos kotak-kotak yang sedang berbincang-bincang bersama temannya “Hmm?? iya saya bisa melihatnya.. memangnya mengapa?” tanya pelayan itu kebingungan “Tidak.. tidak apa-apa” Sang pelayan tersenyum dan meninggalkan diriku sendirian sambil kebingungan. Aneh.. mengapa pelayan tadi bisa melihat dia??? Sung Lee. Ya. Itu Sung Lee. Pria yang berbaju kotak dan sedang berbincang itu adalah sosok Sung Lee. Sosok imajinasi diriku. yang hanya bisa dilihat olehku. “Sunny-aa….!!!” Hong Ki mengagetkan diriku “Kau sedang apa disini??” tanya Hong Ki yang langsung duduk dihadapanku aku tak menghiraukan pertanyaan Hong Ki. Aku terus memandangi sosok itu. Sosok Sung Lee yang sekarang terasa nyata bagiku. Hong Ki kebingungan dan melirik ke arah tempat aku melihat sosok Sung Lee. “hey.. bukannya itu kakak kelas kita?” tanya Hong Ki pada dirinya sendiri “Mm? yang mana?” aku menjawab perkataan Hong Ki “Itu.. 5 orang lelaki yang sedang duduk disebelah sana..” Tunjuk Hong Ki kepada kursi dimana sosok Sung Lee duduk bersama 4 orang lelaki “Mwo?????” kagetku karena tak mungkin Sung Lee bisa dilihat oleh Hong Ki. Dan juga mana mungkin Sung Lee itu kakak kelas diriku. Dia hanya imajinasiku. “Hong ki-aa… kau bisa melihat lelaki yang memakai baju kotak-kotak disana? yang salah satu dari kakak kelas kita?” tanyaku pada Hong Ki “Mm?” Hong Ki melihat ke arah tempat duduk kakak kelas kami. Dan melanjutkan perkataannya. “Oh.. yang baju kotak-kotak dengan ramput poni samping itu? ya ya.. tapi sepertinya dia bukan kakak kelas kita.. aku belum pernah melihatnya.. “ jawab Hong Ki “ta tapi kau bisa melihat orang itu…?” kataku tak percaya “Ya bisalah.. memangnya dia hantu??” jawab Hong Ki tanpa melihatku Tidak.. ini tak mungkin… mengapa Sung Lee bisa dilihat semua orang termasuk Hong Ki? bukankah dia hanya imajinasiku saja? Yang hanya bisa melihat dia hanyalah aku. Ini aneh.. benar benar aneh.. apakah mungkin sosok Sung lee sudah menjadi kenyataan? Tapi ini tak mungkin terjadi… karena itu hal yang sangat tak mungkin… “HEY…. LEE HONG KI!!!!!!!!!!!!!” Tiba-tiba Yuri datang berteriak dan menjitak kepala Hong Ki. “Hey… tak usah sambil menjitak kepalaku segala, bisa tidak??” kata Hong Ki yang mengusap-ngusap kepalanya yang kesakitan “Aishhh… dari tadi aku mencarimu… mengapa kau meninggalkan aku di toko itu??” Yuri duduk disampingku “Itu karena kau lama sekali. Dan aku juga malu membawamu yang selalu histeris disaat melihat barang-barang yang menurutmu ‘Bagus’ .ya sudah aku meninggalkan kamu!!!” kata Hong ki cuek “Dasar…. kau seharusnya berterimakasih kepadaku karena sudah mengantarmu membeli laptop yang kau inginkan!!!” kata Yuri lagih “Siapa juga yang memintamu mengantarku?? kau saja yang merengek ingin ikut!!!” balas Hong Ki kepada Yuri Yuri melotot ke arah Hong Ki. Yuri kehabisan kata-kata untuk melawan Hong Ki. Aku hanya duduk diam memperhatikan mereka yang sedang beradu mulut. Aku hanya menghela nafas lagi melihat mereka. Ketika menengokkan kepalaku ke arah meja kakak kelasku duduk. mereka sudah tidak ada. Meja itu sudah kosong. Kini hanya ada pelayan yang sedang membereskan meja tersebut. Sosok Sung Lee juga ikut menghilang dari sana. “Sunny-a…..!!!! lebih baik kita pulang saja!!!!” Yuri menarik-narik lenganku “Loh.. kenapa??” tanyaku “Aku tak ingin bersama anak ini!!!! Dia tak tahu berterimakasih!!!” Kata Yuri yang melotot sinis ke arah Hong Ki Tanpa basa basi. Yuri menarik tanganku dan menyeretku keluar dari restoran Jepang Itu dan meninggalkan Hong Ki. Walaupun kita sudah jauh dari Hong Ki. tapi tetap saja aku bisa mendengar keluhan Hong Ki kepada Yuri “Aishhh.. kau ini.. KALAU MAU PERGI… PERGI SAJA!!!” Hong Ki berteriak tanpa peduli dengan banyak mata yang menatapnya *** Ke esokan harinya di sekolah…. Aku berjalan lunglai di koridor sekolah. Aku masih memikirkan sosok Sung Lee. Aku benar-benar tak percaya bahwa dia nyata. Apa benar permohonanku agar Sung lee nyata terkabul?? Langkahku terhenti seketika… Aku melihat sosok Sung Lee dihadapanku. tanpa basa basi aku menghampirinya “Sung Lee-aa… kau.. kau mengapa bisa disini?” tanyaku kepada dirinya yang hanya menatapku dengan wajah *Siapa orang ini?* “Maaf.. saya bukan Sung Lee.. saya Sungmin..” kata orang itu “Tidak… kau Sung Lee.. kau bukan Sungmin” kataku kepada dirinya “Maaf.. aku benar-benar bukan Sung Lee.. namaku Sungmin, mengerti?” kata orang yang mengaku Sungmin dengan agak sedikit judes Aku menatap heran Sungmin yang juga sedang menatapku aneh. Tanpa fikir panjang aku langsung menampar orang yang bernama Sungmin itu. Aku hanya ingin memastikan dia nyata atau tidak. kalau dia tak merasakan apa-apa berarti dia Sung Lee. kalau dia kesakitan berarti dia Sungmin “Au!!! apa-apaan kau ini?? menamparku sembarangan.. gadis aneh!!!” jawab Sungmin yang langsung pergi meninggalkan diriku Ternyata dia nyata. Dia bukan Sung Lee. Sifatnya juga beda dengan Sung Lee imajinasiku. tapi wajahnya sangat mirip… Aku berbalik dan berjalan lagi melewati koridor sekolah yang sudah sepi. BRUUKK!!!! Aku menabrak seorang lelaki. Lelaki itu hanya menatapku dengan tatapan kosong. “Maaf.. aku tak sengaja..” Aku meminta maaf kepada lelaki itu “Tak apa-apa” Lelaki itu tersenyum kepadaku Aku mebalas senyumannya dan langsung pergi meninggalkannya. “Tunggu!!!” Teriak lelaki itu ke arahku Aku membalikan tubuhku dan melihat lelaki itu berlari kecil ke arahku “kau Sunny, bukan?” tanya lelaki itu “I.. iya. Mengapa kau tahu namaku?” balasku karena aku tak mengenal lelaki itu “Aku Key, sudahlah… soal darimana aku tahu nama dirimu itu tak penting” Jawab lelaki yang ternyata bernama Key “Ooh… tapi.. ada apa kau memanggilku?” tanyaku lagi “Tidak ada.. hanya ingin mengatakan..selamat impianmu sudah terkabul sekarang..” katanya membuatku heran “Maksudmu??” “Yang tadi kau temui bukan Sung Lee. Tapi itu Sungmin, kakak kelas baru-mu” Senyum Key kepadaku “Kau.. kenapa kau tahu Sung Lee???” kataku heran Seorang lelaki berseragam seperti diriku yang ternyata bernama Key itu hanya diam dan tak menjawab. Aku heran dengan dirinya. Siapa dia? Mengapa dia tahu Sung Lee? dan bagaimana bisa dia mengucapkan “Selamat Impianmu sudah terkabul”. Aku benar-benar tak tahu siapa lelaki yang bernama Key itu. __ Bersambung__ For The First Time part 3 Main cast : Key-Sunny-Sungmin Other : SHINee-SNSD-Super Junior-FT Island “Dari mana kau tahu semua ini?” tanyaku pada Key yang sedang duduk disamping diriku. “Sudah aku bilang… semua orang juga sudah tahu kau suka berkhayal dengan sosok Sung Lee…” Key tersenyum ke arahku. Tapi aku mengabaikan dirinya. “Tapi bagaimana bisa kau tahu tentang….Entahlah…” kataku akhirnya menyerah karena capek berdebat dengan lelaki bernama key itu. Ternyata Key adalah adik kelasku. Tapi yang membuatku sedikit aneh adalah, kenapa baru sekarang aku melihat dia? Aku merasa dia sosok asing yang baru aku liat saat ini di sekolah. “Sunny-a… aku pergi dulu.. sampai jumpa lagi” Key beranjak dari kursinya dan berjalan meninggalkan diriku “Tunggu….” Panggilku kepada Key. Key menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku. “Kenapa kau tidak memanggilku dengan sebutan “noona”???” tanyaku kepada Key…. “bagiku Sunny sudah cukup. Dan aku rasa sebutan “Noona” tidak penting” key mebalikan badannya dan langsung pergi. Aneh.. bagaimana bisa dia bilang sebutan “Noona” untukku tidak penting? Aku itu adalah seniornya. Tapi.. dia mebuatku ingin tahu lebih dalam tentangnya…Ada apa dengan diriku ini? aishhh sudahlah jangan terlalu difikirkan. *** Aku berjalan memasuki sebuah cafe. Ketika aku masuk, suasana Cafe itu sangatlah ramai. Suasana Cafe itu dihiasi kerlap kerlip lampu, dan alunan musik terdengar kencang sekali. Di cafe inilah Hong Ki merayakan ulang tahun yang ke 17. Aku dan Yuri berjalan bersama di Cafe itu. Jujur saja, aku sangat tidak suka dengan suasana ini. Bagiku ini terlalu ramai. Suasana ini membuatku pusing. Dan jujur saja, tadinya aku tak ingin datang ke acara ini. Tapi Hong Ki adalah sahabatku, jika aku tak datang, aku takut dia kecewa. “Sunny… Yuri… Terimakasih kalian telah datang” Hong Ki menghampiri aku dan Yuri “Ya ya ya….. sebenarnya aku tak ingin datang kesini, tapi karena aku kasihan kepadamu, makannya aku datang” kata Yuri cuek pada Hong Ki “Hey.. kau masih marah soal kemarin???” Tanya Hong Ki kepada Yuri “Menurutmu?” tanya Yuri balik “Ahhh… kau masih marah rupanya. Baiklah maafkan aku, soal kemarin aku tak bermaksud meninggalkanmu di toko itu. Lagipula aku juga harus berterimakasih kepadamu karena telah mengantarku…” Maaf Hong ki tak seperti biasanya “Aigooo…. barusan kau meminta maaf kepadaku??” kata Yuri heran “Iya…. jadi maafkan aku..” “Oke, mungkin ini terasa aneh karena baru pertama kali kau minta maaf kepadaku. Tapi… Happy Brithday best friend…” kata Yuri langsung memeluk Hong Ki “Terimakasih juga atas ucapan dan kehadirannya” kata Hong Ki masih dipeluk oleh Yuri.. “Ehemmm….” suaraku karena merasa tak dianggap. Yuri dan Hong Ki langsung melepas pelukan mereka dan tersenyum ke arah diriku. “Sunny… terimakasih juga telah hadir.” kata Hong Ki langsung memeluk diriku “Sama sama..” aku melepaskan pelukannya. Yuri dan Hong Ki mengobrol berdua. Sesekali ada tamu yang mengucapkan selamat kepada Hong Ki. Aku mulai bosan dengan susana ini. Mungkin lebih baik aku cari tempat yang sepi agar lebih tenang. “Yuri,Hong Ki.. aku kebelakang sebentar..” kataku pada mereka berdua “Baiklah.. jangan lama-lama ya?” kata yuri kepadaku Aku keluar dari ruangan Cafe itu. Aku berjalan menuju belakang cafe. Di belakang cafe itu ternyata terdapat sebuah danau yang cukup luas dan ada juga taman yang kecil. Dan aku berniat menuju taman tersebut. Tapi ketika aku masih berjalan, seseorang menepuk pundakku, dan aku segera menoleh ke arah orang itu. “Kamu??” tanyaku kaget setelah melihat siapa yang menepuk pundakku.. “Kenapa? kaget?” Kata sosok itu “Kau Sung Lee atau Sungmin?” tanyaku heran “Ahhh…. aku ini Sungmin, bukan Sung Lee… kau percaya?’ “Oh.. oke aku percaya, ada apa?’ tanyaku kembali pada Sungmin “Ada sesuatu yang ingin aku katakan, boleh?” jawabnya kepadaku “Silahkan saja” kataku sedikit tak bersemangat “Kita bicara disana saja…” Sungmin menunjukan bangku taman di belakang Cafe Aku hanya mengangguk dan mengikutinya menuju bangku itu. Setelah sampai aku langsung duduk disebelah Sungmin. Tapi dalam waktu 10 menit disana tidak ada perbincangan diantara kami berdua. “Soal tadi siang.. waktu aku menamparmu tanpa sebab.. itu… maafkan aku” kataku terbata-bata kepada Sungmin “Tidak apa-apa… Lupakan saja.. aku mengerti maksud kau menamparku waktu siang itu” Sungmin tersenyum menatap langit. Aku hanya mengangguk. “Memangnya kesepian itu sangat mengerikan ya?” Sungmin menoleh dan berkata kepadaku. “Mengapa oppa bertanya seperti itu?” tanyaku balik kepadanya. “Tidak…. lupakan saja.” Sungmin memalingkan wajahnya. “Oppa… kenapa tidak masuk ke pesta??” tanyaku berniat memecah keheningan di antara kami. “Aku tak suka keramaian….” jawabnya singkat “Ohh…. sama seperti diriku” “Benarkah?” Sungmin menatap ke arahku Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya. Ternyata Sungmin oppa orangnya baik. Sifatnya yang sekarang tak seperti tadi siang yang kelihatan jutek. Kami berdua duduk di taman itu tanpa perbincangan apapun. Tapi entah mengapa aku merasa senang dia duduk disebelahku. Bagiku dia adalah sosok Sung Lee yang ke 2. Setelah muncul Sungmin, aku tak bisa berimajinasi tentang Sung Lee lagi. “Apakah setiap saat kau selalu kesepian sehingga kau selalu berimajinasi??” tanya Sungmin mengagetkanku… “Aku sudah tahu tentang dirimu yang selalu berimajinasi… Hong Ki yang menceritakan ini kepadaku.. jadi kau tak usah kaget seperti itu” kata Sungmin bagaikan mengetahui expresi kaget milikku ini. “Ahhh… ternyata oppa sudah tahu tentang keanehan diriku ini..” Kataku melihat wajahnya “Menurutku kau tidak aneh..” kata Sungmin lagi “Mmm? bukankah jelas jelas aku ini aneh. Selalu saja berkhayal… berbicara sendiri dengan sosok yang tak mungkin ada di dunia ini…” “Itu wajar… kau melakukan semua itu karena kau mebutuhkan teman bicara disaat kau sendiri. Jadi.. bagiku kau tak aneh..” Senyum Sungmin kepadaku. “Benarkah??” Tanyaku kepadanya karena baru kali ini ada orang yang tak menganggap aku ini aneh. “Benar.. aku tak sedang berbohong padamu….”kata Sungmin lalu mengelus rambutku Aneh rasanya berbicara dengan Sungmin. Aku merasa sudah kenal lama dengan Sungmin. Ya.. memang aku selalu berimajinasi tentang Sung Lee yang wajahnya mirip sekali dengan Sungmin. Walupun begitu, Sung Lee dan Sungmin itu orang yang berbeda. Sifat mereka juga berbeda… Sung Lee itu selalu bahagia dan tersenyum ceria dan selalu menghiburku. Dan Sungmin itu menurutku orangnya pendiam, agak jutek, tapi sepertinya dia juga pengertian. “Sunny-a… apakah kau tahu? Kau itu mirip sekali dengan adikku…” Kata Sungmin tersenyum kepadaku ‘Benarkah?? Wajah aku dan adik oppa mirip???” “Hahaha.. bukan itu maksudku.. sifat kalian berdua yang mirip..” jawab Sungmin “Oh.. aku fikir wajah kami yang mirip..” kataku tersenyum malu. “Adikku juga selalu berimajinasi seperti dirimu… Waktu itu orang tuaku tak ada waktu untuk bersama adikku.. akupun sibuk dengan sekolahku…mungkin adikku merasa kesepian dan tak mempunyai teman.. sampai aku tahu dia selalu berbicara sendiri.. dan ketika aku bertanya kepadanya… dia menjawab bahwa dia hanya berimajinasi..” Curhat Sungmin panjang lebar “Begitu…. ternyata aku dan adik oppa memang mirip ya? Aku jadi ingin bertemu dengannya…” kataku tanpa melihat ke arah Sungmin “Aku juga ingin bertemu dengannya…” sahut Sungmin “Mm?? memangnya oppa tidak pernah bertemu dengan adik oppa??” tanyaku heran kepada Sungmin. “Dia telah lama menghilang….” Sungmin menundukan wajahnya “Oppa… mianhae.. aku tak bermaksud…” “Tidak apa-apa.. lagipula aku yang pertama menceritakan soal ini kepadamu..” Senyum Sungmin kembali “Kalau boleh tahu.. memangnya adik oppa menghilang kenapa??” kataku sangat berhati-hati karena takut melukai hatinya “Ceritanya panjang… dan Mianhae.. aku tak bisa menceritakannya padamu..” “Tak apa oppa.. aku mengerti..” senyumku pada Sungmin. “Sunny-aa… aku harus pergi… sampai jumpa besok di sekolah..” Kata Sungmin berdiri dari kursinya “Baiklah.. hati-hati oppa…” Kataku tersenyum ke arahnya. Sungmin berjalan meninggalkan aku. Aku tak percaya Sungmin oppa mempunyai adik yang sepertinya sifatnya memang benar benar mirip dengan diriku. Aku berdiri dan berniat kembali menuju suasana pesta di dalam sana. Tapi lagi-lagi aku melihat seseorang yang tertarik untuk aku temui. Aku berjalan menuju tempat dimana orang itu sedang berdiri menatap Danau yang ada di belakang Cafe. “Key….” aku menepuk pundak Key yang sedang berdiri tanpa melakukan apapun “Sunny-aa….” key tersenyum ke arahku “Kau juga diundang oleh Hong Ki ke pesta ini??” tanyaku kepadanya “Tidak juga… ” jawabnya singkat “Lalu mengapa kau ada disini?” tanyaku heran “Karena aku anak dari pemilik Cafe ini… Dan aku sering berada disini setiap malam…” jawabnya dengan tenang “Oh begitu…..” Aku melihat suasana disini. Indah. Itulah kata-kata untuk pemandangan danau kecil ini. Tepi tepi danau dihiasi oleh lampu-lampu yang terang. banyak pepohonan da burung-burung disini. Udaranyapun sangat segar. Dan yang paling penting… Disini tidak terlalu ramai. “Kau suka tempat ini?” tanya Key kepadaku “Mmm…” Anggukku tersenyum kepadanya “Ini adalah tempat terakhir yang akan aku kunjungi ketika aku pergi….” Senyumnya kepada diriku. “Pergi darimana??” bingungku “Pergi dari kehidupanmu” ucap Key membuatku kaget. Pergi dari kehidupanmu?? maksudnya dari kehidupanku? Aku bingung dengan perkataan Key. Sebenarnya apa yang sedang dia bicarakan sekarang? Ada banyak misteri yang tersimpan dalam dirinya yang harus aku ketahui. Dan akan aku cari tahu siapa sebenarnya Key. Dan entah kenapa aku merasa tak ingin dia pergi dari kehidupanku…… _Bersambung__ For The First Time part 4Main Cast : Sunny~Key~SungminOther : Yuri SNSD ~Hong Ki FT Island~Lee Joon MBLAQ“Ini adalah tempat terakhir yang akan aku kunjungi ketika aku pergi….” Senyumnya kepada diriku. | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar